Berkaca dari Kasus Muhammad Kece, Youtuber Diminta Mengindahkan Norma dan Etika Romo Benny Susetyo (kanan) saat Pertemuan Dialog Kerukunan Umat Beragama Katolik Tingkat Nasional di Denpasar, Minggu (11/10). (Foto: MP/Istimewa)

Merahputih.com - Video Muhammad Kece belakangan memicu kemarahan publik. Pasalnya, ia menyebarkan konten yang memprovokai kehidupan beragama.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mendorong kepolisian untuk menindak tegas Muhammad Kece. Youtuber itu dinilai telah meresahkan bahkan melukai nurani semua umat beragama.

“Yang sakral dan suci itu tidak bisa dijadikan bahan olok-olok”, ucapnya kepada Merahputih.com, Selasa, (24/8).

Baca Juga:

Bareskrim Gandeng Kemenkominfo Usut Dugaan Penistaan Agama oleh Muhammad Kece

Benny berharap kepada youtuber lain untuk konsisten menjaga dan mengindahkan norma-norma dan etika. Bukan dengan mencari kontroversi hanya sekedar untuk mendapatkan follower dengan menjelek-jelekan keyakinan agama.

“Kepada youtuber mengindahkan norma-moral dan etika, bukan mencari kontroversi hanya sekedar untuk menambah follower," harap Benny.

Rohaniwan Katolik ini bahkan mengajak kepada masyarakat tidak memberikan ruang kepada para youtuber tersebut seperti tidak memfollownya. Bahkan Kementerian Kominfo untuk memblock kanal youtube tersebut.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang merawat kemajemukan”, tutur Benny.

Tangkapan layar chanel MuhammadKece. (Foto: Youtube)
Tangkapan layar chanel MuhammadKece. (Foto: Youtube)

Benny juga mengajak kepada masyarakat mesti memperkuat dan memperkokoh nilai-nilai persatuan dengan merawat kemajemukan.

“Penting untuk merawat, menjaga keragaman kemajemukan tanpa menghina keyakinan agama siapapun," tutup Benny.

Sebagaimana diketahui, muncul sejumlah desakan agar pihak kepolisian menindak Youtuber M Kece karena diduga melakukan tindakan penghinaan dan penistaan agama.

Baca Juga:

Pemerintah Takedown 20 Video Muhammad Kece dari Youtube

(Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mabes Polri Usut Dugaan Keterlibatan Munarman di Jaringan Teroris Makassar
Indonesia
Mabes Polri Usut Dugaan Keterlibatan Munarman di Jaringan Teroris Makassar

Densus 88 segera menyampaikan perkembangan dari hasil penyidikan itu

Pinangki Diduga Masih di Rutan Kejagung, MAKI Sebut Ada Perlakuan Spesial
Indonesia
Pinangki Diduga Masih di Rutan Kejagung, MAKI Sebut Ada Perlakuan Spesial

"Jelas kejaksaan melakukan disparitas penegakan hukum. Kami akan lapor Jamwas dan Komjak atas perkara ini," ujar Boyamin kepada wartawan, Jumat (30/6)

[HOAKS atau FAKTA]: Mengundurkan Diri, Jokowi Pamit ke Menteri di Istana Negara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mengundurkan Diri, Jokowi Pamit ke Menteri di Istana Negara

“BERITA TERKINI ~ DETIK-DETIK JKW BERPAMITAN KEPADA PARA MENTERI UNTUK KELUAR DARI ISTANA NEGARA ?!?

Usulkan BIJB Kertajati Jadi RSD COVID-19, Legislator Gerindra: Daripada Mubazir untuk Tempat Swafoto
Indonesia
Usulkan BIJB Kertajati Jadi RSD COVID-19, Legislator Gerindra: Daripada Mubazir untuk Tempat Swafoto

Saat ini ada persoalan besar bangsa di depan mata yakni meningkatnya kasus dan jumlah kematian akibat virus corona di Indonesia

51 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Dipecat
Indonesia
51 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Dipecat

"Tidak bisa bergabung lagi dengan KPK," kata Alex, sapaan akrab Alexander Marwata.

DVI RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air
Indonesia
DVI RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

DVI Polri terus mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang

Di Jawa Barat, Dorongan Anies Maju Pilpres Dimulai Dari Bogor
Indonesia
Di Jawa Barat, Dorongan Anies Maju Pilpres Dimulai Dari Bogor

Gubernur Jakarta Anies Baswedan memiliki elektabilitas 88 persen dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 87,5 persen.

Jumlah Penambahan Pasien COVID-19 Makin Hari Terus Menurun
Indonesia
Jumlah Penambahan Pasien COVID-19 Makin Hari Terus Menurun

Penambahan kasus positif hari ini mengalami penurunan dibanding Kamis (26/8) sebanyak 16.899 kasus.

[HOAKS atau FAKTA]: Replika Firaun Mirip Wajah Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Replika Firaun Mirip Wajah Jokowi

Gambar wajah Presiden Jokowi dipotong.

Bacakan Pledoi, Kuasa Hukum Minta Christian Halim Dilepaskan dari Tuntutan Hukum
Indonesia
Bacakan Pledoi, Kuasa Hukum Minta Christian Halim Dilepaskan dari Tuntutan Hukum

Agenda sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penipuan terdakwa Christian Halim kembali digelar di PN Surabaya, Senin (19/4)