Berenang Membuat Stres Turun Berenang merupakan aktivitas yang menyenangkan. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

SELAIN menyenangkan, berenang juga merupakan olahraga aerobik yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Berenang menawarkan hasil latihan yang unik. Berikut enam manfaat berenang yang dapat meningkatkan kesehatan kamu.

Baca Juga:

Langkah Sederhana untuk Tubuh Ramping

1. Gerak tubuh

renang
Berenang merupakan aktivitas yang menggerakan seluruh tubuh. (Foto: Pixabay/12019)


"Ketika berenang, kita menggunakan seluruh bagian tubuh mulai dari bagian atas hingga bawah besar dari tubuh bagian atas dan bawah saat berenang," jelas Brian Wright, profesor kinesiologi di DePauw University. Gaya renang yang berbeda bekerja untuk bagian otot yang berbeda. Misalnya gaya bebas yang menekankan otot bahu dan dada dan termasuk tendangan yang melibatkan paha belakang. Gaya punggung melatih otot bahu posterior dan punggung atas yang meningkatkan postur tubuh yang baik. Gaya dada melatih otot bisep, trisep, dada, lat, deltoid, dan paha bagian dalam.

2. Bakar kalori

renang
Kalori dapat terbakar dengan maksimal. (Foto: Pixabay/Survivor)

Menggerakkan semua otot membutuhkan banyak energi dan membakar banyak kalori. Semakin giat latihannya, semakin banyak kalori yang kamu bakar. Berenang santai, membakar sekitar 220 kalori setiap 30 menit pada orang dengan berat 155 pon. Padahal, pukulan yang lebih kuat seperti kupu-kupu telah mencatat pembakaran lebih dari 400 kalori setiap 30 menit.

Jumlah kalori yang dibakar juga bergantung pada seberapa terampil Anda sebagai perenang. "Perenang yang baik akan bergerak melalui air dengan mudah dan akan mengeluarkan lebih banyak kalori," kata Lori Sherlock, profesor fisiologi olahraga di West Virginia University yang mengkoordinasikan terapi akuatik sekolah.

3. Meningkatkan kesehatan jantung

berenang
Mampu membuat jantung lebih sehat. (Foto: Pexels/Pixabay)

The American Heart Association menyarankan dua setengah jam per minggu aktivitas fisik intensitas sedang untuk kesehatan yang optimal. Berenang dapat memberikan latihan yang sama baiknya dengan aktivitas di darat seperti bersepeda, berjalan kaki, atau kelas dansa.

Faktor lainnya adalah tekanan hidrostatis, yang merupakan gaya yang diberikan fluida pada suatu benda. Tekanan air pada tubuh mendorong darah ke jantung dan meningkatkan sirkulasi. Semakin dalam tubuh kita terendam maka semakin besar tekanannya. "Saran terbaik saya adalah bekerja pada semua tingkat intensitas, jika itu sesuai secara medis," saran Sherlock.

Baca Juga:

Stretching Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung?

4. Kegiatan berdampak rendah

berenang
Tak perlu menahan berat tubuh. (Foto: Pexels/Toa Heftiba ?inca)

Tubuh terapung di dalam air, yang mengurangi berat badan sekitar 90% saat seseorang terendam hingga setinggi dada.

“Karena aktivitasnya kurang menahan beban, kelompok orang tertentu dapat memanfaatkannya jika mereka ingin aktif. Seseorang juga dapat terus melakukannya hingga usia tertentu, berbeda dengan aktivitas menahan beban seperti berlari,” tutur Wright.

Orang yang merasakan sakit, seperti nyeri sendi saat berolahraga di darat dapat menikmati lebih banyak kebebasan bergerak di dalam air. Selain itu, tekanan hidrostatis dapat membantu mengurangi kepekaan nyeri pada persendian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan radang sendi, masalah leher dan punggung, fibromyalgia, dan obesitas dapat memperoleh manfaat paling besar dari olahraga berbasis air.

5. Meredakan stres

berenang
Mampu membuat tingkat stres turun. (Foto: Pixabay/Pexels)

Aktivitas fisik secara teratur, termasuk berenang dikaitkan dengan penurunan tingkat stres psikologis dan perbaikan suasana hati. Jika dilakukan dengan teknik yang benar, gerakan renang melibatkan pernapasan ritmis yang dapat memicu sistem saraf parasimpatis, bagian dari sistem saraf yang bertanggung jawab untuk istirahat dan relaksasi. Banyak orang merasa tekanan air seperti pelukan yang merilekskan.

6. Baik untuk penderita asma

berenang
Di luar perlombaan, berenang merupakan kegiatan yang aman bagi penderita asma. (Foto: Pexels/Tofroscom)

Berenang mungkin merupakan aktivitas yang lebih aman bagi penderita asma. Kecuali untuk perlombaan kompetitif, renang mengerahkan tenaga yang stabil dan sedang dibandingkan dengan olahraga yang melibatkan pernapasan berat dan berulang, seperti lari jarak jauh. Kolam renang dalam ruangan adalah lingkungan yang hangat dan lembab dengan lebih sedikit alergen.

Wright menuturkan bahwa sibandingkan aktivitas luar ruangan seperti bersepeda atau hiking, orang-orang cenderung tidak mengalami serangan asma saat berenang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berenang dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. (avia)

Baca Juga:

Hati-Hati Pilek Kelamin Sebabkan Kemandulan

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH