Bepe Anggap Sosok Ini Layak Jadi Ketum PSSI Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

MerahPutih.com - Bambang Pamungkas ternyata enggan menjadi pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pernyataan ini disampaikan manajer Persija Jakarta itu saat bincang santai dengan Hanif Sjafbandi dan Rendy Juliansyah di akun youtube Hanif & Rendy Show.

Pada kesempatan tersebut, pria yang kerap disapa Bepe itu justru mengatakan bahwa rekannya Ponaryo Astaman lebih layak jadi Ketua Umum PSSI. Mantan kapten Timnas Indonesia ini menegaskan bahwa ingin menantang dirinya sendiri untuk bisa menjadi CEO dari Persija.

Baca Juga

Mantan Dirut Persija Jakarta Gandeng Pemprov DKI untuk Salurkan Bantuan Virus Corona

"Jangan harap kalau itu. Jangan berharap untuk yang satu itu. Saya selalu mengatakan orang yang paling cocok untuk itu adalah Ponaryo Astaman. Ketika ditanya oleh siapapun, saya akan menjawab Ponaryo Astaman," katanya.

"Bahkan saya bilang langsung ke dia, 'lo harus jadi ketua PSSI'. Pendapat saya sendiri, dia harus jadi ketua PSSI," tegas pria yang berhasil memberikan gelar juara liga untuk Persija selama dua kali itu.

Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)
Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Bepe selalu bilang lebih cocok bekerja di lapangkan dari pada harus bekerja dari balik meja. Ia pun belum kepikiran untuk menjadi pelatih.

"Saya bukan pribadi yang cocok untuk duduk di belakang meja. Saya lebih cocok untuk berada di lapangan, dalam arti menjadi pelatih tim nasional," tegas Bepe.

"Saat ini saya belum mempersiapkan apa pun yang berkaitan dengan kepelatihan. Ketika Ponaryo sudah punya lisensi A, Firman Utina sudah lisensi A, Budi Sudarsono sudah lisensi A, saya lisensi C saja belum. Jadi untuk saat ini saya belum berpikir untuk terjun ke kepelatihan."

Baca Juga

11 Pemain Terbaik Pilihan Marco Motta Didominasi Pemain Juventus dan AS Roma

"Saya pikir untuk mengharumkan nama bangsa tidak harus menjadi pelatih. Ketika berkontribusi untuk bidang lain pun juga bisa. Saya tidak mengatakan saya tidak akan menjadi pelatih, mungkin suatu saat nanti," pungkasnya. (Bolaskor)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sandiaga Desak Omnibus Law Beri Insentif Tangkal Efek Ekonomi Corona
Indonesia
Sandiaga Desak Omnibus Law Beri Insentif Tangkal Efek Ekonomi Corona

Investasi bertujuan untuk menjaga fiskal dan moneter nasional tetap terjaga

Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?
Indonesia
Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?

Kemenkes mewajibkan pekerja mengenakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah

COVID-19 Capai 100 Ribu, DPR: Masyarakat Sudah Anggap Tidak Berbahaya Lagi
Indonesia
COVID-19 Capai 100 Ribu, DPR: Masyarakat Sudah Anggap Tidak Berbahaya Lagi

Protokol kesehatan pun banyak yang tidak dipatuhi oleh masyarakat dan sebagian menganggap pandemi ini tak berbahaya.

Larangan Mudik, Kendaraan Diminta Putar Balik ke Jakarta
Indonesia
Larangan Mudik, Kendaraan Diminta Putar Balik ke Jakarta

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, larangan ini hanya berlaku bagi angkutan penumpang baik pribadi maupun umum.

TNI-Polri Bangun Sejumlah 'Chek Point' Periksa Kedisiplinan Warga Saat PSBB
Indonesia
TNI-Polri Bangun Sejumlah 'Chek Point' Periksa Kedisiplinan Warga Saat PSBB

Beberapa titik yang masih ramai pergerakan warga antara lain kawasan Pasar Tanah Abang dan Johar Baru

MUI Masih Cek Kehalalan Vaksin COVID-19 dari Tiongkok
Indonesia
MUI Masih Cek Kehalalan Vaksin COVID-19 dari Tiongkok

"Artinya kita menunggu Emergency use authorization yang dikeluarkan BPOM dan sertifikat kehalalan dari MUI," ujar Achmad Yurianto

700 Ribu Orang Berisiko Terpapar Virus Corona di Indonesia
Indonesia
700 Ribu Orang Berisiko Terpapar Virus Corona di Indonesia

Sekitar 700 ribu warga Indonesia berisiko terpapar virus corona (COVID-19).

Stafus Milenal Jokowi Adakan Rapid Test di Ponpes As Shidiqiyah
Indonesia
Stafus Milenal Jokowi Adakan Rapid Test di Ponpes As Shidiqiyah

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar 6 jam tersebut, petugas kesehatan menguji cepat 200 orang dewan asatidz dan 300 orang santri dan santriwati yang baru masuk pondok usai libur panjang.

 Ini Alasan Sjafrie Sjamsoeddin dan JS Prabowo Ditunjuk Jadi Penasihat Prabowo
Indonesia
Ini Alasan Sjafrie Sjamsoeddin dan JS Prabowo Ditunjuk Jadi Penasihat Prabowo

"Kapasitas beliau sangat dibutuhkan oleh Pak Menhan memberikan berbagai masukan dan asistensi kerja-kerja Pak Prabowo sebagai Menhan," kata Dahnil

Polda Metro Pastikan Tak Ada Sweeping Produk Prancis
Indonesia
Polda Metro Pastikan Tak Ada Sweeping Produk Prancis

Polda Metro Jaya memastikan hingga saat ini belum ada aksi sweeping terhadap produk-produk Prancis terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam.