Bergabungnya BTP Bikin Elektabilitas PDI Perjuangan Terjun Bebas Direktur Lembaga Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Dalam dua survei teranyar khususnya yang dirilis pada bulan Februari, elektabilitas PDI Perjuangan cenderung menurun bahkan boleh dikatakan terjun bebas. Apa ada dengan PDI Perjuangan?

Analis dan pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago membeberkan salah satu faktor yang menyebabkan PDIP terjun bebas. Menurut Pangi, penyebab utamanya terletak pada bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama atau BTP ke partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Peneliti pada Voxpol Center menilai BTP memberikan sentimen negatif lantaran dicap sebagai penista agama dan secara langsung berdampak pada PDI Perjuangan.

Menurut Pangi, elektabilitas PDIP yang turun karena ada pengaruh dari pemilih sosiologis. Oleh karena itu, pemilih tersebut masih menyimpan luka terkait dengan sikap BTP. Hal ini perlu waktu untuk mengobatinya.

BTP bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
BTP besama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (MP/Rizki Fitrianto)

"PDIP harus segera 'recovery', ditambah lagi bergabungnya Ahok ke PDIP sintemen negatif dan mempertegas bahwa PDIP partai pendukung penista agama," kata Pangi Syarwi Chaniago sebagaimana dilansir Antara.

Pangi lebih lanjut mengatakan bahwa elektabilitas PDIP bergantung pada Presiden Jokowi. Jika Jokowi sukses, citra PDIP makin bagus dan dianggap sukses.

Dengan demikian, secara tidak langsung berdampak pada kenaikan elektabilitas partai berlambang banteng tersebut.

"Suksesnya dan bagusnya citra Jokowi maka menjadi sukses PDIP," kata Pangi di Jakarta, Sabtu (23/2).

Pangi Syarwi Chaniago menuturkan bahwa turunnya elektabilitas Jokowi punya dampak secara langsung terhadap elektabilitas PDIP.

"Ini konsekuensi dari efek ekor jas (coctail effect). Maka, bisa jadi elektabilitas Prabowo naik, otomatis elektabilitas Gerindra ikut naik," kata Pangi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center and Research Consulting ini menambahkan bahwa selama ini PDIP masih gagal memperluas ceruk pasar pemilih dan hanya mempertegas serta memperkuat basis ceruk segmen pemilih nasionalis.

"PDIP masih gagal dalam ekspansi penetrasi pada zonasi wilayah kantong pemilih muslim. PDIP harus segera melakukan 'recovery' dan memperluas kantong basis suara dan jangan hanya terjebak pada basis pemilih nasionalis," pungkasnya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Empat Tahun Dampingi Jokowi, Wapres Jusuf Kalla Bocorkan Rahasia Ini



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH