BEM Nusantara Minta Penolakan UU Cipta Kerja Lewat Rekomendasi Demo Buruh. (MP/ Rizky Fitrianto).

MerahPutih.com - Seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pelajar diminta untuk menahan diri dalam menyampaikan aspirasi menyikapi polemik Omnibus Law UU Cipta Kerja. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sumatera se-Indonesia mengajak jika penolakan disampaikan dengan rekomendasi-rekomendasi.

Koordinator Daerah Sumatera Utara BEM Nusantara, Ridho Alamsyah mengatakan, BEM Nusantara Sumatera se-Indonesia telah menggelar konsolidasi menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020. Konsolidasi juga menyikapi perkembangan kondisi Tanah Air belakangan ini.

"BEM Nusantara melakukan konsolidasi untuk menyikapi kondisi saat ini dengan mengedepankan diskusi intelektual untuk nantinya akan keluar rekomendasi dan diteruskan ke pemerintah," kata Ridho.

Baca Juga:

Pemerintahan Jokowi Dinilai Hanya Fokus Investasi

Ridho menegaskan, BEM Nusantara se-Indonesia akan mengawal isu Omnibus Law UU Cipta Kerja yang tengah berpolemik dan isu tersebut akan dibawa dalam konsolidasi di Surabaya.

Konsolidasi BEM Nusantara Sumatera yang digelar di Gedung LPMP Provinsi Lampung, Selasa (20/10/2020). (Foto: BEM Nusantara)
Konsolidasi BEM Nusantara Sumatera yang digelar di Gedung LPMP Provinsi Lampung, Selasa (20/10/2020). (Foto: BEM Nusantara)

"BEM Nusantara akan terus mengawal UU Omnibus Law. Apabila ada pasal-pasal yang tidak pro terhadap rakyat akan ditempuh melalui jalur konstitusional, melalui 'judicial review'," tegasnya.

BEM Nusantara se-Indonesia akan menggelar pertemuan, sekaligus upacara Refleksi Sumpah Pemuda Pada Tanggal 28 Oktober 2020 yang akan dihadiri oleh BEM Nusantara se-Indonesia, serta melalui virtual.

Baca Juga:

Para Pemuda Tanah Air Harus Memiliki Jiwa Kewirausahaan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Sembilan WNI Positif Corona, Pemerintah Koordinasi dengan Jepang
Indonesia
Sembilan WNI Positif Corona, Pemerintah Koordinasi dengan Jepang

"Hasil tesnya menunjukkan positif Covid-19," kata Judha Nugraha

Pemilik Yayasan Ungkap Alasan Beri Nama "Nasi Anjing" untuk Warga Korban Penanganan COVID-19
Indonesia
Pemilik Yayasan Ungkap Alasan Beri Nama "Nasi Anjing" untuk Warga Korban Penanganan COVID-19

Nasi anjing dipilih karena anjing merupakan binatang yang setia kepada siapa saja yang memberinya makan.

Sebanyak 51 Orang di Jakarta Positif Corona
Indonesia
Sebanyak 51 Orang di Jakarta Positif Corona

Sebanyak 51 orang yang berdomisili di wilayah ibu kota terpapar virus corona.

Masih Legalkan Hukuman Mati, Harlah Pancasila Dianggap Hanya Pepesan Kosong
Indonesia
Masih Legalkan Hukuman Mati, Harlah Pancasila Dianggap Hanya Pepesan Kosong

"Selama hukuman mati masih menjadi satu bentuk sanksi dalam hukum pidana kita, maka Indonesia masih jauh dari cita-cita luhur pendiri bangsa yang terkandung dalam Pancasila," ungkap ICJR

Gugus Tugas Berubah Nama Jadi Satgas, DPR: Jangan Hanya Ganti Istilah dan Gunakan Influencer
Indonesia
Gugus Tugas Berubah Nama Jadi Satgas, DPR: Jangan Hanya Ganti Istilah dan Gunakan Influencer

Sekarang pemerintah membentuk Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di bawah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 Polisi Kejar Tersangka Baru Kasus Penyebaran Video Hoaks Perkelahian di Thamrin
Indonesia
Polisi Kejar Tersangka Baru Kasus Penyebaran Video Hoaks Perkelahian di Thamrin

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan, pemilik akun tersebut bakal diperiksa karena diduga ikut menyebarkan video hoaks itu.

[HOAKS atau FAKTA] Sekelompok Orang Berbaju Loreng Demo di Monas Tolak RUU HIP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Sekelompok Orang Berbaju Loreng Demo di Monas Tolak RUU HIP

Dan dalam vidoe nampak sejumlah orang membawa spanduk dan bendera untuk melawan RUU HIP.

Naikkan Lagi Pamor dan Mutu Garam Cirebon
Indonesia
Naikkan Lagi Pamor dan Mutu Garam Cirebon

Pemda Provinsi Jabar melalui dinas perindustrian sampai ke kab/kota, BPOM, Bank Indonesia, APPSI dalam waktu dekat kembali duduk satu meja guna meningkatkan perlindungan pemberdayaan petani garam Jabar.

Panduan Menkes Soal 'New Normal' Justru Jadi Alasan untuk Longgarkan PSBB
Indonesia
Panduan Menkes Soal 'New Normal' Justru Jadi Alasan untuk Longgarkan PSBB

Tanpa ada keputusan itu, hal-hal yang diatur itu sudah diketahui banyak orang

[HOAKS atau FAKTA]: Tanpa BPJS RS Citarum Terima Pengobatan Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tanpa BPJS RS Citarum Terima Pengobatan Gratis

Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp tentang di Rumah Sakit (RS) Panti Wilasa Citarum, Semarang, Jawa Tengah yang membuka program pengobatan gratis bagi masyarakat yang sedang sakit.