Relasi
Beri Kesan Terbaik dengan Pakai Masker Saat Kencan Masker dapat menghambat komunikasi? (Foto: 123RF/milkos)

SEBUAH penelitian telah mengungkapkan bagaimana praktik terbaik untuk berkencan saat pandemi dan itu melibatkan pemakaian masker.

Masker memang menyembunyikan beberapa fitur wajah yang penting. Terutama bila dipakai dengan benar, menutupi mulut dan hidung. Namun ingat juga bahwa terkadang less is more. Apalagi jika kamu berdua masih bisa melihat mata satu sama lain, yang merupakan jendela jiwa, sekaligus kunci untuk mengeratkan hubungan.

Baca Juga:

Putus Cinta Bisa Sebabkan Penurunan Berat Badan

kencan
Melihat mata satu sama lain, yang merupakan jendela jiwa, sekaligus kunci untuk mengeratkan hubungan.. (Foto: 123RF/Nicolas Menijes Crego)

Pengacara dan analis perilaku Wendy L. Patrick, J.D., Ph.D. menjelaskan, idealnya, memeriksa saksi melibatkan melihat wajah. Untuk tujuan ini, proses pengadilan pandemi telah menyediakan masker transparan bagi saksi agar juri dapat lebih memahami kredibilitasnya.

"Pembacaan wajah terjadi dalam banyak konteks lain, termasuk dalam lingkup yang lebih personal. Ini terutama benar ketika dua orang baru saja mengenal satu sama lain," tambah penulis buku Red Flags itu dalam artikelnya di psychologytoday.com (9/2).

Menurut penelitian, meskipun masker dapat mengurangi isyarat wajah dan memengaruhi kemampuan membaca emosi. Namun kontak mata dapat meningkatkan Keinginan berbagi hal-hal personal yang seringkali mengarah pada perkembangan hubungan yang sehat.

Baca Juga:

Dampak Mengerikan dari Depresi yang Jarang Diketahui

kencan
Masker dapat mengurangi isyarat wajah dan memengaruhi kemampuan membaca emosi. (Foto: 123RF/Maksim Shmeljov)

Mathias Schlögl dan Christopher A. Jones, dalam sebuah artikel tentang komunikasi selama COVID-19 berjudul Impacts of Face Coverings on Communication (2020), menyadari bahwa komunikasi nonverbal sama pentingnya dengan komunikasi verbal. Mereka mencatat, masker membuat komunikasi nonverbal menjadi lebih sulit. Apalagi ekspresi wajah memiliki kesamaan di seluruh budaya untuk menunjukkan emosi dari kebahagiaan hingga kesedihan, dan kemarahan hingga ketakutan.

Gabrielle H. Saunders dkk. dalam artikel itu memperhatikan bahwa masker mengubah transmisi suara dan menghilangkan isyarat pembacaan ucapan yang terlihat, serta mengurangi visibilitas ekspresi wajah.

Mereka mengakui bahwa masker membatasi kemampuan kita untuk melihat ekspresi wajah yang mengekspresikan kebahagiaan dan juga rasa jijik. Tetapi menyadari bahwa hal itu memiliki dampak yang lebih kecil pada kemampuan kita untuk mengenali kejutan, kemarahan, dan ketakutan.

Penemuan ini juga telah diilustrasikan dalam studi tentang perempuan yang mengenakan pakaian Muslim dengan penutup wajah seperti niqab atau hijab, serta melalui studi sistematis yang mencakup berbagai area wajah.

Baca Juga:

Balas Dendam Perlu Enggak Sih?

kencan
Kontak mata memainkan peran dalam pengembangan ketertarikan romantis. (Foto: 123RF/Anna Tolipova)

Hollyanna Marler dan Annabel Ditton, dalam I'm Smiling Back at You (2020), mencatat bahwa dalam penelitian dengan situasi kerja tenaga kesehatan, diketahui pemakaian masker menurunkan persepsi pasien terhadap empati dokter, perhatian, kecerdasan emosional, dan keterampilan interpersonal.

Namun, mereka juga mengakui bahwa orang menggunakan isyarat ekspresi yang ditampilkan oleh mulut untuk merasakan emosi. Sejauh mana kita fokus pada isyarat dari mulut dibandingkan dengan mata, bergantung pada berbagai faktor, termasuk budaya. Pengamatan ini penting dalam situasi personal karena perkembangan hubungan romantis sering kali melibatkan kontak mata yang berkelanjutan.

Emmelyn A.J. Croes dkk. dalam The Role of Eye-Contact in the Development of Romantic Attraction (2020) menyelidiki dalam sebuah studi kencan kilat, bagaimana kontak mata memainkan peran dalam pengembangan ketertarikan romantis. Meskipun mereka tidak menemukan dampak langsung dari kontak mata pada ketertarikan romantis, tapi ditemukan ada lebih banyak pengungkapan diri lebih personal yang dilakukan, meskipun ada lebih sedikit pertanyaan intim. Kontak mata mengakibatkan perilaku pencarian informasi berkurang dan dalam hal mengajukan pertanyaan, tetapi lebih banyak dalam hal berbagi informasi pribadi.

Karena berbagi informasi merupakan bagian integral dari mengembangkan romantisme, kencan pada masa pandemi dengan masker dapat memberikan kesempatan bagi pasangan untuk saling mengenal dan membangun keintiman antarpribadi. Situasi ini pun lebih cenderung mengarah pada hubungan yang memuaskan, sehat, dan berkualitas. (aru)

Baca Juga:

Pria, Hindari 5 Tipe Perempuan Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Album Billie Eilish 'Happier Than Ever' Rajai Tangga Lagu Inggris
ShowBiz
Album Billie Eilish 'Happier Than Ever' Rajai Tangga Lagu Inggris

Penjualan album kedua ini mencapai 39.000 penjualan.

Puasa Main Game Sebulan, Kenapa Tidak?
Fun
Puasa Main Game Sebulan, Kenapa Tidak?

Ada banyak hal positif yang bisa kamu lakukan saat berani enggak main game selama sebulan

Gaya Rok untuk Comeback ENHYPEN
ShowBiz
Gaya Rok untuk Comeback ENHYPEN

Terlihat fashionable.

Anak Demam Santai Saja ya
Fun
Anak Demam Santai Saja ya

Kenali tips penanganan yang tepat bila anak demam

Blue Ivy Carter Jadi Pemenang Termuda Piala Grammy Awards Ke-63
ShowBiz
Blue Ivy Carter Jadi Pemenang Termuda Piala Grammy Awards Ke-63

Menjadikannya penerima termuda kedua dalam sejarah Grammy.

Konyol, Dua Perempuan Muda Menyamar jadi Nenek agar dapat Vaksin COVID-19
Fun
Menikmati Manfaat Cangkang Telur
Hiburan & Gaya Hidup
Menikmati Manfaat Cangkang Telur

Satu cangkang telur mengandung sekitar 40% kalsium.

Yes, Ada Tempat untuk Melepaskan Amarah
Fun
Yes, Ada Tempat untuk Melepaskan Amarah

Tempat tersebut bernama “The Rage Room” yang berupa sebuah tempat ini kamu bebas buat marah-marah dan untuk melepaskan amarah

Playstore Hilangkan Aplikasi Barcode Scanner
Fun
Playstore Hilangkan Aplikasi Barcode Scanner

Playstore melakukan ini karena menemukan malware.