berita-singlepost-banner-1
Berbagi Cawagub dengan Gerindra, Lobi Politik PKS Dinilai Lemah Cawagub DKI dari PKS, Nurnansjah Lubis. Foto: Twitter @nurmansjahlubi
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun mengaku aneh sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lantaran tidak ngotot memperebutkan kursi jabatan wakil gubernur (Wagub) DKI.

Padahal pada November 2018 lalu Prabowo Subianto berpesan bahwa setelah ditinggal Sandiaga Uno karena fokus cawapres maka wagub DKI jatahnya PKS.

Baca Juga

PKS Minta KPK Turun Tangan Awasi Pemilihan Wagub DKI

Ubedilah pun lantas menilai, bahwa partai yang dikomandoi Sohibul Iman tak punya lobi-lobi yang bagus, sehingga pemilihan cawagub DKI dari PKS mandek di DPRD DKI.

"PKS seolah tidak punya keterampilan loby-loby politik. Mentok. Saya amati efek psikologis politiknya dalam budaya politik Indonesia, unik juga, terlihat mengalah namun mendapat simpati publik karena terkesan mengutamakan kepentingan warga Jakarta agar segera punya wagub, kasian Gubernur Anies diserang sendirian. Seperti itu kira kira bacaan sosiologis psikopolitiknya," tegas Ubed saat dikonfirmasi, Selasa (28/1).

Bang Ancah
Cawagun DKI dari PKS, Nurmansjah Lubis. Foto: @nurmansjahlubis

Adapun Partai Gerindra dan PKS masih berebut menempatkan kader mereka untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dua nama cawagub baru itu yakni Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansjah Lubis dari PKS.

Menurut Ubed, calon sebelumnya padahal sangat menguntungkan PKS hanya saja PKS tak memanfaatkan kesempatan itu. Dua nama wagub sebelumya adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Baca Juga

Soal Pemilihan Wagub DKI, PKS Dinilai Terlihat Mengalah tapi Dapat Simpati

"Saya salah satu panelis bersama Prof.Dr.Eko Prasojo, Prof.Dr.Siti Zuhro dan politisi Gerindra mas Syarif untuk menguji kader mereka. Hasilnya muncul dua nama, Syaikhu dan Agung Yulianto. Proses politik berikutnya mandeg di DPRD DKI. Sampai kemudian kini muncul dua nama baru, Riza Patria dan Nurmansyah Lubis," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

berita-singlepost-mobile-banner-3

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6