Berhadapan Langsung Massa Kontra, Aksi Pendukung Anies Bisa Timbulkan Korban Jiwa Polisi menenangkan massa yang hampir bentrok saat berdemo di sekitar Balai Kota DKI, Selasa (14/1). (MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Pengamat politik Wempy Hadir mengkritik aksi reaksioner dan tempramental yang ditunjukkan massa pro Gubernur DKI Anies Baswedan saat demo di Balai Kota. Apalagi, mereka sampai mengancam dan menghina massa kontra yang menggelar aksi berbarengan.

Menurut Wempy, aksi reaksioner yang dilakukan oleh kubu pendukung Anies malah memberikan citra negatif terhadapnya.

Baca Juga:

Anies Diteriaki ' Gubernur Rasa Presiden' oleh Massa di Balai Kota

"Mestinya Anies menerima para pendemo untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka. Dengan demikian semua persoalan ada jalan dialog. Ketika tidak ada ruang dialog, maka chaos bisa terjadi," kata Wempy kepada merahputih.com, di Jakarta, Selasa (14/1).

Wempy melanjutkan, massa pro Anies seharusnya bisa lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai tuntutan warga.

"Sebagai warga, mestinya Anies dengan gentle menerima. Jangan membiarkan para pendukungnya yang menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasi," terang Wempy.

Ia khawatir, aksi ke depannya bisa menimbulkan korban jiwa jika pendukung Anisa tak "dinasehati".

"Karena sangat rentan terjadi benturan fisik yang bermuara pada anarkis dan dapat menimbulkan korban jiwa," papar Direktur Indo Polling Network ini.

Ormas Bang Japar berdemostrasi di sekitar Balai Kota Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)
Pendukung Gubernur Anies Baswedan berdemostrasi di sekitar Balai Kota Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)

Wempy melihat, demo yang terjadi Selasa (24/1) hari ini tak lepas dari pembelahan dukungan dari politik Pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu.

"Artinya orang yang setia terhadap Anies masih mendukungnya hingga saat ini," jelas Wempy

Wempy melihat bahwa apa yang dilakukan oleh kubu kontra merupakan bagian dari kewajiban warga untuk meminta pertanggungjawaban pemimpin daerah dalam mengurus berbagai persoalan Jakarta.

Sebelumnya, massa kontra Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan long march ke Patung Kuda. Ada insiden pelemparan botol air mineral ke massa kontra Anies.

Baca Juga:

Terinspirasi Lengsernya Soeharto, Dewi Tanjung Percaya Diri Turunkan Anies

Pantauan di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/1), sekitar pukul 14.12 WIB, insiden ini terjadi saat massa kontra Anies Baswedan long march dan beryel-yel. Mereka bernyanyi, "Nies, Anies, cepatlah mundur sekarang".

Beberapa massa pro Anies Baswedan yang berada di luar Balai Kota DKI Jakarta berteriak balik ke massa kontra Anies. Mereka juga beryel-yel.

"Woy bayaran!" kata massa pendukung Anies.

Sejurus kemudian botol-botol berterbangan ke arah massa kontra Anies. Ada sekitar 5-6 botol yang terlihat melayang di udara.

Massa kontra Anies tetap lanjut long march ke Patung Kuda. Polisi yang mengawal demo ini meminta massa tenang. "Cukup, cukup," kata polisi. (Knu)

Baca Juga:

Dipengaruhi Kabar Hoaks, Pendukung Anies Ngamuk dan Ancam Menyerang


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH