Berkaca dari Pandemi, Jabar Butuh Puluhan Rumah Sakit dan Ribuan Puskesmas Baru Ilustrasi RS. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 telah mengajarkan banyak hal, terutama di bidang kesehatan. Berkaca dari pandemi, fasilitas kesehatan sangat berperan penting untuk mengendalikan pandemi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat saat ini memerlukan puluhan rumah sakit dan ribuan puskesmas baru.

Baca Juga:

COVID-19 Terkendali, KSP: Skema Menuju Endemi Semakin Dekat

Ridwan mengemukakan, pascapandemi Pemda Provinsi Jabar akan meningkatkan akses pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan seperti membangun puluhan rumah sakit, maupun puskesmas baru di Jawa Barat.

"Pascapandemi kita akan membangun puluhan rumah sakit dan ribuan puskesmas baru supaya suatu hari nanti ketika diuji lagi oleh kehidupan, ada pandemi, kita sudah mempersiapkan," papar Ridwan Kamil saat Halalbihalal Lebaran 2022 secara daring bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (14/5).

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dengan dibangunnya infrastruktur kesehatan, maka juga akan menyerap banyak sekali tenaga kesehatan, khususnya keperawatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.(Foto: Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.(Foto: Humas Pemprov Jabar)

"Nah, dengan kehadiran puluhan rumah sakit dan ribuan puskesmas baru, tentu mayoritas akan digerakan oleh perawat. Banyak dibutuhkan profesi perawat, yang tentunya akan menjadi benteng kekuatan infrastruktur kesehatan di Jawa Barat," ujarnya.

Kang Emil menitipkan, agar organisasi PPNI selalu menjaga kekompakan dan lebih terkoordinasi mengingat pengalaman pandemi tahun 2020, tenaga kesehatan di Jawa Barat belum maksimal.

"Saya titip agar organisasi (PPNI) selalu kompak, satu komando. Pengalaman pandemi 2020 belum maksimal karena belum satu kamando," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

KTT Global COVID-19 ke-2 Fokus Pada Pencegahan Bencana di Masa Depan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eks Dirut Pelindo II RJ Lino Didakwa Rugikan Negara USD 1,99 Juta
Indonesia
Eks Dirut Pelindo II RJ Lino Didakwa Rugikan Negara USD 1,99 Juta

RJ Lino didakwa melakukan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) pada PT Pelindo II tahun 2011.

Pandemi Membentuk Kebiasaan Baru Umat dalam Beribadah dan Rayakan Natal
Indonesia
Pandemi Membentuk Kebiasaan Baru Umat dalam Beribadah dan Rayakan Natal

Pelaksanaan ibadah Natal terutama di gereja harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Korban Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi 43 Orang
Indonesia
Korban Meninggal akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi 43 Orang

BNPB melaporkan ada tambahan korban meninggal dunia akibat awan panas dan guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Langgar PPKM Darurat, Pesta Pernikahan di Jakarta Barat Dibubarkan Paksa
Indonesia
Langgar PPKM Darurat, Pesta Pernikahan di Jakarta Barat Dibubarkan Paksa

Terpaksa dibubarkan karena tamu yang hadir melebihi batasan maksimal 30 orang.

Intimidasi Saksi Kasus Bansos, Penyidik KPK Dihukum Potong Gaji
Indonesia
Intimidasi Saksi Kasus Bansos, Penyidik KPK Dihukum Potong Gaji

Kedua penyidik KPK dinyatakan melakukan perundungan dan pelecehan terhadap pihak-pihak lain

Demokrat Minta BPK-KPK Turun Tangan Terkait Investasi BUMN di Perusahaan Digital
Indonesia
Demokrat Minta BPK-KPK Turun Tangan Terkait Investasi BUMN di Perusahaan Digital

“BPK dalam kaitannya dengan audit terhadap dugaan terjadinya kerugian keuangan negara. KPK berkaitan dengan tugasnya untuk melakukan penindakan terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Vera

Berikan Vaksin Ketiga kepada Pejabat Negara Dinilai tidak Etis
Indonesia
Berikan Vaksin Ketiga kepada Pejabat Negara Dinilai tidak Etis

"Bukan memberikan vaksin booster untuk pihak berkuasa," kata Wirya dalam keterangan persnya, Kamis (26/8).

Dua Polisi Penembak Laskar FPI Dituntut 6 Tahun Bui
Indonesia
Dua Polisi Penembak Laskar FPI Dituntut 6 Tahun Bui

Kedua terdakwa terlibat penembakan yang menewaskan laskar FPI

Fraksi yang Menolak Interpelasi Formula E Diminta Berpendapat di Paripurna
Indonesia
Fraksi yang Menolak Interpelasi Formula E Diminta Berpendapat di Paripurna

Fraksi PDIP dan PSI kompak melanjutkan kembali hak interpelasi kepada Gubernur Anies Baswedan untuk meminta penjelasan detail terkait ajang Formula E di Jakarta.

Dua Tahun Kabinet Indonesia Maju, BEM SI Soloraya Kritik Kinerja Nadiem
Indonesia
Dua Tahun Kabinet Indonesia Maju, BEM SI Soloraya Kritik Kinerja Nadiem

BEM mengkritik keras kinerja Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.