Belajar Melihat dan Memaksimalkan Peluang Usaha  di Masa Pandemi kenali tips melihat peluang di masa pandemi (Foto: pixabay/photomix-company)

SAAT pandemi COVID-19 melanda Tanah Air, kamu jangan melulu menyalahkan keadaan. Mungkin pandemi justru mengajarkan agar harus lebih kreatif, rajin, dan pandai melihat peluang.

Melewati situasi sulit di saat pandemi memang berat, tapi tidak ada kemustahilan bila kamu mau berusaha dan pantang menyerah.

Baca Juga:

Belajar Menghargai Jasa Kurir dan Ojol Selama PPKM Darurat

Seperti kisah enterpreneur muda bernama Kiki Kasuari. Bermula dari dirinya memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai seorang marketing mobil di salah satu perusahaan ternama di akhir tahun 2019.

Kiki memilih resign karena orang tua merasa khawatir anak perempuannya kerap pulang larut malam, karena jam kerja marketing tidak menentu.

Di awal tahun 2020, Kiki mulai mencoba melamar pekerjaan pada sejumlah perusahaan dengan penerapan office hour, namun belum ada posisi sesuai dengan keinginannya. Hingga akhirnya saat awal maret 2020, pandemi COVID-19 melanda Tanah Air.

Peluang usaha menjual alat kesehatan di masa pandemi (Foto: instagram @apdkit)

Saat pandemi, mencari kerja semakin sulit. Keadaan sulit membuat Kiki berpikir keras mencari cara agar produktif. Dengan bermodalkan pengalaman di bidang marketing kurang lebih 3 tahun, Kiki mencoba peruntungan usaha alat-alat kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, rapid test, cairan desinfektan, baju hazmat, sarung tangan steril, dan lainnya.

Kiki melihat meningkatnya kebutuhan masyarakat alat kesehatan, terutama menyangkut pencegahan COVID-19. Dengan modal seadanya perlahan Kiki mulai mengembangkan bisnisnya.

"Kuncinya sih mulai aja dulu. Namanya bisnis untung rugi itu wajar," jelas Kiki pada Merahputih.com.

Ia mula-mula menawarkan berbagai barang pada orang-orang terdekat, seperti halnya teman-teman, rekan kerja di dunia marketing, hingga para konsumen pernah membeli mobil.

Siapa sangka, usaha alat kesehatan Kiki diberinama Apdkit perlahan mulai berkembang. Meski dalam perjalanannya tidak melulu mulus, Kiki mengaku sempat beberapa kali tertipu, hingga rugi jutaan rupiah.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Kiki untuk tetap membangun bisnisnya. Hingga akhirnya, setelah berjalan lebih dari satu tahun, tadinya omset per bulan sekitar Rp 30 juta, saat ini sudah naik tiga kali lipatnya.

Pencapaian itu tentu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Melainkan ada beberapa tips dan trik dilakukan, terlebih awalnya Kiki tidak memiliki basic soal alat kesehatan, dan semuanya dipelajari secara otodidak.

Baca Juga:

TikTok Mengajarkan Aku Seluk-Beluk Dunia Kerja dan Magang

Dalam menjalani bisnis secara otodidak, Kiki menyarankan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang produk ingin dijual.

"Karena aku otodidak, paling aku perbanyak baca buku, nonton Youtube, baca-baca berita di internet, perbanyak jaringan dan rajin ikut seminar online soal bisnis," jelas Kiki.

Adapun beberapa kesulitan dialami dalam menekuni bisnis usaha alkes, seperti kesulitan mencari distributor terpercaya, menjaga kualitas barang, serta manajemen waktu dan keuangan. Hal tersebut karena Kiki melakukan semuanya seorang diri, sebelum akhirnya pihak keluarga dan sang kekasih turut membantu bisnisnya kemudian mulai ramai pembeli.

Jeli Melihat Peluang

Untuk melihat peluang produk bakal laku di pasaran, Kiki melihat di Google Trend. Dalam hal ini, setiap harinya Kiki selalu memantau apa saja pencarian di Google Trend, khususnya tentang alat kesehatan.

Setelah mencari berbagai informasi, Kiki mulai memetakan barang-barang apa saja berpotensi 'trending' di masyarakat.

Bila sudah yakin dengan riset matang tentang barang akan banyak dicari masyarakat, Kiki langsung mempersiapkannya dengan belanja dalam jumlah banyak untuk stok.

Kita harus jeli dalam melihat peluang usaha di masa pandemi (Foto: pixabay/jarmoluk)

Seperti contoh, sebelum melihat di Google Trend sebuah produk bakal 'trending', ia hanya membeli 10, tapi saat barang tersebut diprekdiksi mulai banyak dicari, Kiki membeli 30 barang.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan, karena Kiki tidak mau mempersulit masyarakat untuk membeli barang dengan harga meroket lantaran ada oknum 'mempermainkan' harga pasar.

"Kenapa aku stok barang banyak? Ya karena ketika harganya meroket di pasaran, aku bisa tetap menjual dengan harga normal, bukan harga hasil 'gorengan', hal itu agar tidak memberatkan konsumen, apalagi banyak masyarakat sakit dan membutuhkan alkes," ujarnya.

Karena sepengalaman Kiki sudah lebih dari satu tahun menekuni bidang usaha alat kesehatan, tren alat kesehatan mudah berubah drastis, tergantung dari situasi, seperti halnya ketika angka kasus COVID-19 naik.

Konsistensi adalah Kunci

Menurut Kiki, konsistensi merupakan hal wajib dalam melakoni bidang usaha apa pun. Ia mengaku terus konsisten dan fokus dalam menjalani bisnis dan mempromosikan bisnisnya lewat berbagai sosial media.

"Mungkin terlihat sederhana, tapi efeknya besar loh. Contoh minimal update 4 status di whatsapp story, teman-teman, keluarga, rekan bisnis, dan orang di WA tuh ngeliat. Alhamdulillah ada aja orderan dari mulut ke mulut gara-gara pada liat status WA,"

Selain di WhatsApp, konsisten juga update di Instagram, Facebook, dan sebagainya. Kiki mengaku dengan cara begitu orang-orang jadi tahu ada stok berbagai alkes. Jadi suatu saat ada rekan dari teman atau rekan dari keluarga membutuhkan alkes pasti menghubunginya.

Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Konsumen

Satu hal penting harus dilakukan untuk menggaet konsumen dengan terus belajar dalam memaksimalkan iklan di e-commerce. Caranya, bisa dengan membaca buku tentang bisnis dan iklan, mencari informasi di internet, dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Karena, menurut Kiki, bila kita fast response, memberikan garansi, bertutur kata baik pada konsumen, maka besar kemungkinan para konsumen akan repeat order.

Tips ampuh lainnya dilakukan Kiki untuk menggaet lebih banyak konsumen dengan memberikan bonus kepada konsumen. Dalam hal ini, Kiki sudah menyiapkan dana untuk bonus bagi konsumen, meskipun nilai barangnya tidak besar, tapi Kiki yakin konsumen akan tetap belanja di tokonya.

Memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen merupakan harga mati dalam menjalani sebuah bisnis (Foto: pixabay/geralt)

Perihal rata-rata harga barang ditawarkan, Kiki mengikuti harga pasar tengah beredar. Baginya tidak perlu melulu bersaing secara harga, terpenting dapat melayani konsumen dengan baik, dan memberikan konsumen barang berkualitas.

Kiki juga selalu memastikan ketersediaan barang, dan mengecek detail barang untuk meminimalisasi konsumen menerima barang rusak atau cacat.

Selain itu, Kiki selalu membeli barang bergaransi, sehingga bila barang tidak berfungsi dengan baik bisa retur pada distributor. Karena, ada beberapa barang segelnya tidak bisa dibuka, atau malah sebaliknya, agar tetap steril.

Kiki selalu memastikan membeli barang di distributor terpercaya, mengetahui jelas lokasi pabrik, dan memiliki izin resmi alias bukan abal-abal.

Dalam setiap transaksi, tentu tipe konsumen pun cukup beragam. Tidak sedikit Kiki mendapati konsumen 'bawel'. Tips menghadapinya dengan mendengarkan keinginannya, jawab pertanyaan dengan jelas, sabar, dengarkan keluhannya, dan memberikan solusi.

Kemudian, tahap terakhir dalam bisnis online paling penting packing barang. Dalam hal ini Kiki selalu menjaga agar barangnya tidak rusak dan terbungkus rapih. Ia menggunakan bubble wrap berlapis meski hanya satu barang kecil dan nilainya di bawah Rp 50 ribu. Hal itu guna menghindari kekecewaan konsumen karena barang dikirim penyok, rusak, dan hancur.

Selain itu, penting juga untuk memastikan nama penerima, nomor telepon, dan alamat tujuan secara detail. Terlebih pesanan setiap harinya sudah mencapai puluhan order, karena itu dibutuhkan ketelitan dan triple check sebelum barang dikirim.

Bila konsumen order barang dikirim instan same day dengan kurir, Kiki selalu mengawal terus posisi kurir di maps, hingga sampai tujuan. Hal itu guna mengantisipasi adanya hal tidak diinginkan. Seperti barang terjatuh atau rusak saat dibawa kurir. (Ryn)

Baca Juga:

Pandemi Membuatku Jauh Lebih Berkembang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kacamata Pintar untuk Sembuhkan Rabun Jauh
Fun
Kacamata Pintar untuk Sembuhkan Rabun Jauh

Sebuah perusahaan asal Jepang menciptakan kacamata pintar yang dipercaya bisa menyembuhkan miopia atau rabun jauh

Resmi, Davide Brivio Jadi Direktur Tim F1 Alpine
Fun
Resmi, Davide Brivio Jadi Direktur Tim F1 Alpine

Davide Brivio resmi menjadi direktur tim F1 Alpine.

Pasca Pensiun, David Beckham Fokus Jadi Produser Film Dokumenter Olahraga
ShowBiz
Pasca Pensiun, David Beckham Fokus Jadi Produser Film Dokumenter Olahraga

Mantan gelandang tim Inggris itu kini banyak mengerjakan proyek film dokumenter olahraga.

Film Horor ini Sukses Bikin Stephen King Ketakutan
ShowBiz
Film Horor ini Sukses Bikin Stephen King Ketakutan

Saking seramnya, The King of Horror tidak mampu nonton film ini hingga selesai.

Musim Kedua ‘Hospital Playlist’ Tayang Juni 2021
ShowBiz
Musim Kedua ‘Hospital Playlist’ Tayang Juni 2021

Para pemain saat ini masih dalam tahap membaca skenario.

Intip isi Tas Hadiah Seharga Rp870 Juta untuk Gelaran Oscar 2021
ShowBiz
Intip isi Tas Hadiah Seharga Rp870 Juta untuk Gelaran Oscar 2021

Disebut sebagai 'Everyone Wins' Nominee Gift Bag.

Wimar Witoelar Meninggal Akibat Sepsis, Apa Itu?
Hiburan & Gaya Hidup
Wimar Witoelar Meninggal Akibat Sepsis, Apa Itu?

Sebelum kritis hingga menghembuskan napas terakhir, Wimar dirawat karena mengalami sepsis.

Rp 14 Miliar Hanya untuk Tes COVID-19 di Festival Film Cannes 2021
Fun
Rp 14 Miliar Hanya untuk Tes COVID-19 di Festival Film Cannes 2021

Demi memastikan acara berjalan dengan lancar Festival Film Cannes mengeluarkan banyak dana.

Absen 2 Tahun, Afgan Kembali dengan Single 'Say I'm Sorry'
ShowBiz
Absen 2 Tahun, Afgan Kembali dengan Single 'Say I'm Sorry'

Afgan Luncurkan Single 'Say i'm Sorry' , Single tersebut merupakan terobosan global pertama Afgan sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonik Amerika Serikat

Era Soekamto Hadirkan Koleksi Kolaborasi Bertema 'Tara'
Fashion
Era Soekamto Hadirkan Koleksi Kolaborasi Bertema 'Tara'

Koleksi ini akan dipamerkan secara virtual.