Bencana Terjadi di Berbagai Wilayah, Ini Langkah Pemerintah Pusat Banjir di Kalimantan Selatan. (Foto: BNPB)

MerahPutih.com - Di awal tahun ini, berbagai bencana cukup besar terjadi di Indonesia, seperti banjir di Kalimantan Selatan, longsor di Sumedang, Gempa di Sulawesi Barat, dan banjir d Manado, Sulawesi Utara serta erupsi gunung berapi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pemerintah pun, menyatakan akan fokus pada tanggap darurat bencana seiring terjadinya bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

"Penanganan juga akan terus dilakukan sambil kita petakan kekuatan dukungan dari masing-masing kementerian lembaga apa yang bisa kita lakukan," ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam keteranganya, Minggu (17/1).

Baca Juga:

Erupsi Semeru dan Banjir Jember, Ketua DPD Imbau Masyarakat Lebih Waspada

Ia menegaskan, pihaknya langsung memimpin rapat koordinasi tingkat menteri dalam rangka tanggap darurat bencana. Rapat koordinasi tersebut dilakukan guna menyatukan kekuatan dukungan dari kementerian/lembaga, khususnya yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK.

Muhadjir meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar terus memperbarui pemetaan terhadap kondisi di lapangan. Sehingga hal-hal apa saja yang dibutuhkan dapat segera dikoordinasikan ke kementerian lembaga terkait.

Berkaca dari penanganan bencana-bencana sebelumnya, Menko PMK berharap kebutuhan khusus bagi perempuan, anak, dan lanjut usia (lansia) dapat lebih diperhatikan.

"Mohon keterlibatan KPPPA diperkuat, lalu BNPB setelah mengumpulkan informasi dari kementerian lembaga agar dijelaskan pola komando di lapangan seperti apa termasuk apa saja yang dibutuhkan selama masa tanggap bencana," kata Menko PMK.

Selain itu, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi juga supaya disiapkan segera dan tetap melibatkan kementerian lembaga. Bukan hanya di bawah koordinasi Kemenko PMK, akan tetapi BUMN dan kementerian lembaga lain di luar Kemenko PMK seperti Kementerian PUPR.

Pada lain sisi, Kemenkes, Kemensos, KPPPA, Kemendikbud, Kemenag, dan BNPB juga sudah melakukan upaya tanggap darurat di lapangan. Misalnya, Kemenkes yang telah menyiapkan 25 ambulans, empat tenda, peralatan dan obat-obatan orthopedi dan logistik kesehatan di posko bencana Sulawesi Barat.

Kerusakan akibat gempa di Sulbar. (Foto: Antara)
Kerusakan akibat gempa di Sulbar. (Foto: Antara)

Selain itu, KPPPA juga sudah menurunkan bantuan khususnya berbagai kebutuhan bagi perempuan, anak, dan lansia di lima titik lokasi bencana termasuk yang terbaru yaitu bencana di Manado, Sulawesi Utara.

Sekretaris Utama BNPB Harmensyah mengungkap, bencana alam yang kerap terjadi tidak lepas dari campur tangan ulah manusia. Misalnya, bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Sumedang akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

"Di puncak bukit dibangun rumah yang begitu besar sementara lingkungan tidak dikelola dengan baik. Di hulu harusnya diperhatikan betul, fungsi lahannya harus dikembalikan," ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Kepala BNPB Imbau Warga tak Percaya Info Sesat soal Gempa Sulbar

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Megawati: Terima Kasih Bapak Nadiem dan Prabowo
Indonesia
Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Megawati: Terima Kasih Bapak Nadiem dan Prabowo

Budaya literasi melalui buku, oleh Bung Karno menjadi tempat untuk terus melakukan dialektika

Pemerintah Siapkan Skenario Pandemi Jadi Endemi
Indonesia
Pemerintah Siapkan Skenario Pandemi Jadi Endemi

Sejumlah negara, ujar Wapres, mulai mempertimbangkan untuk menyuntikkan booster kepada masyarakat guna meningkatkan daya tahan atau imun tubuh terhadap COVID-19.

Menko Airlangga Jelaskan Status Terbaru PPKM Luar Jawa-Bali
Indonesia
Menko Airlangga Jelaskan Status Terbaru PPKM Luar Jawa-Bali

Status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa Bali tidak berubah dan tetap berlaku hingga 22 November.

Klaim Amien Rais tentang Jokowi Ingin Tiga Periode Bikin Publik Berimajinasi
Indonesia
Klaim Amien Rais tentang Jokowi Ingin Tiga Periode Bikin Publik Berimajinasi

Pemerintah tak pernah memikirkan soal jabatan presiden tiga periode

Baru 54 Persen Lansia di Bandung yang Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Baru 54 Persen Lansia di Bandung yang Disuntik Vaksin COVID-19

Saat ini ibu hamil sudah mulai diperbolehkan mengikuti vaksinasi COVID-19. Syaratnya, usia kandungan ibu hamil harus di atas 12 minggu.

DPRD DKI Usulkan Dana Dapil Rp 49 Miliar, Untuk Sewa Tenda hingga Beli Alat Tulis
Indonesia
DPRD DKI Usulkan Dana Dapil Rp 49 Miliar, Untuk Sewa Tenda hingga Beli Alat Tulis

Anggaran kunjungan tersebut akan digunakan untuk akomodasi, seperti memberi makanan kepada masyarakat, penyewaan tenda, hingga pembelian perlengkapan alat tulis.

Batalkan Perpres Miras, Jokowi Disebut Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Batalkan Perpres Miras, Jokowi Disebut Dengarkan Aspirasi Rakyat

PPP mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang membatalkan lampiran III Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10/2021.

Saksi Ungkap PT Jhonlin Baratama Minta Pajak "Disunat" hingga Rp 110 Miliar
Indonesia
Saksi Ungkap PT Jhonlin Baratama Minta Pajak "Disunat" hingga Rp 110 Miliar

PT Jhonlin Baratama disebut meminta kepada pemeriksa pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keluangan untuk menurunkan nilai pajak yang harus dibayarkan.

Pantai Parangtritis Ramai Dikunjungi Wisatawan, Pemkab Bantul Raup PAD Rp 407,9 Juta
Indonesia
Pantai Parangtritis Ramai Dikunjungi Wisatawan, Pemkab Bantul Raup PAD Rp 407,9 Juta

“Total PAD yang kami terima dari retribusi wisata diakhir tahun sebesar Rp 407,9 juta,” tutupnya

Polri Koordinasi dengan MA Pindahkan Irjen Napoleon ke Lapas Cipinang
Indonesia
Polri Koordinasi dengan MA Pindahkan Irjen Napoleon ke Lapas Cipinang

Polri masih menunggu hasil keputusan dari MA