Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/Fransiska Ninditya

Merahputih.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui metode pembelajaran secara daring atau online selama pandemik COVID-19 kurang optimal sehingga Pemerintah mempertimbangkan untuk membuka kembali sekolah di daerah zona hijau dengan syarat sesuai protokol kesehatan.

Ma'ruf menilai belajar secara daring tidak semaksimal jika dilakukan secara konvensional melalui tatap muka langsung antara guru dan murid, karena ada keterbatasan akses komunikasi dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Baca Juga:

BNPT: Ba'asyir Napi "Hardcore" Tolak Deradikalisasi

"Memang pendidikan melalui online itu tidak maksimal, banyak daerah yang tidak melakukan pendidikan secara online, tidak ada kegiatan belajar mengajar karena kesulitan komunikasi. Oleh karena itu memang harus ada tatap muka," kata Wapres Ma'ruf Amin dalam telekonferensi pers dari Jakarta, Senin (8/5).

Di masa pandemik COVID-19, ketika Pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kegiatan belajar secara daring menjadi salah satu solusi agar pembelajaran tetap berjalan. Namun, pelaksanaannya di bidang pendidikan, banyak sekolah khususnya di daerah tidak dapat menjalankan pembelajaran secara daring, antara lain karena keterbatasan akses internet.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres)

Oleh karena itu, Pemerintah menyiapkan skenario agar pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dapat dilakukan di daerah-daerah yang tidak berstatus rawan terhadap penyebaran COVID-19.

"Maka yang disepakati, yang paling aman, paling konservatif, yaitu sekolah yang (akan) dibuka itu yang daerah hijau yang sekarang sudah sekitar 98 kabupaten-kota yang masuk hijau; sementara yang kuning apalagi yang merah, itu belum dibuka," ungkap Ma'ruf.

Selain itu, sebagaimana dikutip Antara, Pemerintah juga menyiapkan alternatif kebijakan di bidang pendidikan selama pandemik COVID-19 yakni membuka kembali sekolah konvensional untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Sementara untuk sekolah dasar (SD) dipertimbangkan untuk belum dibuka.

"Mungkin juga yang akan dipertimbangkan itu SD tidak dulu (dibuka), tetapi SMP dan SMA masih digodok," beber dia.

Baca Juga:

Pengamat Intelijen: Perempuan Indonesia Rentan Menjadi Target Radikalisasi

Pertimbangan pembukaan kembali sekolah tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan, antara lain dengan mengatur jarak fisik antarsiswa, memiliki ketersediaan sanitasi atau air bersih, menggunakan masker atau face shield, serta menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

"Sekolah itu harus memiliki sanitasi yang cukup artinya sudah ada air bersih di sekolahnya itu, kemudian jumlah siswa per kelas harus setengahnya, lalu pengawasan dan persiapannya juga lebih ketat," tutupnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
68 Kru Kapal Diamond Princess akan Diobservasi di Pulau Sebaru Kecil
Indonesia
68 Kru Kapal Diamond Princess akan Diobservasi di Pulau Sebaru Kecil

Yurianto menuturkan para WNI yang dijemput dari Yokohama Jepang itu akan menjalani masa observasi di gedung yang terpisah dengan 188 WNI dari Kapal World Dream.

Terdampak COVID-19, 12.076 Keluarga Miskin Solo Dapat Dana Insentif Rp600 Ribu
Indonesia
Terdampak COVID-19, 12.076 Keluarga Miskin Solo Dapat Dana Insentif Rp600 Ribu

Rudy mengatakan total ada sebanyak 12.076 keluarga miskin Solo bakal menerima DID. Besaran bantuan yang diberikan Rp600.000 per keluarga.

 DPRD Desak Pemprov DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona
Indonesia
DPRD Desak Pemprov DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona

Huda menyarankan dua solusi untuk mengatasi corona pertama adalah lebih mengetatkan pembatasan sosial dengan menerapkan PSBB atau memperpanjang masa tanggap darurat.

[HOAKS atau FAKTA]: Hydro Oxy Mouth Freshener Spray Sembuhkan Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hydro Oxy Mouth Freshener Spray Sembuhkan Corona

Beredar promosi atau iklan di media sosial mengenai produk Hydro Oxy Mouth Freshener Spray yang diklaim mampu menangkal COVID-19.

DPR Ultimatum Semua Pihak Patuhi Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS
Indonesia
DPR Ultimatum Semua Pihak Patuhi Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS

DPR akan mengajak pengelola BPJS Kesehatan dan Kemenkeu duduk bersama

Waspadai Aksi Unras Berujung Tindakan Inkonstitusional
Indonesia
Waspadai Aksi Unras Berujung Tindakan Inkonstitusional

Kebebasan harus dijalankan dengan tidak melanggar pembatasan-pembatasan yang sudah ditetapkan

Lima Provinsi Tertinggi dan Terendah Penyebaran COVID-19 di Indonesia
Indonesia
Lima Provinsi Tertinggi dan Terendah Penyebaran COVID-19 di Indonesia

Wiku juga memaparkan daerah dengan kasus kematian akibat COVID-19 terbanyak

[HOAKS Atau FAKTA]: Piramida Mesir Sedang Dilanda Hujan Salju
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Piramida Mesir Sedang Dilanda Hujan Salju

Akun Twitter bernama @/Ran_Paratrooper mengunggah foto Piramida dan Sphinx dengan narasi klaim saat ini Mesir sedang turun salju.

Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara
Indonesia
Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara

Penutupan dilakukan pasca peningkatan status Gunung Merapi dari level waspada menjadi level siaga.

ASN Makin Lama Bekerja di Rumah
Indonesia
ASN Makin Lama Bekerja di Rumah

Tjahjo Kumolo menandatangani dua surat edaran, yaitu SE Nomor 54 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19.