Benarkah Test Swab Bisa Merusak Otak? Simak Penjelasan Dokter THT RSA UGM Petugas medis melakukan tes swab COVID-19 terhadap seorang pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras. (.)

MerahPutih.com - Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Anton Sony Wibowo menjelaskan soal bahaya atau tidakya test swab COVID-19.

Menurutnya, test usap aman dilakukan serta tidak membahayakan atau merusak otak. Hal ini sekaligus membantah kabar bahwa test swab COVID-19 dapat merusak otak.

Baca Juga

Update COVID-19 DKI Sabtu (25/7): 18.623 Orang Positif, 11.725 Pasien Sembuh

"Tidak benar jika swab test COVID-19 bisa merusak otak karena hanya dilakukan sampai nasofaring atau dinding paling belakang hidung dan rongga mulut," ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (25/7)

Sebelumnya, kabar tentang tes usap COVID-19 dapat merusak otak ramai beredar di media sosial Tanah Air. Ada netizen yang mengklaim tes usap hidung yang tajam telah menusuk otak dan membuatnya melakukan lobotomi.

Ia menjelaskan bahwa lokasi penghalang darah otak relatif jauh dari lokasi anatomi tempat tes usap dilakukan. Selain itu, penghalang darah otak dilindungi tulang dasar otak yang relatif kuat.

Pemain timnas Indonesia U-19 jalani Swab Test. Foto: PSSI
Pemain timnas Indonesia U-19 jalani Swab Test. Foto: PSSI

Anton mengatakan tes itu tidak akan merusak penghalang darah otak, kecuali pada kondisi tertentu. Misalnya, pecahnya dinding dasar otak akibat tumor atau trauma.

Tes usap saat ini cukup ramai diperbincangkan karena menjadi salah satu metode dalam mendeteksi keberadaan virus corona jenis baru penyebab COVID-19 pada manusia.

Tes dilakukan dengan mengambil sampel lendir, dahak, atau cairan di daerah nasofaring ataupun orofaring pada pasien yang diduga terinfeksi virus corona.

Baca Juga

Hasil Tes Swab Jokowi Negatif

"Swab test sampai sekarang menjadi diagnosis utama COVID-19 karena bisa mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh," ungkapnya dilansir Antara

Selain tes usap, rapid test antibodi merupakan metode lain yang banyak digunakan untuk skrining awal COVID-19. Hanya saja, Anton menyebutkan bahwa tes cepat ini memiliki akurasi lebih rendah dibandingkan swab test karena hanya baru bisa mendeteksi antibodi dalam tubuh saja, bukan keberadaan virus corona. (*)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pembangunan Rusun Kampung Akuarium Rampung Akhir 2021
Indonesia
Pembangunan Rusun Kampung Akuarium Rampung Akhir 2021

Proyek pembangunan Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara direncanakan rampung pada Desember 2021 mendatang.

Kuasa Hukum Joko Hartono: Hakim Hanya ”Copy Paste” Tuntutan Jaksa
Indonesia
Kuasa Hukum Joko Hartono: Hakim Hanya ”Copy Paste” Tuntutan Jaksa

Putusan majelis hakim dinilai tidak jelas dan hanya menyalin (copy paste) tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Ketua DPD: Terima Kasih Eko Yuli, Selalu Bawa Pulang Medali di Empat Olimpiade
Indonesia
Ketua DPD: Terima Kasih Eko Yuli, Selalu Bawa Pulang Medali di Empat Olimpiade

Pemerintah untuk memberi dukungan penuh kepada atlet-atlet yang berhasil mengukir berprestasi di berbagai kejuaraan.

PKB: Kabarnya Ada Enam Posisi yang Direshuffle
Indonesia
PKB: Kabarnya Ada Enam Posisi yang Direshuffle

Kabinet Jokowi-Ma'ruf bakal dihiasi kalangan muda setelah reshuffle

Polisi Jamin PSU Pilgub Jambi 27 Mei Berlangsung Aman
Indonesia
Polisi Jamin PSU Pilgub Jambi 27 Mei Berlangsung Aman

Untuk pengamanan dalam PSU Pilgub pada Kamis, 27 Mei 2021 mendatang Polda Jambi telah mengerahkan 1.360 personel.

[HOAKS atau FAKTA]: Habib Rizieq Dihadiahi Pesawat dari Raja Salman
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Habib Rizieq Dihadiahi Pesawat dari Raja Salman

Dalam video tersebut juga terdapat judul berita yang menyatakan bahwa pesawat tersebut merupakan hadiah dari Raja Salman untuk Habib Rizieq.

Satpol PP Jakpus Dikerahkan Bantu Polisi Berangus Begal Sepeda
Indonesia
Satpol PP Jakpus Dikerahkan Bantu Polisi Berangus Begal Sepeda

Jakarta Pusat menerjunkan Satpol PP untuk membantu keamanan menjaga wilayah perihal maraknya begal sepeda beberapa waktu belakangan.

Sehari COVID-19 DKI Bertambah 10 Ribu Kasus, 15 Persen Serang Anak-anak
Indonesia
Sehari COVID-19 DKI Bertambah 10 Ribu Kasus, 15 Persen Serang Anak-anak

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 25.809 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 10.903 positif dan 14.906 negatif.

Jadi Tempat Prostitusi Online, Hotel Wisma Prima Jakbar Ditutup Permanen
Indonesia
Jadi Tempat Prostitusi Online, Hotel Wisma Prima Jakbar Ditutup Permanen

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menutup permanen Hotel Wisma Prima Taman Sari, Mangga Besar, Jakarta Barat karena terbukti dijadikan lokasi praktik prostitusi online.

KPK Periksa Petinggi PT Cirebon Power Terkait Kasus Suap Izin PLTU 2
Indonesia
KPK Periksa Petinggi PT Cirebon Power Terkait Kasus Suap Izin PLTU 2

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Corporate Affair Director PT Cirebon Power Teguh Haryono, dalam kasus dugaan suap terkait perizinan PT Cirebon Energi Prasarana yang menggarap PLTU 2 Cirebon.