Bentuk Utang Budi Politik Anies: Tak Potong Gaji dan Tunjangan TGUPP Tunjangan dan gaji Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) (ist)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin menyebut Gubernur Anies Baswedan mempunyai hutang budi politik, sehingga tunjangan dan gaji Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) tak dipotong.

Padahal diberitakan sebelumnya seluruh tunjangan PNS DKI yang tak berhadapan langsung pada penanganan COVID-19 dipangkas sebesar 50 persen.

Baca Juga:

Anies Enggan Komentari Anggaran TGUPP Naik Rp21 Miliar Dalam Usulan KUA-PPAS

"Bisa juga punya jasa politik (sehingga gaji dan tunjangan TGUPP tak dipotong)," kata Ujang Komaruddin saat dihubungi Merahputih.com, Kamis (28/5).

Sebab menurut dia, sangat tak adil bila Pemprov DKI tebang piling TGUPP diistimewakan gaji dan tunjangannya tak dipotong padahal ANS DKI dipangkas.

Gubernur DKI Jakarta bersama para anggota TGUPP yang dikritik DPRD tidak jelas kinerjanya
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama tim formatur TGUPP pencegahan korupsi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/1). (MP/Asropih)

Dengan begitu, bila pegawai Pemda DKI dipotong, sudah seharusnya gaji pembantu Gubernur Anies dipangkas. Hal itu untuk menghadirkan keadilan di Jakarta.

"Sejatinya kebijakan politik anggaran itu harus adil. Adil secara proporsional kepada siapapun," terangnya.

Kebijakan tebang pilih, akan menimbulkan kecemburuan bagi pegawai lainnya. Untuk itu Ujang meminta Pemprov DKI bersikap adil.

"Jangan sampai politik anggaran itu memunculkan ketidakadilan. Melahirkan kecemburuan," jelasnya.

Baca Juga:

Anies Tak Masalah Subejo Mundur dari Kepala BPBD Saat Jakarta Dilanda Banjir

Seperti diketahui, virai di media sosial (medsos) beredarnya selembaran pembayaran gaji dan tunjangan bagi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Novel Tidak Curiga Terhadap Dua Pelaku Sebelum Matanya Disiram Air Keras
Indonesia
Novel Tidak Curiga Terhadap Dua Pelaku Sebelum Matanya Disiram Air Keras

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersaksi di persidangan penyerangan dirinya.

 Komisi III DPR Minta Polisi Tidak Arogan Saat Tertibkan Super Car
Indonesia
Komisi III DPR Minta Polisi Tidak Arogan Saat Tertibkan Super Car

"Jangan karena melihat ada super car kemudian menduga hasil selundupan. Selidiki terlebih dahulu sebelum bertindak," kata Sahroni.

Tjahjo Instruksikan Kader Geruduk Kantor Polisi, Ketua DPC PDIP Solo: Kejadiannya di Jakarta
Indonesia
Tjahjo Instruksikan Kader Geruduk Kantor Polisi, Ketua DPC PDIP Solo: Kejadiannya di Jakarta

FX Hadi Rudyatmo sebagai tindakan yang tidak diperlukan karena kasus pembakaran bendera tidak terjadi di Kota Bengawan.

ICW Desak KPK Jerat Pihak Bantu Pelarian Nurhadi
Indonesia
ICW Desak KPK Jerat Pihak Bantu Pelarian Nurhadi

"KPK harus mengenakan Obstruction of Justice bagi pihak-pihak yang membantu pelarian Nurhadi," kata Kurnia

Ahli Toksikologi 'Jessica Kopi Siandia' Dihadirkan di Sidang Novel Baswedan
Indonesia
Ahli Toksikologi 'Jessica Kopi Siandia' Dihadirkan di Sidang Novel Baswedan

Fredik enggan menjelaskan secara detail tujuan dan maksud mendatangkan Gelgel

 Kisah Kuliah Megawati dan Sembilan Gelar Doktor Honoris Causa
Indonesia
Kisah Kuliah Megawati dan Sembilan Gelar Doktor Honoris Causa

Tampilnya Bu Mega sebagai Presiden Perempuan Pertama di Indonesia, sukses memimpin parpol terbesar di Indonesia dan segudang prestasi lainnya telah membuktikan kapasitas intelektual dan skill leadership Bu Mega," papar Basarah.

Anies Berbohong Soal Pembelian Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19?
Indonesia
Anies Berbohong Soal Pembelian Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19?

Lahan TPU Rorotan memiliki luas sekitar 25 hektar

Nawawi Pomolango Serahkan Kasus Cekcok dengan Anak Amien Rais ke Polisi
Indonesia
Nawawi Pomolango Serahkan Kasus Cekcok dengan Anak Amien Rais ke Polisi

Nawawi mengatakan, dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Putus Mata Rantai COVID-19, Si Kaya Diminta Lindungi yang Miskin
Indonesia
Putus Mata Rantai COVID-19, Si Kaya Diminta Lindungi yang Miskin

Tak kalah penting dalam penanganan corona ini semangat bergotong royong yang kaya dengan yang miskin.

Tahapan Pengadaan dan Produksi Vaksin COVID-19 di Bio Farma
Indonesia
Tahapan Pengadaan dan Produksi Vaksin COVID-19 di Bio Farma

Dalam jangka panjang, Bio Farma mengembangkan vaksin Merah-Putih yang berkolaborasi dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman yang akan menggunakan strain virus asli Indonesia.