Benarkah PPKM akan Diperketat Saat Ramadan? Begini Jawaban KSP Aktivitas Warga Jakarta di kawasan Masjid Istiqlal pada Sabtu, (5/2/2022). Foto : MP/Dicke Prasetia.

MerahPutih.com - Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan pengetatan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak berkaitan dengan momentum keagamaan tertentu

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo membantah bahwa langkah pengetatan level PPKM berkaitan dengan momentum perayaan agama tertentu.

Baca Juga

Ketentuan Baru Naik KRL Jogja-Solo Selama PPKM Level 3

"Jadi sungguh tidak benar mengaitkan pengetatan level PPKM dengan momentum perayaan agama tertentu," kata Abraham kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/2).

Ia pun meminta masyarakat agar tidak termakan isu-isu miring yang mengaitkan level PPKM dengan kegiatan keagamaan. "Sekarang adalah momentum kita untuk bersatu dan bergotong royong menghadapi gelombang Omicron," pesan Abraham.

Menurut Abraham, penerapan PPKM selalu mengacu pada data, kajian para pakar, dan asesmen situasi COVID-19 di setiap daerah. Indikator yang digunakan dalam penentuan level PPKM tiap daerah pun mengacu pada rekomendasi para pakar dan WHO.

“Indikator yang digunakan dalam penentuan level PPKM tiap daerah mengacu pada rekomendasi pakar dan WHO, seperti angka kasus, angka testing, tracing, bed, vaksin, dan lain-lain," jelas Abraham.

Abraham memastikan, pemerintah sudah sangat transparan soal data dan kajian yang digunakan dalam menentukan level PPKM. Hasil asesmen situasi COVID-19 setiap kabupaten kota dapat dilihat dan dicek pada website vaksin.kemkes.go.id.

"Di situ ada semua datanya," kata dia.

Baca Juga

Penetapan Status PPKM Harus Dibarengi Peningkatan Testing dan Tracing

Sebelumnya, pemerintah belum akan memberlakukan PPKM darurat sebagai rem darurat, meski angka kasus COVID-19 meningkat tajam.

"Data mingguan terakhir menunjukkan, meski angka kasus meningkat tinggi namun angka keterpakaian rumah sakit masih sangat terkendali sehingga rem darurat belum perlu ditarik,” kata Abraham.

Menurutnya, kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan terutama kasus varian Omicron menjadi lebih baik karena selalu melibatkan para pakar serta mengandalkan data dan kajian ilmiah.

Ia mencontohkan soal derajat keparahan varian Omicron, yang sudah terbukti kebenarannya.

Dari hasil kajian karakteristik keparahan varian Omicron lebih ringan dari varian Delta, pemerintah pun mengambil kebijakan untuk prioritas isolasi mandiri (isoman) atau isolasi terpusat (isoter) bagi yang bergejala ringan atau tanpa gejala, dan memprioritaskan RS bagi lansia atau yang memiliki komorbid.

"Ini bukti nyata kesiapan pemerintah menghadapi Omicron,” ujar Abraham

Pria yang akrab disapa Bram ini juga memastikan, perubahan level PPKM akan disesuaikan dengan assessment setiap daerah, dengan indikator tambahan keterisian tempat tidur rumah sakit dan capaian vaksinasi.

"Arahan bapak Presiden dalam rapat terbatas evaluasi PPKM kemarin (Senin, 7/2), capaian vaksinasi harus terus ditingkatkan dan protokol kesehatan harus semakin disiplin,” terang Bram. (Knu)

Baca Juga

Lansia Dilarang Naik KRL Pagi dan Malam Selama PPKM Level 3

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akhir Oktober, Pemkot Yogya Targetkan Cakupan Vaksinasi Dekati 100 Persen
Indonesia
Akhir Oktober, Pemkot Yogya Targetkan Cakupan Vaksinasi Dekati 100 Persen

Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan cangkupan vaksinasi COVID-19 mendekati 100 perse di akhir Oktober 2021.

Polisi Hentikan Penyidikan Korban Begal Jadi Tersangka Pembunuhan
Indonesia
Polisi Hentikan Penyidikan Korban Begal Jadi Tersangka Pembunuhan

Penghentian penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara khusus ini dilakukan kepolisian karena persoalan tersebut menjadi perhatian publik.

Wafatnya Ratu Elizabeth II akan Membuat Banyak Perubahan di Kanada
Indonesia
Wafatnya Ratu Elizabeth II akan Membuat Banyak Perubahan di Kanada

Perubahan tersebut akan mencakup paspor, sumpah seperti yang diucapkan oleh orang-orang yang memperoleh kewarganegaraan Kanada, serta gelar yang perlu diubah untuk merujuk pada raja baru, yaitu Raja Charles III.

Kenakan Jas dan Sarung, Jokowi Bertolak ke Lampung Buka Muktamar NU
Indonesia
Kenakan Jas dan Sarung, Jokowi Bertolak ke Lampung Buka Muktamar NU

Berdasarkan foto yang diterima dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Jokowi tampak mengenakan pakaian jas berwarna abu-abu yang dipadukan dengan sarung berwarna hijau dalam kunjungan kerjanya kali ini.

Tol Bocimi Ditargetkan Rampung Sampai Sukabumi Barat di 2024
Indonesia
Tol Bocimi Ditargetkan Rampung Sampai Sukabumi Barat di 2024

Ruas Tol Cigombong - Cibadak akan terkoneksi dengan wilayah Bogor yang terhubung dengan ruas tol Jagorawi.

 Final Liga Champions : Liverpool Harus Tunduk Lagi Pada Real Madrid
Olahraga
Final Liga Champions : Liverpool Harus Tunduk Lagi Pada Real Madrid

Los Blancos mengklaim juara Liga Champions pada musim ini, membuat Read Madrid mendapatkan gelar Liga Champions ke-14.

Dirut Transjakarta Jhony Tjitrokusumo Meninggal Dunia
Indonesia
Dirut Transjakarta Jhony Tjitrokusumo Meninggal Dunia

Direktur Utama PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo meninggal dunia, pada Minggu (3/10).

Bareskrim Polri Periksa Moeldoko Terkait Laporan Terhadap ICW
Indonesia
Bareskrim Polri Periksa Moeldoko Terkait Laporan Terhadap ICW

Bareskrim Polri akan memeriksa Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam laporan terhadap dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha dan Miftah.

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Segera Vaksinasi Hewan Ternak
Indonesia
Komisi IV DPR Desak Pemerintah Segera Vaksinasi Hewan Ternak

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta agar pemberian vaksin terhadap hewan ternak dipercepat.

Aliansi Warga Solo Dukung RUU Pemekaran Papua
Indonesia
Aliansi Warga Solo Dukung RUU Pemekaran Papua

Dalam aksi tersebut mereka mendesak Pemerintah untuk segera merealisasikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemekaran Papua menjadi UU