Berawal dari Keprihatinan, Bocah ini Buat Buku Tentang Budaya Betawi Frances Caitlin Tirtaguna (Sumber/Ist)

SAAT ini banyak anak muda yang tak peduli dengan budaya tradisional. Tak heran kalau beberapa budaya asli Indonesia kian lama kian menghilang.

Namun hal tersebut bukan untuk Frances Caitlin Tirtaguna, bocah berusia 15 tahun dari sekolah Binus School Simprug. Di usianya yang sangat muda, Frances, membuat novel bertemakan budaya ondel-ondel dengan judul Ondel-ondel Galau.

Pada awalnya, remaja yang menjadi salah satu wakil Indonesia untuk Asia Pacific Young Leaders Convention 2018 di Singapore itu mengaku sedih melihat ondel-ondel mengamen di kemacetan Jakarta. Hingga kemudian ia mencari tahu tentang budaya tersebut di berbagai sumber termasuk datang ke Perkampungan Kebudayaan Betawi Setu Babakan.

"Saya berharap masyarakat semakin mudah mengenal dan menikmati berbagai hasil seni Betawi, makanan khas, pentas seni dan lain-lain," ucap Frances dalam rilisnya.

Ingin ajak anak muda mencintai budaya Betawi

Meski judulnya Ondel-ondel Galau, bukan berarti buku tersebut hanya mengulas boneka berukuran besar itu. Novel ini juga menceritakan beragam budaya Betawi mulai dari sejarah, para tokoh, tarian adat, baju adat, lagu adat, mainan tradisional hingga beragam makanan khas Betawi.

Frances Caitlin Tirtaguna (Sumber/Ist)
Frances Caitlin Tirtaguna (Sumber/Ist)

Tak hanya itu, selain mengulas semua informasi budaya Betawi, Frances melampirkan daftar pengrajin, sanggar seni, dan daftar kulinari yang dibina oleh Lembaga Kebudayaan Betawi lengkap dengan alamat dan telepon yang bisa dihubungi.

"Kamu bisa langsung menghubungi dan memesan dari para pengrajin dan penjual, mudah-mudahan sampai ke calon pelanggan dari luar negeri," tutur Frances.

Menariknya, buku yang dibuat menggunakan bahasa Inggris yang sangat ringan dibaca. Alasannya cukup mulia, Frances ingin mengenalkan budaya Indonesia lebih luas lagi hingga mancanegara. Bagi yang ingin membacanya, buku ini bisa didapat di toko buku Gramedia terdekat.

Disambut baik oleh budayawan Setu Babakan

Buku yang dibuat Frances disambut baik oleh Budayawan Betawi di Setu Babakan, Indra Sutisna. Menurutnya sangat jarang ada anak muda yang mengulas budaya tradisional sampai mendalam.

Saat peluncuran buku di Binus School Simprug (Sumber/Ist)
Saat peluncuran buku di Binus School Simprug (Sumber/Ist)

Bang Indra, sapaan akrab Indra Sutisna berharap melalui buku yang dibuat Frances dapat menaikan minat anak muda terdahap budaya Betawi.

"Kita tidak boleh kehilangan jati diri kita, pun budaya Betawi sebagai inti kota Jakarta inilah harus kita jaga,” kata Bang Indra.

Hal yang sama juga diungkapkan ketua Lembaga Kebudayaan Betawi yang sekaligus akademisi di Universitas Indonesia, Yahya Andi Saputra. Ia bahkan berharap buku ini bisa ditransformasikan ke dalam bentuk film.

"Buku ini penting ada di zaman sekarang, dimana semuanya saling kejar mengejar untuk berada di depan dan belum tentu mempunyai ide yang sama," ungkap Yahya. (*)

Selain artikel ini kamu juga bisa baca Dieng Culture Festival IX Padukan Budaya dan Keindahan Dataran Tinggi Dieng

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH