Bela Negara Bukan Sekedar Hadapi Ancaman Fisik Ilustrasi. (Foto: Fancycrave/Pixabay).

Merahputih.com - Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa di era globalisasi informasi seperti sekarang ini tantangan bela negara kian kompleks.

"Bela negara bukan sekedar menghadapi ancaman serangan fisik namun masuknya paham yang merusak ideologi melalui dunia maya," kata Direktur Bina Idiologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan, Selasa (2/2).

Baca Juga:

Ratusan Karateka Cilik Ikuti Pelatihan Bela Negara

Tantangan itu termasuk kian maraknya hasutan melalui media sosial berupa hoaks serta ancaman perentas atau hacker. Padahal, bela negara bukan sekadar semangat. Melainkan kesadaran wajib dimiliki setiap warga negara untuk membela dan mempertahankan negaranya dari ancaman maupun serangan musuh.

Bela negara adalah kewajiban yang diatur dalam UUD 1945, dan beberapa perundangan-undangan lain. Termasuk UU No 3 tahun 2002 Pertahanan Negara.

"Jika dulu ada istilah mulutmu adalah harimaumu, maka kini jadi jarimu adalah jerujimu, jadi berhati-hatilah bermedia sosial, agar tidak menjadi alat penyebar hoaks dalam menyerang negara melalui dunia maya," tandas dia.

Ilustrasi: Bela Negara. Foto: Net

Ia mengakui ada masalah strategis pelaksanaan kesadaran bela negara. Antara lain kurangnya koordinasi antara kementerian dan kelembagaan dalam pelaksanaan dan peningkatan kesadaran bela negara.

"Kurang optimal pemerintah dan pemda dalam pengganggaran dalam rangka peningkatan kesadaran bela negara," paparnya.

Masalah lain kurangnya tenaga pelatih/fasilitator kesadaran bela negara. Ia juga mengutarakan masalah perlunya perbaikan metodologi pendidikan kesadaran bela negara.

Terkait hal itu, sebagaimana dikutip Antara, direkomendasikan perlunya peningkatan implimentasi peraturan perundang-undangan di bidang bela negara melalui inventarisasi, koordinasi, dan penyempurnaan UU tersebut.

Baca Juga:

Latihan Bela Negara di Kodam IV Diponegoro Ditunda

Peningkatan nasionalisme dan bela negara melalui sosioalisasi dan pendidikan formal maupun nom formal, serta sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan sehingga tumbuh dan berkembang kemampuan profesional di bidangnya, menumbuh daya saing dan kesejahteraan.

Perlu melakukan penataan kebijakan pelibatan ormas dalam pelaksanaan peningkatan kesadaran bela negara. "Perlu merumuskan kebijakan wajib militer kepada warga negara," ujarnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Diskotek Belum akan Dibuka, Pengusaha Hiburan Ancam Kembali Geruduk Kantor Anies
Indonesia
Diskotek Belum akan Dibuka, Pengusaha Hiburan Ancam Kembali Geruduk Kantor Anies

"Harusnya Minggu ini sudah ada keputusan. Kalau tidak, dan diulur-ulur kami akan melakukan aksi gelombang kedua," kata Ketua Asphija Hana Suryani

Pegawai Senior KPK Kembali Mengundurkan Diri
Indonesia
Pegawai Senior KPK Kembali Mengundurkan Diri

Kini Nanang Farid Syam yang merupakan penasihat Wadah Pegawai (WP) KPK mengundurkan diri.

Terlalu Dini Gibran Maju di Pilgub DKI Jakarta
Indonesia
Terlalu Dini Gibran Maju di Pilgub DKI Jakarta

"Saya dulu sama Pak Jokowi juga gitu tukeran posisi. Tampaknya terlalu dini (Gibran Maju Pilgub DKI Jakarta) untuk sekarang," pungkas Rudy.

Menkes Siapkan Dua Strategi Perang Melawan COVID-19
Indonesia
Menkes Siapkan Dua Strategi Perang Melawan COVID-19

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dua strategi untuk memenangkan perang melawan pandemi virus corona (COVID-19).

Belum Datang ke Polda Metro, Rizieq Kemungkinan Mangkir dari Panggilan Polisi
Indonesia
Pangdam IV/Diponegoro Sebut RS Darurat di Solo Bisa Untuk Vaksinasi Massal
Indonesia
Pangdam IV/Diponegoro Sebut RS Darurat di Solo Bisa Untuk Vaksinasi Massal

Dikatakannya, RS darurat lapangan tersebut terdapat 100 bed dengan dilengkapi peralatan canggih dan tidak kalah dengan rumah sakit lainnya. Rumah sakit difungsikan untuk merawat warga Solo Raya yang terpapar virus Corona pada level ringan hingga sedang.

85 Persen Warga Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua
Indonesia
85 Persen Warga Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua

Partisipasi pelaku wisata di Malioboro, pekerja informal, dan pedagang Pasar Beringharjo mengikuti program vaksinasi massal mencapai 85,18 persen.

PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius
Indonesia
PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius

"KAMI diharapkan memberikan masukan argumentatif, solutif, khususnya terkait persoalan pandemi COVID-19. Ternyata tidak demikian" ujar Aria

Ini Kata Menkopolhukam Soal Perusakan Mapolsek Ciracas
Indonesia
Ini Kata Menkopolhukam Soal Perusakan Mapolsek Ciracas

Mahfud meminta tidak ada aksi main hakim sendiri apalagi memicu kekerasan terkait kasus yang melibatkan institusi TNI dan Polri itu.

2.999 Personel Polisi Amankan Libur Panjang Maulid Nabi dan Cuti Bersama
Indonesia
2.999 Personel Polisi Amankan Libur Panjang Maulid Nabi dan Cuti Bersama

Polda Metro Jaya telah menyiapkan 2.999 personel untuk mengamankan libur panjang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama yang jatuh pada akhir pekan ini.