Beredar Video Panas Diduga Artis Heboh di Media Sosial, Polisi Diminta Tangkap Penyebarnya Ilustrasi. (Foto: MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Pengguna media sosial dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang mirip dengan salah satu artis ternama.

Ketua Umum Aliansi Pejuang Muda Indonesia (APMI) Febriyanto Dunggio menyayangkan munculnya video panas yang disebut-sebut berinisial GA itu. Pihaknya pun resmi membuat laporan kepolisian.

"Kami resmi hari ini melaporkan konten tersebut ke Polda Metro Jaya karena dinilai meresahkan yang dapat merusak anak bangsa sebagaimana laporan polisi Nomor LP/6608/XI/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ Tertanggal 07 November 2020," kata Febri kepada wartawan, Minggu (8/11).

Baca Juga:

Tito Bakal Pidanakan Praja IPDN Pelaku Kekerasan

Menurut Febri, konten pornografi yang disangkut-pautkan dengan aktris Gisel itu merupakan pelanggaran serius dalam Undang-Undang Infromasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Kontennya sudah jelas bermuatan pelanggaran dan tindak pidana serius baik menurut UU Pornografi dan UU ITE soal larangan asusila," ujarnya.

Maka dari itu, ia merasa perlu untuk dilakukan penindakan tegas oleh aparat kepolisian agar preseden buruk semacam ini tidak terulang kembali.

"Harus ada efek jera baik pelaku yang membuatnya, mengedit dan semua yang menyebarkan sudah semestinya layak diproses hukum," tegas Febri.

Febri menekankan, ada dugaan melibatkan nama baik publik figur sehingga kasus tersebut dianggap menjadi sangat penting.

"Khususnya soal prinsip equality before the law, di mana setiap warga negara memiliki persamaan di hadapan hukum, tentunya bila bercermin dari beragam kasus asusila yang pernah terjadi yang menyeret juga artis kenamaan bukan hal baru seperti video artis berinisial A dahulu seorang personil band yang pernah diputus bersalah dengan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 250 juta oleh PN Bandung. Maka tidak boleh ada yang kebal hukum, polisi harus proses," paparnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Bagi Febri, jika aparat kepolisian tidak melakukan tindakan yang tegas, ia khawatir akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat, terlebih lagi saat ini akses informasi sangat mudah sekali didapat oleh publik.

"Karena ini diduga menyangkut seorang publik figur atau mirip dengan seorang artis yang dinilai dapat punya pengaruh buruk di masyarakat karena ada yang mengidolakan, tentu menarik dan menjadi ramai dibicarakan baik di media sosial hingga media online," lanjut Febri.

Terakhir, praktisi hukum ini meminta dengan tegas aparat Kepolisian segera membongkar kasus tersebut secepat mungkin.

"Jadi kami mendorong pihak penegak hukum dengan mengambil inisiatif untuk melaporkan dan menyelidiki dan membongkar skandal tak bermoral ini, karena ini akan merugikan masa depan anak-anak bangsa," tuntutnya.

Tidak hanya kepada Polri, Febri juga meminta kepada Pemerintah untuk mencegah berbagai upaya penyebaran konten-konten yang bermuatan tentang pelanggaran kesusilaan.

"Dan kami juga meminta pemerintah tolong agar berperan aktif lagi mencegah penyebarluasan konten-konten pornografi ini," tambah Febri.

Dalam laporan itu, Febri sebagai pelapor meminta agar para pelaku dan semua yang terlibat ditangkap. Dan ia juga menyerahkan beberapa barang bukti kepada polisi untuk menjadi titik awal penuntasan kasus tersebut.

"Adapun untuk melengkapi laporan, kami juga menyerahkan barang bukti berupa 1 (satu) unit USB berisi link url video asusila dari akun twitter para penyebarnya dan screenshot tangkapan gambar," ucap Febri.

Baca Juga:

Polri Prihatin Tiktok dan Youtuber Lebih Dikenal Anak Indonesia Dibanding Pahlawan

Saat ini, Febri memaparkan bahwa para pelaku terancam dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 1 dan atau pasal 45 ayat 1 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE dan atau Pasal 4 ayat 1 Jo asal 29 UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan atau Pasal 8 Jo Pasal 34 UU No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.

Kabid Humas Pold Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya masih mengechek soal adanya video yang diduga artis GA tersebut.

"Nanti kita akan cek semuanya, polda metro akan mengecek apa betul dan kita harus menunggu seperti apa. Kita harapkan adanya laporan," jelas Yusri.

Penyidik kini tengah mencari tau siapa yang menyebarkan pertama.

"Yang paling utama nanti yang menyebarkan pertama dan yang masih menyebarkan akan kita lakukan penyelidikan," terang Yusri. (Knu)

Baca Juga:

Polri Prihatin Tiktok dan Youtuber Lebih Dikenal Anak Indonesia Dibanding Pahlawan

Buku Kuno Ini Bisa Membunuh Orang
Fun
Genangan Air yang Bikin Heboh di Medsos
Fun
Buku Kuno Ini Bisa Membunuh Orang
Fun
Genangan Air yang Bikin Heboh di Medsos
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harlah Pancasila di Tengah Corona, Negara Harus Hadir Urus Warga Terdampak
Indonesia
Harlah Pancasila di Tengah Corona, Negara Harus Hadir Urus Warga Terdampak

"Ada banyak yang kehilangan pekerjaan dan di-PHK. Mereka tentu saat ini kesusahan. Atas nama kemanusiaan, kita semua wajib memberikan pertolongan kepada mereka" ungkap dia.

 Komnas HAM Berharap Pemerintah Cermat Dalam Wacana Pemulangan WNI Simpatisan ISIS
Indonesia
Komnas HAM Berharap Pemerintah Cermat Dalam Wacana Pemulangan WNI Simpatisan ISIS

"Pemerintah tidak boleh berlama-lama, jangan jadi polemik politik, ini bukan isu politik, ini isu hukum. Juga bukan isu kemanusiaan, ini soal hukum," kata Taufan.

Tingkat Keterisian RS COVID-19 di DKI Capai 79 Persen
Indonesia
Tingkat Keterisian RS COVID-19 di DKI Capai 79 Persen

Keterpakaian tempat tidur rawat inap dan ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 di Jakarta terjadi peningkatan selama sebulan terakhir.

Komisaris PT Taspen Raih Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi
Indonesia
Komisaris PT Taspen Raih Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi

Penganugerahan ini dalam rangka menyambut HUT ke-75 RI

Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Anak Buah Rizieq Shihab Negatif Corona
Indonesia
Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Anak Buah Rizieq Shihab Negatif Corona

Sebelum menjalani pemeriksaan, Haris menjalani tes COVID-19 dengan metode swab antigen dan hasilnya non reaktif.

Pemkot Solo Buka 846 Lowongan CPNS 2021, Ini Formasinya
Indonesia
Pemkot Solo Buka 846 Lowongan CPNS 2021, Ini Formasinya

"Sebanyak 846 CPNS tersebut merupakan akumulasi kebutuhan pegawai pada 2020 dan 2021.Kami terakhir melakukan perekrutan CPNS pada 2019," ujar Lisino

PKS Tolak RUU Cipta Kerja Ditetapkan Jadi Undang-Undang
Indonesia
PKS Tolak RUU Cipta Kerja Ditetapkan Jadi Undang-Undang

40 tempat usaha di Jakarta Timur berhenti beroperasi setelah ditutup sementara

Update COVID-19 Sabtu (9/5): 13.646 Kasus Positif, 2.607 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (9/5): 13.646 Kasus Positif, 2.607 Pasien Sembuh

Terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak 16 orang

BREAKING NEWS: Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak di Perairan Kepulauan Seribu
Indonesia
Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19
Indonesia
Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat akan menggunakan kantor dinas dan gelanggang olahraga (GOR) untuk rumah sakit darurat penanganan COVID-19.