Belum Pikirkan Renovasi Gedung, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran Jaksa Agung ST Burhanuddin saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI terkait Rencana Kerja Tahun 2020, Penanganan Kasus Jiwasraya, dan Lain-lain, Senin (20/1). Foto: Twitter/@DPR_RI

Merahputih.com - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengaku masih fokus mencari penyebab kebakaran yang melalap gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Sabtu (22/8) malam.

Setelah itu, Kejagung akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melihat kelayakan gedung tersebut. Kemudian baru dibicarakan mengenai anggaran pembangunan gedung yang akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Baru kami meminta kepada PU apakah masih layak atau tidak gedung itu digunakan, baru di situ tentang bagaimana kita bicara tentang anggarannya. Jadi ada tahap-tahapan,” ujar Burhanuddin kepada wartawan, Senin (24/8).

Baca Juga:

Pemerintah Tak Mungkin Berbohong Soal Kebakaran Gedung Kejagung

Terkait penyelidikan penyebab kebakaran tersebut, Kejagung menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyatakan data-data intelijen yang terdapat di pusat arsip aman dari kebakaran.

Pusat arsip sendiri terletak di lantai dasar gedung utama yang terbakar pada Sabtu malam lalu.

"Kalau teman-teman lihat record center untuk data arsip kami, aman tidak ada masalah. Di lantai dasar, itu arsip kami dan alhamdulilah aman," kata Hari.

Kejagung Kebakar
Kantor Utama Kejaksaan Agung terbakar. (Foto: internet)

Meski ruang kerja bidang intelijen Kejagung turut terdampak dalam insiden kebakaran itu, namun dia memastikan tidak ada alat-alat intelijen yang terkena imbasnya.

Hanya saja, dia mengakui, terdapat sejumlah berkas fisik dari operasi intelijen milik kejaksaan yang turut terbakar. Namun, dia memastikan pihaknya tetap memiliki cadangan data digital dari berkas-berkas itu.

"Mungkin iya terbakar (Berkas kertas). Tapi backup data itu selalu ada. Mungkin di ketua tim, mungkin di pimpinan. Era sekarang adalah era digital dan itu biasa kami lakukan," jelas Hari.

Sebagai informasi, setidaknya hampir sekitar 21 jam kobaran api melalap gedung Kejaksaan Agung RI, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/8).

Baca Juga:

Polisi Diminta Selidiki Kebakaran Gedung Kejagung, Ada Kesengajaan Atau Benar-Benar Terbakar

Dugaan awal, api semula berasal dari lantai enam gedung utama kantor korps Adhyaksa itu. Api kemudian membesar dan menjalar ke bagian lantai empat dan lima. Di gedung itu juga terdapat kantor Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi.

Kini, kedua pucuk pimpinan Kejaksaan Agung itu harus berkantor sementara di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung RI di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan mulai Senin (24/8). Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu terjadi. Badan Reserse Kriminal dan Kejaksaan membuka penyelidikan untuk mengusut peristiwa tersebut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Diskotek Colosseum dapat Penghargaan, Anies Copot Plt Kepala Disparbud DKI
Indonesia
Diskotek Colosseum dapat Penghargaan, Anies Copot Plt Kepala Disparbud DKI

Kesalahan dalam penilaian pemberian penghargaan ke diskotek Colosseum

Firli Bahuri Tidak Mau Berkomentar Sebelum Diperiksa Dewas KPK
Indonesia
Firli Bahuri Tidak Mau Berkomentar Sebelum Diperiksa Dewas KPK

Sidang etik digelar secara tertutup mulai pukul 09.00 WIB

Anies Akui Udara Jakarta Berstatus Berbahaya
Indonesia
Anies Akui Udara Jakarta Berstatus Berbahaya

Polusi udara di DKI Jakarta, kata mantan Menteri Pendidikan ini, melampaui batas yang ditetapkan oleh oraganisasi kesehatan dunia atau WHO.

Peringati Hari Anak di Solo, Menteri PPPA Soroti Kekerasan Anak Melibatkan Pelaku Tenaga Pendidik
Indonesia
Peringati Hari Anak di Solo, Menteri PPPA Soroti Kekerasan Anak Melibatkan Pelaku Tenaga Pendidik

"Kita sayangkan adanya kasus kekerasan terhadap anak dengan pelaku tenaga pendidik," kata dia.

Mata Novel Cacat Permanen, Eks Pimpinan KPK: Buka Kornea Palsunya, Buta Total Dia
Indonesia
Mata Novel Cacat Permanen, Eks Pimpinan KPK: Buka Kornea Palsunya, Buta Total Dia

Dokter tetap memberi harapan dengan mengatakan ada kemungkinan mata Novel tidak mengalami buta total

Menkes Ingin Peserta BPJS Mandiri Tetap Disubsidi
Indonesia
Menkes Ingin Peserta BPJS Mandiri Tetap Disubsidi

Aturan mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang masih menjadi acuan adalah Perpres 75 Tahun 2019

Larangan Mudik, Kendaraan Diminta Putar Balik ke Jakarta
Indonesia
Larangan Mudik, Kendaraan Diminta Putar Balik ke Jakarta

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, larangan ini hanya berlaku bagi angkutan penumpang baik pribadi maupun umum.

Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK
Indonesia
Sejarah Baru, DPR Rapat di Kantor KPK

Ali enggan membeberkan secara detail alasan RDP digelar di Gedung KPK

Gara-gara Warganya Bandel, Iran Terancam Gelombang Kedua Virus Corona
Dunia
Gara-gara Warganya Bandel, Iran Terancam Gelombang Kedua Virus Corona

Pemerintah juga akan menerapkan langkah tegas saat jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi 2.077.

 Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Indonesia
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Ali menyatakan Zulhas yang juga menjabat Wakil Ketua MPR ini tidak menyampaikan keterangan apapun kepada penyidik atas ketidakhadirannya dalam pemeriksaan hari ini.