Bentrokan Ormas FBR-PP di Lenteng Agung Dipicu Rebutan Lahan Ilustrasi. (Antara/Ist/foto google.com/)

Merahputih.com - Bentrokan terjadi antara anggota Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) di dekat Stasiun Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (3/1) malam. Aksi saling serang terjadi karena kedua ormas tersebut saling berebut wilayah kekuasaan.

Bentrokan bermula ketika dua orang anggota FBR hendak meminta uang kepada pedagang buah di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga

Dua Kelompok Massa Terlibat Bentrok di Klaten, 74 Orang Diamankan Polisi

"Namun ada anggota PP di sekitar situ yang mengklaim itu sebagai wilayah (kekuasaan) PP," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma dalam keterangannya, Kamis (4/1).

Selanjutnya, dua anggota FBR tersebut segera pergi. Tak lama berselang, keduanya datang kembali bersama 15 orang lainnya. "Terjadilah gesekan (antara anggota kedua ormas tersebut)," kata dia.

ilustrasi tawuran warga (AntaraNews/Diasty Surjanto)

Kapolsek Jagakarsa Kompol Eko Mulyadi bersama jajarannya segera tiba di lokasi kejadian untuk membubarkan bentrokan itu.

Setalah berhasil diredam, Kapolsek Eko memediasi kedua ormas sekitar pukul 21.45 WIB hingga pukul 22.40 WIB.

"Mediasi dilakukan antara FBR (diwakili Sarmulih dan Saudara Kakek) dan PP (diwakili Saudara Samsudin dan Saudara Yudi)," ujarnya.

Baca Juga

Kampanye Terselubung Bupati Klaten saat Wabah Corona Jadi Sorotan

Bentrokan kedua ormas itu sempat direkam warga. Videonya pun tersebar di media sosial.

"Di Lenteng Timur ada bentrokan antara FBR dan Pemuda Pancasila. Dimohon untuk tidak melintas di sekitar sini," demikian ujar si perekam video. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Saat 3M Tidak Cukup Bendung Penyebaran COVID-19
Indonesia
Saat 3M Tidak Cukup Bendung Penyebaran COVID-19

Dalam beberapa hari terakhir, kata Tito, yang paling banyak terjadi adalah kerumunan massa, salah satunya kerumunan kegiatan demonstrasi.

Ibu di Majalengka Jadikan Anak Kandung sebagai Budak Seks dengan Tarif Rp500 Ribu
Indonesia
Ibu di Majalengka Jadikan Anak Kandung sebagai Budak Seks dengan Tarif Rp500 Ribu

Seorang ibu di Majalengka, Jawa Barat, tega menjadikan anak kandungnya sebagai budak seks dengan tarif sekali kencan antara Rp300.000-Rp500.000.

Akumulasi Kekecewaan Pada Jokowi
Indonesia
Akumulasi Kekecewaan Pada Jokowi

Peristiwa penolakan UU Cipta Kerja merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap periode kedua pemerintahan Joko Widodo, tidak bisa dilihat semata-mata karena UU Omnibus Law.

Prakiraan Cuaca: Warga DKI Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Warga DKI Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir

BMKG mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspasai potensi hujan disertai kilat petir pada Kamis, 22 Oktober 2020

Polri Siaga Jelang Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir
Indonesia
Polri Siaga Jelang Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir

Mabes Polri bersiaga menjelang bebasnya narapidana teroris Abu Bakar Ba'asyir pada Jumat (8/1) mendatang.

Wapres Minta MUI Persiapkan Fatwa Vaksin COVID-19 Halal
Indonesia
Wapres Minta MUI Persiapkan Fatwa Vaksin COVID-19 Halal

Berbagai hal baru memerlukan kepastian hukum Islam, sehingga fatwa dari para ulama menjadi solusi untuk persoalan ketidakpastian dalam menjalankan ibadah.

PKS Pertanyakan Dana untuk Impor Beras di Tengah Pandemi
Indonesia
PKS Pertanyakan Dana untuk Impor Beras di Tengah Pandemi

Rencana impor beras yang akan pemerintah lakukan kian mendapat penolakan

 Gara-Gara Ucapan Jokowi ini, Puluhan Ribu Buruh Batal Unjuk Rasa
Indonesia
Gara-Gara Ucapan Jokowi ini, Puluhan Ribu Buruh Batal Unjuk Rasa

Keputusan Presiden Jokowi ini yang telah mendengarkan pandangan semua pihak , termasuk masukan dari serikat buruh demi kebaikan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia

Perpanjang PSBB, Pemprov DKI Klaim Dapat Dukungan Penuh Pusat
Indonesia
Perpanjang PSBB, Pemprov DKI Klaim Dapat Dukungan Penuh Pusat

Jakarta mengklaim mendapat dukungan dari pemerintah pusat terkait keputusa memperpanjang kembali penerapan PSBB.

Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK
Indonesia
Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK

Ali enggan membeberkan secara detail alasan RDP digelar di Gedung KPK