Benarkan Virus Corona Cenderung Menyerang Pria? Virus Corona berasal dari Wuhan, Tiongkok (Foto: Nytimes.com/assosiated pers)

BERITA mengenai virus corona memang masih menarik untuk diketahui. Beragam informasi baru muncul. Salah satunya virus dengan nama lain 2019-nCoV ini lebih banyak menyerang pria ketimbang perempuan.

"71 persen pada laki-laki ketimbang perempuan," ujar Ahli pulmonologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. Raden Rara Diah Handayani seperti dilansir Antaranews.com, Selasa (4/2).

Dokter spesialis moktobiologi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim menjelaskan hal itu terjadi karena jumlah reseptor ACE2 lebih banyak dimiliki oleh pria dibandingkan perempuan.

Baca juga:

Tak Sembarang Masker Bisa Cegah Penularan Virus Corona!

Virus corona lebih cenderung menyerang pria (Foto: Vermont Public Radio)
Virus corona lebih cenderung menyerang pria (Foto: Vermont Public Radio)

"Virus akan menginfeksi sel, masuk lalu mereplikasi. Untuk masuk ke sel ada reseptor. (Jenis baru) corona mirip SARS, ada reseptor yang namanya ACE2. Reseptor ini ada di nasofaring hingga otak. Tapi yang paling banyak di sel epitel paru sehingga tampak seperti infeksi saluran napas dan diare," tuturnya.

Kesimpulan ini dilakukan saat kasus SARS terjadi. Saat itu reseptor ACE2 lebih banyak dimiliki oleh pria. Perbedaan juga terjadi pada ras manusia. Jumlah reseptor ACE2 lebih banyak pada ras Asia dibandingkan kulit putih dan hitam.

Baca juga:

Pengamat Intelijen: Virus Corona Kemungkinan Hasil Rekayasa

Virus corona juga lebih banyak menyerang orang Asia (Foto: Unsplash/Tore F)
Virus corona juga lebih banyak menyerang orang Asia (Foto: Unsplash/Tore F)

Karena masih satu jenis dengan SARS, virus corona juga mampu bertahan di udara dingin selama enam hari. Hal tersebut bisa semakin lama jika ada protein tertentu di sekitarnya.

Namun bukan berarti virus ini tak bisa dilumpuhkan. Salah satu cara agar virus corona mati yakni melalui pemanasan di suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit.

Selain pria dan ras Asia, 2019-nCoV sangat rentan menginfeksi orang lanjut usia ketimbang yang masih muda. "Semua orang berisiko. Usia (yang dilaporkan) 19 bulan paling muda, sampai usia 89 tahun (paling tua). Pasien meninggal dunia rata-rata usia 40-50 tahun," kata Diah. (Yni)

Baca juga:

Tips Agar Kamu Terhindar Virus Corona


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH