Belajar Memahami Kisah Meduroy, Warga Negeri Aing Mudik Cuma di Hari Raya Kurban Ilustrasi Maduroy saat akan Turon. (MP/Fikri)

TEMAN aing ini sebutannya Meduroy. Singkatan dari Meduro Boy. Artinya, anak Madura. Tidak seperti kebanyakan penduduk Negeri Aing biasa mudik menjelang Lebaran, Meduroy cuma mudik di Hari Raya Kurban. Dan mudiknya harus ke Pulau Madura. Beda dengan umumnya mudik ke kampung halamannya berbeda-beda. Terpenting bukan ke Wakanda. Jauh, Pak!

Nah, nama perjalanan pulang kampung bagi warga Madura bukan mudik, tapi Toron. Artinya, turun atau kembali ke asal. Para Meduroy, baik boy maupun girls, kembali ke asal mereka di Pulau Madura. Mereka membawa serta semua anggota keluarga dari perantauan saat Turon agar tali kekeluargaan tidak terputus.

Baca juga:

Meja Sekolah Jadi Arena Psywar Anak Pagi Versus Siang

Bayangkan, warga Madura tersebar dari Sabang sampai Merauke berduyun-duyun kembali ke Pulau Madura.

Lalu kenapa harus saat Idul Adha? Toron dilakukan warga Madura setiap Hari Raya Kurban karena berbarengan dengan berbagai macam momen ibadah. Misalnya Hari Raya Haji ketika orang-orang pergi haji dalam waktu dekat akan pulang ke Tanah Air. Keluarga di kampung halaman menyiapkan kepulangan mereka dengan menggelar berbagai acara doa bersama atau selamatan. Hari Raya Haji maskudnya Idul Adha nan tahun ini jatuh pada 20 Juli 2021.

meduroy
Jembatan Suramadu penghubung Madura-Surabaya akses idaman orang Madura mudik. (Pixabay-Aldocandra 1992)

Momen kurban bagi warga Madura merupakan ajang kebersamaaan. Momen berkumpul untuk menyembelih hewan kurban dan menyantapnya bareng-bareng bersama keluarga. Acara seperti ini terasa sangat spesial karena mereka tak bisa melakukannya di tanah perantauan. Apalagi, semua sanak famili dari berbagai sudut Indonesia datang. Siapa tahu bisa CLBK kan? Eh.

Tradisi Toron ini terus dilestarikan lho, guys. Anak-anak warga Madura meski lahir di tanah perantauan dan bahkan tidak bisa bahasa Madura pun, tetap diajak pulang ke 'Pulau Garam'. Mereka harus Toron agar tak lupa asalnya.

Salah satunya teman aing, bernama Dadang Hariawan. Namanya Dadang Hariawan karena lahirnya di siang (awan) hari. Kalau lahirnya pagi bisa jadi berasma Dadang Haripagi. Kalau lahir malam namanya Dadang Harimalam.

Untung namanya bukan Dadang Hari Hari Bersamamu. Canda Dadang!

toron
Kapal laut di masa lalu digunakan orang Madura pulang kampung. (Unsplash-Rahadiansyah)

Kata Dadang, meski kini sudah menetap di Kota Surabaya dan jadi salah satu anak digital marketing dengan prestasi gokil, ia tetap diajak Toron orangtuanya. “Sekarang enak sudah ada Jembatan Suramadu. Dulu kami harus antre kapal penyeberangan yang panjang antrean saat Toron nauzubillah!” katanya.

Ya bayangkan aja antre naik kapal feri isinya orang Madura se-Indonesia!

K.H. Mustofa Bisri dalam acara Halaqah Kebangsaan di PP. Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep pada 2009 mengatakan istilah Toron merupakan bentuk sikap rendah hati warga Madura. Mereka menganggap orang di Pulau Jawa lebih tinggi karena itu adalah sikap menghargai dan memuliakan orang lain.

Padahal, kata ulama akrab disapa Gus Mus itu, ulama-ulama di tanah Jawa sebenarnya murid dari ulama-ulama di Madura. Syaikhona Kholil Bangkalan telah melahirkan generasi ulama tersebar di berbagai tempat di tanah Jawa. Bahkan para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang pondok pesantrennya kini tersebar di berbagai daerah adalah murid Syaikhona Kholil.

Baca Juga:

Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing

Artinya, Syaikhona Kholil levelnya sudah setara dengan guru bangsa, guys.

Lalu bagaimana dengan Toron edisi COVID-19? Polda Jatim memang sudah melarang. Namun, beberapa warga Madura saya temui bilang, larangan itu belum tentu berhasil. Mereka tetap akan melakukan Toron dengan tetap menjaga prokes dengan ketat. Misalnya dengan membawa hand sanitizer, masker, dan vitamin.

“Saya nanti kalau balik ke Surabaya mau tes swab PCR dulu. Biar enggak membahayakan tempat kerja saya,” kata Sopia, salah seorang warga Madura yang tahun ini tetap Toron tapi dengan prokes. Siapa mau ikut Toron? (Aga)

Baca juga:

Bolos Sekolah Belum Tentu Anak Salah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan
Travel
Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan

pengusaha sangat membutuhkan adanya relaksasi dalam pembayaran iuran.

Pancasila Ada pada Naskah Sunda dari Abad 16 M
Tradisi
Pancasila Ada pada Naskah Sunda dari Abad 16 M

Naskah-naskah Sunda kuno tersebut meliputi, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung, dan Sanghyang Raga Dewata.

Candi Prambanan dan Sejumlah Candi di Kabupaten Sleman ditutup Sementara
Travel
Candi Prambanan dan Sejumlah Candi di Kabupaten Sleman ditutup Sementara

Candi yang ditutup sementara meliputi, Candi Sambisari, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Ijo, Candi Gebang, dan Candi Kedulan.

Cirebon Perkuat Potensi Wisata Religi Melalui Masjid Kuno
Travel
Cirebon Perkuat Potensi Wisata Religi Melalui Masjid Kuno

masjid kuno yang ada di Kota Cirebon memiliki keunikan

Ketika Laut Meninggalkan Nelayan Pulau Bangka
Tradisi
Ketika Laut Meninggalkan Nelayan Pulau Bangka

Nelayan memang menjadi salah satu yang terdampak, tetapi lebih dari itu, biota laut lah yang paling merasakan dampaknya

Kolaborasi Bangun Engagement antara Kemenparekraf dan BPJS
Travel
Kolaborasi Bangun Engagement antara Kemenparekraf dan BPJS

Pandemi COVID-19 dapat dijadikan momentum untuk tetap membangun engagement dengan pelanggan hingga wisatawan.

GWK Cultural Park Bali akan Kembali Ditutup
Travel
GWK Cultural Park Bali akan Kembali Ditutup

Penutupan ini akan berlaku mulai Senin 1 Februari

Micin Bikin Bodoh, Benarkah?
Kuliner
Micin Bikin Bodoh, Benarkah?

Orang bodoh kerap disebut sebagai generasi micin.

Jamu, Khasiat Kearifan Lokal
Kuliner
Jamu, Khasiat Kearifan Lokal

Jamu terbuat dari tanaman herbal yang sarinya diekstrak.

Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip
Travel
Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip

Jangan lupa ajak si kecil kalau ke Farm House Lembang.