Berkaca dari Kasus Ravio, Mahfud Ingatkan Aparat Berhati-hati Menko Polhukam Mahfud MD (MP/Ismail)

Merahputih.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengapresiasi dilepasnya peneliti kebijakan publik, Ravio Patra usai diciduk aparat kepolisian karena tuduhan kasus ujaran kebencian.

"Saya mengucapkan turut bergembira bahwa Saudara Ravio Patra sudah dibebaskan sesudah melalui proses-proses yang agak mengkhawatirkan untuk sebagian orang," ujar Mahfud lewat keterangannya kepada wartawan, Sabtu (25/4).

Baca Juga:

Polisi Tuding Ravio Patra Buat Pesan Ajakan Berbuat Rusuh

Menurut Mahfud, kasus ini hendaknya menjadi pelajaran bagi aparat dan masyarakat sipil untuk berhati-hati. Mahfud meminta masyarakat sipil berhati-hati membuat pernyataan yang berpotensi provokatif dan aparat diminta tak main asal tangkap sebelum memiliki bukti yang cukup.

Mahfud mengatakan, pemerintah sadar bahwa demokrasi meniscayakan adanya kritik.

"Kritik itu tidak dibunuh, tapi dalam gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada yang orang mau merusak, tidak membuat penilaian objektif. Kita harus sama-sama jaga negara ini," ujar mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini.

Dia menilai penangkapan harus disertai dengan bukti kuat karena kalau tidak, akan menjadi senjata makan tuan.

"Tentu kepada aparat. Tetapi kita tentu akan menahan diri sampai kita mengatakan kalau tidak ada bukti kuat, ya anggap saja itu sebagai kritik," kata Mahfud.

Perppu Corona digugat, Mahfud MD tak gentar
Menko Polhukam Mahfud MD akui tidak gentar hadapi gugatan judicial review Perppu corona (MP/Asropih)

Menurut Mahfud jika hal dilontarkan dirasa sudah lebih dari kritik dan cenderung menyesatkan, maka hendaknya aparat bisa menahan diri, memancing dan membuktikan dahulu kalau langkahnya tidak keliru saat melakukan penangkapan.

"Jadi ini perlu kehati-hatian. Saya kira kami pemerintah itu juga sadar bahwa demokrasi itu meniscayakan adanya kritik," jelas Mahfud.

Mahfud juga memperingatkan masyarakat sipil untuk bisa menjaga kritik mereka agar tidak menjadi provokasi. Sebab perbincangan ranah privasi rentant terjadi peretasan yang dapat disalahgunakan.

"Jadi masyarakat harus hati-hati membuat pernyataan provokatif, harus jujur lah sekarang di tengah masyarakat itu banyak sekali berita sangat provokatif mengajak masyarakat ini ribut. Juga jaga hape kita agar tidak bisa diretas. Biasanya orang brutal itu kalau ingin menyembunyikan diri salah satunya dengan cara meretas punya orang," ujar Mahfud.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Diminta Hentikan Kriminalisasi Terhadap Ravio Putra

Mahfud menegaskan pemerintah sadar kehidupan berdemokrasi tentu berdampingan dengan kritik. Dia mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga keamanan negara.

"Kami, pemerintah juga sadar bahwa demokrasi itu meniscayakan adanya kritik. Kritik itu tidak dibunuh. Tapi di antara gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri adanya orang yang mau merusak, tidak pernah mau membuat penilaian yang objektif," sebut Mahfud.

"Untuk itu kita saling berhati-hati, untuk masyarakat dan aparat sipil mari kita bekerja sama untuk negara ini," tandas Mahfud. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH