Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Rabu (21/6)

Pemuda Dayak Kenyah Uma'lung yang tinggal di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Utara sedang bersiap untuk berburu. Sejumlah perlengkapan berburu hingga anjing peliharaan pun dinaikkan ke atas perahu. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Dengan menggunakan perahu bermotor, sejumlah pemuda Dayak Kenyah Uma'lung menuju hutan adat Tana' Ulen. Hutan ini sangat mereka hormati dan dijaga kelestariannya. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Masyarakat Dayak memulai berburu selepas musim panen dan dilakukan secara berkelompok, hasil buruannya pun tidak dijual namun dibagi sesuai kebutuhan yang ikut berburu. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Masyarakat Dayak masih menggunakan alat tradisional dalam berburu seperti mandau, sumpit, dan tombak. Namun, mereka terkadang juga menggunakan senapan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Sumpit merupakan senjata tradisional suku Dayak yang paling efektif. Tidak mengeluarkan bunyi, tapi mematikan. Sumpit terbuat dari kayu ulin yang panjangnya bisa mencapai tiga meter, serta dapat digunakan sebagai tombak. Sementara, anak sumpit terbuat dari bilah bambu yang diolesi getah beracun. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Selain berladang dan beternak, masyarakat suku Dayak di Desa Setulang masih sering melakukan tradisi berburu sebagai mata pencaharian. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Masyarakat Dayak Desa Setulang berharap kearifan lokal yang mereka jaga dapat lestari hingga anak cucu. Mereka juga berharap hutan adat tetap terjaga, walaupun saat ini beberapa perusahaan menginginkan agar hutan tersebut dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)