Belanja di Toko Kelontong Tetangga Sistem Sederhana Penyintas Pandemi Toko Kelontong E-Warong Keluarga Sejahtera, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Lampung, Rabu, yang sudah memiliki fasilitas e-money (4/11/2020). ANTARA FOTO/Ardiansyah/aww.

SEJAK kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret, hampir tidak ada dunia usaha yang tidak terkena dampaknya. Akibatnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PKH) pun tidak terhindarkan sehingga angka pengangguran pun meningkat di hampir semua sektor.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus lalu saja sudah tembus 9,77 juta orang. Naik 2,67 juta dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Baca Juga:

PSBB Total Bisa Berdampak pada PHK Massal Usaha Perbelanjaan

"Paling besar terjadi di perkotaan, tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,98 persen dan desa 4,71 persen," kata Suhariyanto, dalam konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Kamis (5/11).

Toko Kelontong dan Imbauan Jokowi

Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), Senin (23/11) pagi. (Foto: Humas/Rahmat)
Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), Senin (23/11) pagi. (Foto: Humas/Rahmat)

Imbas PHK massal itu, kini menjadi pemandangan umum di berbagi sisi perkotaan bermunculan pelaku-pelaku usaha baru yang memajang berbagai jenis usaha di media sosial atau kawasan perumahan warga. Umumnya bisnis di bidang kuliner, seperti makanan, minuman, hingga toko sembako.

Toko kelontong mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam upaya menstabilkan perekonomian di tengah terpaan krisis pandemi COVID-19. Presiden Presiden menyeru dan mengajak masyarakat untuk membantu antarsesama, di antaranya untuk tetap berbelanja di UMKM, seperti di toko-toko kelontong.

Baca Juga:

Enggak Perlu Insecure Lihat Dagangan Orang Lain Lebih Laku

Menurut Jokowi, ketika berbelanja di toko-toko kelontong sekitar tempat tinggal masing-masing merupakan wujud konkreat dan sederhana membantu tetangga yang tengah kesulitan. Harapannya dengan membeli produk UMKM lokal dan toko kelontong maka kekuatan ekonomi baru akan muncul.

"Saling menjaga sesama jangan sampai terpapar dan kita juga saling membantu agar ekonomi kita tidak terkapar," kata Jokowi ketika membuka Kampanye Nasional "Bangga Buatan Indonesia" secara virtual, di Jakarta, Mei silam.

Pahlawan Pandemi Versi FAO

toko kelontong
Toko Tani Indonesia Center (TTIC) jalan Dr Ratulangi Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Kementan).

Seruan serupa disampaikan Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization of the United Nations/FAO). Selama pandemi, FAO mengimbau masyarakat membeli makanan dari usaha kecil, sekaligus menghargai petani, nelayan, serta peternak.

"Saatnya kita memerhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memroduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini," kata Perwakilan FAO di Indonesia Stephen Rudgard dalam rilisnya.

Baca Juga:

Catat, Cicilan UMKM Terdampak Corona Ditunda 1 Tahun dengan Bunga Ringan!

Ada delapan imbauan yang disampaikan FAO. Pertama: mengingat para pahlawan pangan selama pandemi ini, seperti petani kecil nelayan, peternak, pengemudi truk dan para penjual di pasar atau swalayan yang menyiapkan bahan-bahan pangan untuk masyarakat.

Kedua, membeli makanan dari usaha kecil untuk mendukung mata pencaharian mereka di masa-masa sulit ini. Ketiga, ketika membeli makanan dari pasar selalu memakai masker untuk memastikan jarak fisik aman dan jaga kebersihan tangan.

Keempat, berbelanja dengan bijaksana, tidak membeli terlalu banyak pangan segar buah, sayur, ikan, daging sapi, dan daging ayam pada satu waktu. Agar makanan tidak rusak atau terbuang sehingga meningkatkan sampah pangan dan menghabiskan uang.

Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM. (Foto: Kemen Kop UMKM)

Kelima, tidak perlu menimbun makanan di rumah karena COVID-19 tidak secara langsung mempengaruhi produksi makanan. Keenam, konsumsi pangan bergizi, beragam, seimbang, dan aman.

Ketujuh, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan di rumah. Terpenting, selalu ikuti praktik pengolahan makanan yang baik.

Terakhir kedelapan, membagikan makanan atau mendukung bank makanan, kelompok masyarakat, atau badan amal yang menyediakan makanan gratis bagi orang-orang rentan. Sikap kedermawanan sangat penting selama krisis ini.

Inovasi Lokal

toko kelontong
Warga berbelanja di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) saat bazar di pasar Kranggan, Jetis, DI Yogyakarta, Rabu (22/4/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

Bekerja sama dengan klaster pangan BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM menggagas program belanja di warung tetangga sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat terhadap produk UMKM. telah terjaring 30.000 toko kelontong yang tergabung dalam program ini.

Sasaran program ini adalah koperasi, UKM, dan masyarakat yang terkena dampak PHK. Sekaligus mempermudah memasok kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Mulai dari kebutuhan beras, telor, minyak, gula, sardin, kurma, dan tepung.

Baca Juga:

Trik Toko Kelontong Go Online Berlayar Lewati Badai Pandemi

Tak hanya itu, Kementerian Pertanian (Kementan) juga mengembangkan program Toko Mitra Tani yang menyediakan bahan pangan berkualitas dan harga terjangkau. Toko Mitra Tani dapat menjual bahan pangan dengan harga terjangkau karena langsung mendapat pasokan dari petani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan).

"Kita berharap dengan bertambahnya Toko Mitra Tani di permukiman permukiman wilayah Jabodetabek tentu saja dapat meredam fluktuasi harga," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dikutip Antara, saat meresmikan dua Toko Mitra Tani Koja dan Pasar Mitra Tani Rawasari.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menambahkan Toko Mitra Tani dapat menjual bahan pangan dengan harga terjangkau karena langsung mendapat pasokan dari petani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Saling membantu, terlebih di masa krisis pandemi COVID-19 saat ini seharus sudah jadi kewajiban bersama umat beriman. Perintah tolong-menolong dalam agama dapat diterapkan dalam aksi kepedulian dan itu bisa diwujudkan dalam bentuk membantu pedagang kecil di sekitar dengan berbelanja di warung tetangga kita. (*)

Baca Juga:

Antiboros, Jurus Waras Finansial Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengiriman Vaksin COVID-19 Buat Negara Miskin Segera Dimulai
Dunia
Pengiriman Vaksin COVID-19 Buat Negara Miskin Segera Dimulai

Adanya vaksin gratis dari GAVI COVAX Facility yang berjumlah 108 juta dosis ini sangat membantu pemerintah IIndonesia dari sisi anggaran.

Imam Besar Masjid Istiqlal: Jangan Ragu Pada Vaksin
Indonesia
Imam Besar Masjid Istiqlal: Jangan Ragu Pada Vaksin

Vaksin COVID-19 termasuk dalam kemaslahatan yang lebih baik dijalani

83 Persen Pasien Sembuh, Klaster Secapa TNI AD Tersisa 215 Orang
Indonesia
83 Persen Pasien Sembuh, Klaster Secapa TNI AD Tersisa 215 Orang

Dari total 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD, sudah berkurang 1.093 orang atau 83,5 persen sudah menjadi negatif

Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19
Indonesia
Bamoset Ingatkan Efek Domino COVID-19

Bamsoet mengajak semua pihak untuk bergotong royong

Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI

Dalam berita acara penyerahan, barang bukti akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan rekomendasi, khususnya penegakan hukum.

Polisi Tangkap Pria Penyebar Hoaks Laundry di Kelapa Gading Cuci Seragam Tentara Tiongkok
Indonesia
Polisi Tangkap Pria Penyebar Hoaks Laundry di Kelapa Gading Cuci Seragam Tentara Tiongkok

AC dicokok di kediamannya di kawasan Jakarta Timur setelah polisi melakukan pelacakan

Kadin DKI Harap Kementerian Investasi Perlancar Perizinan Penanaman Modal
Indonesia
Kadin DKI Harap Kementerian Investasi Perlancar Perizinan Penanaman Modal

Pengusaha dan calon investor juga harus dapat merasakan kehadiran Kementerian Investasi

Masa Larangan Mudik, 4,6 Juta Kendaraan Keluar-Masuk Jakarta
Indonesia
Masa Larangan Mudik, 4,6 Juta Kendaraan Keluar-Masuk Jakarta

Tercatat ada sebanyak 4,6 juta kendaraan yang keluar-masuk Jakarta selama masa larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah, periode 6-17 Mei 2021.

Kasus DBD Mulai Meroket, Ahli Infeksi RSCM Ingatkan 7 Tanda Ini
Indonesia
Kasus DBD Mulai Meroket, Ahli Infeksi RSCM Ingatkan 7 Tanda Ini

Pada fase ketiga tersebut, bisa terjadi kebocoran pembuluh darah

Anies Tunggu Aturan Pemerintah Pusat soal Larangan Mudik
Indonesia