Bercinta Pun Bisa Curang, Ini Tanda-Tandanya Yang curang bisa kamu atau dia (Foto: Pixabay/RyanMcGuire)

BIASANYA kecurangan terjadi dalam sebuah perlombaan. Tapi kecurangan juga bisa terjadi dalam sebuah hubungan seks atau percintaan.

Ya, yang curang bisa dari pria atau si perempuan itu sendiri. Pernahkah kamu mengalaminya?

"Mereka melakukan hubungan seks agar senang dan tidak melakukan terlalu banyak pekerjaan," kata Dr Juan Camarena, terapis seks bersertifikat.

Maksud Camarena seseorang yang curang dalam bercinta ialah mereka yang terlalu buru-buru. Tapi ingin pasangan mereka 'berperan' baik di atas ranjang.

Bercinta seharusnya sama-sama membuat kedua belah pihak senang. Tapi menurut laman Men's Health, bisa jadi salah satu pihak melakukan kecurangan dalam percintaan. Seperti apakah tanda-tanda kamu atau dia melakukan kecurangan di atas ranjang?

1. Buru-buru saat melakukan foreplay

Jangan ingin cepat-cepat masuk ke menu utama (Foto: Pexels/Zun Zun)

Foreplay merupakan bagian terpenting dalam sebuah percintaan. Tapi sayangnya banyak pasangan yang mengabaikan foreplay.

Mereka terlalu buru-buru untuk masuk ke menu utama agar cepat mengalami orgasme. Padahal foreplay dan orgasme sama-sama memiliki sensasi yang penuh kenikmatan.

Namun, beda cerita jika pasangan kamu melewati foreplay karena alasan takut 'kalah' duluan. Alasan itu masih bisa diterima.

Tapi pasangan kamu bisa dikatakan curang jika melewati foreplay karena ingin cepat-cepat masuk ke menu utama. Intinya pengalaman bercinta yang sempurna harus memiliki menu foreplay di dalamnya.

2. Dia mengabaikan kamu setelah permainan selesai

Jangan lewatkan afterplay (Foto: Pexels/Rene Asmussen)

Anggap kamu sudah melewati fase foreplay dengan sempurna. Kemudian kamu dan dia masuk ke menu utama. Berbagai gaya kamu lakukan dan akhirnya kalian mencapai orgasme.

Pertanyaan selanjutnya apakah pasangan kamu langsung tidur setelah pertempuran selesai?

Jika iya pasangan kamu juga melakukan kecurangan. Sebab setelah permainan selesai masih ada lagi fase afterplay. Ya, jadi jangan langsung tidur.

Minimal kamu dan dia bisa saling berpelukan. Lalu saling memberikan pujian atas kehebatan kalian berdua di atas ranjang.

3. Membuat pasangan orgasme karena ingin hebat, bukan ingin memuaskan pasangan

Niat membuat dia orgasme harus karena ingin dia merasa puas (Foto: Pexels/Timothy)

Berbicara soal orgasme harus sedikit hati-hati. Mungkin kamu memang ahli membuat dia orgasme. Tapi keahlian kamu ini bisa-bisa menjadi masalah dalam bercinta.

Keahlian membuat pasangan orgasme harus berdasarkan keinginan agar pasangan kamu senang. Jangan menjadikan keahlian kamu ini semata-mata menjadi tolak ukur kesuksesan kamu dalam bercinta.

Jika kamu begitu, tandanya kamu curang. Kamu hanya memikirkan 'misi' kamu sendiri. Bukan karena ingin pasangan kamu mendapatkan kepuasan bercinta.

Sahabat Merah Putih, mengatasi masalah kecurangan seks ini mudah. Yang penting kamu berdua harus saling berkomunikasi.

Sampaikan jika ada bagian dalam percintaan yang enggak kamu suka. Lalu cari solusinya bersama. (ikh)

Baca juga: Mencapai Orgasme Bersama Bukanlah Hal Mustahil!

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH