Bentuk Tim Pencari Kecurangan, BPN Dinilai Tak Percaya pada Lembaga Pemilu Direktur Komunikasi Politik Tim Kampenye Nasional (TKN) Usman Kansong (tengah). (MP/Fadli)

MerahPutih.com - Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong menilai, pembentukan tim pencari kecurangan Prabowo-Sandi sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada lembaga pemilu.

Pernyataan itu dilontarkannya karena masih menganggap lembaga pemilu, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga independen yang tak perlu diragukan kredibilitasnya.

"Kita tunggu KPU seperti apa hasilnya, kemudian soal kecurangan kita serahkan kepada Bawaslu. Kalau di tingkat lebih tinggi soal tidak bisa menerima hasil pemilu kan ada MK. Itu semua adalah lembaga independen yang diatur oleh UU," katanya di Kantor Media TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Prabowo
Prabowo saat menghadiri acara syukuran, dan konsolidasi relawan di Padepokan Pencak Silat TMII. (MP/ponco Sulaksono)

Tak hanya itu, Usman juga menyinggung soal hasil real count yang dimiliki BPN. Ia mengatakan, seharusnya seharusnya BPN Prabowo-Sandi membuktikan hasil real count yang dimilikinya.

"Karena transparansi adalah pertanggungjawaban kepada publik bahwa yang dilakukan adalah benar adanya. Saya kira tak perlu ditutup-tutup. Kalau benar terjadi dan ada, ya buka saja. Kalau tak mau membuka kita khawatir ternyata memang tak ada," jelasnya.

Soal klaim kemenangan lewat real count BPN, Usman melihat ada informasi yang tak sesuai diberikan BPN Prabowo-Sandi. Jika pun itu ada, metodenya mungkin asal-asalan, tak pakai C1.

"Kalau ada metodenya asal-asalan, seperti yang kita tunjukkan, cuma 2 TPS. Kalau Real count mestinya dari hasil C1 yang direkap dan di tabulasi. Kalau cuma 7 TPS bagaiman kita mau menyebut itu real count. Saya khawatir itu sebetulnya tak ada," jelasnya.

Setelah mempertanyakan hasil real count BPN, Usman juga mengomentari acara deklarasi kemenangan oleh Prabowo-Sandi. Ia melihat hal itu sebagai bentuk ketidakpercayaan diri.

"Jadi, deklarasi berkali-kalikan berarti tidak percaya diri, satu itu. Kedua, kami yang mendeklarasikan adalah tim kampanye bukan capres atau cawapres kami," tandas Usman. (Knu)

Baca Juga: Amien Rais Sebut Presiden Sekarang Sebagai Bebek Lumpuh



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH