Benarkah Masturbasi Meningkatkan Kesehatan Mental? Kegiatan yang memberikan sensasi rileks. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

KEGIATAN ‘menghibur’ diri sendiri dianggap dapat mengganggu kesehatan secara fisik. Namun masturbasi terjadi di semua orang dengan latar belakang, jenis kelamin, dan ras apapun.

Melansir dari Healthline, masturbasi ternyata tidak memiliki efek samping, jika dilakukan secukupnya.


Baca Juga:

Pria, Ini 3 Modus Sesungguhnya dari 'Perempuan Matre'

aktif
Kegiatan swalayan dianggap mampu membuat tubuh rileks. (Foto: Unsplash/Nik Shuliahin)

Masih menurut laman healthline, aktivitas ini dinilai sebagai kegiatan yang umum dilakukan meskipun dalam ruang pribadi. Cara ini adalah cara yang alami dan aman untuk menjelajahi tubuh, merasakan kesenangan, dan melepaskan ketegangan. Selain menjelajah tubuh sendiri, masturbasi merupakan perawatan yang efektif untuk kesehatan mental.

Kegiatan ini dianggap dapat melepaskan gejala stres dan susah tidur. Studi menunjukkan bahwa keberadaan oksitosin menurunkan kadar hormon lain, salah satunya kortisol, yang berhubungan dengan penyebab stress tinggi. Beberapa orang menemukan bahwa melawan stres dengan masturbasi juga berfungsi untuk mengelola kecemasan.

Menurut survey, seorang responden perempuanmengatakan bahwa setelah melakukan masturbasi, ia menjadi lebih tenang, dan menemukan cara yang fantastis untuk merangsang otaknya. Oksitosin, bersama dengan prolaktin, hormon lain yang dilepaskan saat masturbasi, membuat rileks.


Baca Juga:

Pria Bingung dengan 4 Sifat Perempuan Ini

aktif
Kegiatan 'menghibur' diri sendiri bukanlah jalan utama. (Foto: Pixabay/SJJP)


Melansir dari Refinery29, bahwa kegiatan ini adalah suatu hal yang luar biasa. Seperti yang dikatakan oleh Vanessa Marin, Sex Therapist sekaligus peneliti relasi, bahwa jika seseorang khawatir terhadap kesehatan mental. Sebaiknya berkonsultasi juga dengan terapis dan sesegera mungkin menyiapkan rencana perawatan yang lebih matang.

Dengan kata lain, masturbasi bukan pilihan untuk melakukan perawatan kesehatan mental. Kegiatan menyenangkan diri senditi itu bukan pengobatan utama, meskipun bisa dijadikan alternatif.

Penelitian menunjukkan bahwa masturbasi juga memengaruhi korteks prefrontal otak pelakunya. Kegiatan itu membuat seseorang rileks bukan hanya tentang kesenangan fisik saja. Saat tubuh melepaskan endorfin, seseorang merasakan peningkatan suasana hati yang lebih baik. Menurut Psychology Today, seseorang harus berterimakasih kepada dopamin dan oksitosin karena memberikan efek semangat yang tinggi dan kepuasaan. (nic)


Baca Juga:

Ada Manfaatnya, Stres Boleh-Boleh Saja Kok


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH