Berikut Progres Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia Ilustrasi - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen Dodik Widjanarko. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - TNI menyatakan proses pengusutan pelaku kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani masih panjang.

"Kemarin atau beberapa hari lalu polisi sudah sampaikan info jadi masih terlalu dini karena prosesnya masih panjang," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad, kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/11).

Ia mengatakan, masih banyak hal yang harus dilakukan dalam mengusut kasus tersebut. Saksi-saksi harus diperiksa, uji balistik, proses autopsi, dan lain sebagainya masih perlu dilakukan ke depan.

Baca Juga:

Delapan Oknum TNI AD Jadi Tersangka Pembakar Rumah Dinas Kesehatan di Intan Jaya

Terkait proses autopsi, dia mendapatkan informasi hal tersebut masih belum bisa dilakukan.

"Saat ini kepolisian sedang melaksanakan proses terus. Walaupun saya dengar ada juga bahwa belum bisa dilaksanakan autopsi sehingga itu juga jadi suatu permasalahan," kata dia.

Dia menyebut, saat ini banyak pihak yang menyampaikan hasil investigasi berkaitan dengan penembakan terhadap Pendeta Yeremia.

Ilustrasi - Menko Polhukam Mahfud MD saat menerima hasil investigasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya dari Komnas HAM. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)
Ilustrasi - Menko Polhukam Mahfud MD saat menerima hasil investigasi penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya dari Komnas HAM. (ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam)

Mulai dari Komnas HAM, tim investigasi yang digawangi aktivis Haris Azhar, hingga Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Dari hasil-hasil investigasi ini, Riad memastikan pihaknya berpedoman pada temuan TGPF Intan Jaya yang telah disampaikan Mahfud sebagai tim resmi yang dibentuk negara dalam pengungkapan perkara ini.

"Walau sudah banyak yang laksanakan (investigasi) misalnya tim independen Komnas HAM, tapi kita sementara ini masih berpedoman kepada apa yang disampaikan Menko Polhukam," kata dia.

Baca Juga:

TNI AD Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Penembakan Pendeta Yeremia

Sebelumnya, Mahfud mengungkap indikasi keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa yang menewaskan Yeremia.

Meski, begitu TGPF masih membuka kemungkinan ada keterlibatan pihak ketiga dalam kasus tersebut.

Sementara Komnas HAM secara gamblang menduga penembak Pendeta Yeremia adalah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan pengakuan Yeremia sebelum meninggal kepada dua orang saksi. (Knu)

Baca Juga:

Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Sanksi Dua Anggotanya yang 'Sambut' Rizieq Shihab

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Habib Luthfi Sebut Takut Beraktivitas Saat Pandemi Sebabkan Was-Was dan Mudah Dikompori
Indonesia
Habib Luthfi Sebut Takut Beraktivitas Saat Pandemi Sebabkan Was-Was dan Mudah Dikompori

Usaha ini juga mesti dibarengi dengan sikap menautkan hati hanya kepada Allah SWT

Kemenkeu Siapkan Skema Perpanjang 'Napas' PO yang Sudah di Ujung Tanduk
Indonesia
Kemenkeu Siapkan Skema Perpanjang 'Napas' PO yang Sudah di Ujung Tanduk

Skema kedua, yakni dukungan untuk pembiayaan bank dan nonbank memberikan kredit

Pertambahan Kasus COVID-19 di Jakarta Pesat, Rumah Sakit Terancam Penuh
Indonesia
Pertambahan Kasus COVID-19 di Jakarta Pesat, Rumah Sakit Terancam Penuh

Kekurangan tempat tidur terjadi di RS yang hanya memiliki tempat tidur ICU kurang dari 10.

Pasien Positif COVID-19 di DIY Kini 1.445
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di DIY Kini 1.445

Tambahan kasus pada Selasa ini berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium di DIY terhadap 462 sampel spesimen dari 385 orang.

Ilmuwan Ungkap Kenapa Virus Corona Sangat Mudah Menyebar
Indonesia
Ilmuwan Ungkap Kenapa Virus Corona Sangat Mudah Menyebar

Para ilmuwan tersebut mempelajari kain penyeka hidung dan tenggorokan dari 18 pasien yang terinfeksi virus corona baru.

Realisasi Penyaluran Dana Pemerintah di Bank Capai Rp49,6 Triliun
Indonesia
Realisasi Penyaluran Dana Pemerintah di Bank Capai Rp49,6 Triliun

OJK akan terus memantau agar perbankan terus mengakselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya pemulihan sektor riil.

 Pasien Gejala Ringan yang Mengisolasi Diri di Rumah Wajib Menjaga Kondisi Tubuh
Indonesia
Pasien Gejala Ringan yang Mengisolasi Diri di Rumah Wajib Menjaga Kondisi Tubuh

Sementara bagi anggota kelurga dan tetangganya harus tetap memberikan dukungan kepada seseorang yang tengah mengisolasi dirinya.

Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja

Unggahan dari akun @TMCPoldaMetro soal UU Omnibus Law – Cipta Kerja membuat geger warganet.

Manfaatkan Pandemi COVID-19, Pintech Ilegal Semakin Menjamur
Indonesia
Manfaatkan Pandemi COVID-19, Pintech Ilegal Semakin Menjamur

Data jumlah total fintech peer to peer lending ilegal yang telah ditangani satgas sejak 2018 sampai Juni 2020 sebanyak 2.591 entitas.

DPR Ingatkan Pemerintah, Longgarkan PSBB Harus Berdasarkan Data
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah, Longgarkan PSBB Harus Berdasarkan Data

Data lain menunjukkan bahwa kapasitas harian tes PCR masih belum mencapai target yang ditetapkan Presiden