Belum Pikirkan Renovasi, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8) (Antara FOTO/Aditya Pradana Putra)

MerahPutih.com - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengungkapkan, pihaknya masih fokus mencari penyebab kebakaran yang melalap gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/8) malam.

Setelah itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melihat kelayakan gedung tersebut.

Baca Juga

Usut Kebakaran, Pamdal Hingga 'Cleaning Service' Kejagung Diperiksa Polisi

Kemudian, baru dibicarakan mengenai anggaran pembangunan gedung yang akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Baru kami meminta kepada PU apakah masih layak atau tidak gedung itu digunakan, baru di situ tentang bagaimana kita bicara tentang anggarannya. Jadi ada tahap-tahapan,” tuturnya kepada wartawan, Senin (24/8)

Terkait penyelidikan penyebab kebakaran tersebut, Kejagung menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyatakan data-data intelijen yang terdapat di pusat arsip aman dari kebakaran. Pusat arsip terletak di lantai dasar gedung utama yang terbakar pada Sabtu malam lalu.

"Kalau teman-teman lihat record center untuk data arsip kami, aman tidak ada masalah. Di lantai dasar, itu arsip kami dan alhamdulilah aman," kata Hari.

Sejumlah petugas Puslabfor, Inafis, dan Kejaksaan Agung melakukan pengecekan di Gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar, Senin (24/8/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Dia menuturkan, meski ruang kerja bidang intelijen Kejagung turut terdampak dalam insiden kebakaran itu, namun dia memastikan tidak ada alat-alat intelijen yang terkena imbasnya.

Hanya saja, dia mengakui, terdapat sejumlah berkas fisik dari operasi intelijen milik kejaksaan yang turut terbakar. Namun, dia memastikan pihaknya tetap memiliki cadangan data digital dari berkas-berkas itu.

"Mungkin iya terbakar (Berkas kertas). Tapi backup data itu selalu ada. Mungkin di ketua tim, mungkin di pimpinan. Era sekarang adalah era digital dan itu biasa kami lakukan," jelas Hari.

Sebagai informasi, setidaknya hampir sekitar 21 jam kobaran api melalap gedung Kejaksaan Agung RI, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/8).

Dugaan awal, api semula berasal dari lantai enam gedung utama kantor korps Adhyaksa itu. Api kemudian membesar dan menjalar ke bagian lantai empat dan lima. Di gedung itu juga terdapat kantor Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi.

Baca Juga

Yang Dilakukan Tim Puslabfor Saat Masuk Pertama Kali di Gedung Kejagung

Kini, kedua pucuk pimpinan Kejaksaan Agung itu harus berkantor sementara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan mulai Senin (24/8).

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu terjadi. Badan Reserse Kriminal dan Kejaksaan membuka penyelidikan untuk mengusut peristiwa tersebut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Didesak Ganjar Bikin Perda Larangan Makan Daging Anjing, Ini Jawaban Wali Kota Solo
Indonesia
Didesak Ganjar Bikin Perda Larangan Makan Daging Anjing, Ini Jawaban Wali Kota Solo

Politisi PDIP ini tidak ingin melarang pedagang berjualan daging anjing justru akan menambah beban bagi pemerintah daerah. Mereka akan kehilangan mata pencarian dan jatuh miskin.

Luhut Yakin MotoGP Mandalika Gaungkan Pariwisata Indonesia di Mata Dunia
Indonesia
Luhut Yakin MotoGP Mandalika Gaungkan Pariwisata Indonesia di Mata Dunia

Progres persiapan MotoGP 2021 dinilai sangat baik dan terus menunjukkan peningkatan

Survei Median: Penyuka Gerakan 212 Mayoritas Dukung Anies
Indonesia
Survei Median: Penyuka Gerakan 212 Mayoritas Dukung Anies

Lembaga survei Median merilis hasil survei terkait persepsi publik akan gerakan 212 pada 2017.

Mempertanyakan 'Kenekatan' Megawati Ajukan Harun Penyuap Komisioner KPU
Indonesia
Mempertanyakan 'Kenekatan' Megawati Ajukan Harun Penyuap Komisioner KPU

"Kuat dugaan di balik semua itu, ada uang besar yang bermain di luar jatah uang yang diminta Wahyu," jelas Petrus.

Eks Menhan: Sama Negara Komunis Kita Teman
Indonesia
Eks Menhan: Sama Negara Komunis Kita Teman

Selain Pancasila tidak boleh masuk atau tumbuh di Tanah Air

 Poresta Surakarta Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Kapolresta: Kita Maksimalkan Pengamanan
Indonesia
Poresta Surakarta Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Kapolresta: Kita Maksimalkan Pengamanan

"Pengamanan seperti biasanya. Tidak ada pengetatan. Kita maksimalkan pengamanan sesuai SOP saja," ujar Andy.

Ruko di Cideng Roboh, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Indonesia
Ruko di Cideng Roboh, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Kapolsek Metro Gambir Kompol Kade Budiyarta menuturkan, bangunan ruko tersebut memang akan dirobohkan.

Listrik Sering Padam, Bondowoso Terbitkan Aturan Main Layangan
Indonesia
Listrik Sering Padam, Bondowoso Terbitkan Aturan Main Layangan

Benang dari kawat tersebut juga membahayakan pengendara motor jika memainkan layangan di lokasi yang banyak warga mondar-mandir.

Roy Suryo Kritik Rencana Jokowi Tambah Wamen Bebani Keuangan Negara
Indonesia
Roy Suryo Kritik Rencana Jokowi Tambah Wamen Bebani Keuangan Negara

Menurut Roy, Jokowi sebaiknya mementingkan kualitas dari pada kuantitas karena sekarang saja sudah ada 12 wamen

Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 50 Persen
Indonesia
Pengembangan Vaksin Merah Putih Capai 50 Persen

Eijkman menyatakan proses pengembangan vaksin Merah Putih untuk COVID-19 sudah 50 persen selesai.