Pilkada Serentak
 Belum Keluarkan Rekomendasi, Pengamat Nilai PDIP Sengaja Tunggu Lawan di Pilwalkot Solo Pengamat politik dari UNS Surakarta Agus Riwanto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Keputusan DPP PDI Perjuangan untuk menunda pemberian rekomendasi kepada pasangan bakal calon di Pilwalkot Solo menurut pengamat politik dari UNS Surakarta, Agus Riwanto sebagai langkah tunggu lawan.

Menurut Agus, DPP PDIP sengaja menunggu lawan di Pilwalkot Solo sehingga belum akan mengumumkan rekomendasi partai.

Baca Juga:

Tanggapi Pernyataan Mega, Ketua DPC PDIP Solo: Kalau Anaknya Tak Mampu, Jangan Dipaksakan, Dong

"Saya melihat PDIP bukan bingung menentukan pilihan (antara Achmad Purnomo dengan Gibran Rakabuming Raka) tetapi justru tidak ingin gegabah sebelum ada lawan calonnya," katanya di Solo, Jawa tengah, Jumat (21/2).

Bakal calon dari PDIP dari PIlwalkot Solo Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming
Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa berfoto bersama di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (10/2). (Istimewa)

Lebih lanjut, Agus memperkirakan untuk lawan calon yang diusung oleh PDIP sendiri ada dua, yaitu dari koalisi partai politik dan dari jalur independen.

"Saat ini untuk yang dari independen kan sedang proses verifikasi dari KPU. Itupun kita tidak tahu lolos verifikasi atau tidak. Yang belum kelihatan dari koalisi partai politik," katanya.

Ia menilai untuk koalisi partai politik ini agak membahayakan mengingat dari dua pihak yang menunggu rekomendasi dari PDIP, ada kemungkinan salah satunya yaitu pihak yang tidak memperoleh rekomendasi akan menyeberang ke partai politik yang lain.

"Tentu rekomendasi hanya jatuh di satu pihak, bisa jadi yang lain akan dipinang ke partai politik lain. Ini membahayakan soliditas partai," katanya.

Apalagi, dikatakannya, pada Pilwalkot Solo ini PDIP bukan hanya menargetkan kemenangan tetapi juga bisa meraih kemenangan mutlak.

"Paling tidak lebih dari 80 persen, mereka (PDIP) butuh angka yang fantastis. Ini menunjukkan bahwa menjadi Wali Kota Solo memiliki legitimasi tinggi," terang Agus.

Baca Juga:

Gibran Puji Calon Independen yang Tak Gentar Tantang PDIP di Pilwalkot Solo

Sementara itu, mengenai pernyataan kedua bakal calon, baik itu Achmad Purnomo maupun Gibran yang akan tegak lurus dengan keputusan partai seolah menandakan loyalitas yang besar terhadap PDIP, menurut Agus Riwanto sebagaimana dilansir Antara realitanya belum tentu demikian.

"Di politik apapun bisa terjadi, konsistensi sulit dipegang," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Rekomendasi Pilwakot Solo Ditunda, Purnomo: Saya Tak Bisa Berbuat Apa-Apa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingin Tekan Laju Pertumbuhan Corona, Indonesia Mesti Tiru Selandia Baru
Indonesia
Ingin Tekan Laju Pertumbuhan Corona, Indonesia Mesti Tiru Selandia Baru

Masyarakat Selandia Baru mudah diarahkan karena sudah terbiasa menghadapi bencana.

Komisi I Minta TNI-Polri Dilibatkan Atur Social Distancing Redam Corona
Indonesia
Komisi I Minta TNI-Polri Dilibatkan Atur Social Distancing Redam Corona

Personil TNI dan Polri diminta disebar ke seluruh daerah

Ketua KPK Dicopot dari Jabatannya, Polri: Menuju SDM Unggul dan Promoter
Indonesia
Ketua KPK Dicopot dari Jabatannya, Polri: Menuju SDM Unggul dan Promoter

Firli resmi dilantik sebagai Kabaharkam pada 19 November 2019

Terawan Tolak Permohonan PSBB Provinsi Gorontalo
Indonesia
Terawan Tolak Permohonan PSBB Provinsi Gorontalo

Untuk dapat ditetapkan PSBB di suatu wilayah provinsi, kabupaten, kota harus memenuhi kriteria

Revisi RPJMD, Ketua Komisi A DPRD DKI Minta Anies tak Masukan Event Formula E
Indonesia
Revisi RPJMD, Ketua Komisi A DPRD DKI Minta Anies tak Masukan Event Formula E

Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta sendiri memang menurun tajam akibat pandemi corona.

Ini 12 Poin Protokol Kesehatan New Normal di Surabaya
Indonesia
Ini 12 Poin Protokol Kesehatan New Normal di Surabaya

Perwali tersebut diterbitkan usai usulan Risma menolak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan disetujui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Tak Terima Asetnya Disita Negara, Benny Tjokro Nangis
Indonesia
Tak Terima Asetnya Disita Negara, Benny Tjokro Nangis

“Ini yang sangat mengganggu pikiran dan perasaan saya,” kata Benny

Adakan Christmas Carol, Anies Disebut Tengah Cari Simpati dan Pencitraan
Indonesia
Adakan Christmas Carol, Anies Disebut Tengah Cari Simpati dan Pencitraan

Chirstmas Carol yang diadakan di beberapa titik ibu kota tak lepas dari bentuk pencitraan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Keuskupan Agung Jakarta Soroti Lunturnya Kebersamaan di Indonesia
Indonesia
Keuskupan Agung Jakarta Soroti Lunturnya Kebersamaan di Indonesia

Menurutnya, lunturnya kebersamaan itu disebabkan oleh tiga hal yang mulai marak terdengar di Indonesia

 PKS Berharap Dewan Pengawas Bantu KPK Ungkap Sejumlah Kasus Mangkrak
Indonesia
PKS Berharap Dewan Pengawas Bantu KPK Ungkap Sejumlah Kasus Mangkrak

"Kita berharap itulah nama yang akan dilantik dan karenanya akan memberikan harapan publik bagi kelanjutan penegakan korupsi termasuk tadi (PR) terselesaikan kasus-kasus korupsi triliunan rupiah