Bela Anies soal Pelebaran Trotoar Cikini, Habiburokhman: Asyik Bisa Jogging Ketua DPP Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman (tengah). (MP/Ponco)

MerahPutih.com - Politikus Partai Gerindra, Habiburokhman membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pelebaran trotoar di jalan Cikini Raya.

Pembelaan itu disampaikannya melalui akun Twitternya, @Habiburokhman, Minggu (21/7). Cuitan ini merupakan respon atas kritikan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menilai pelebaran jalan tersebut menimbulkan kemacetan.

Baca Juga: Revitalisasi Trotoar Cikini-Kramat Habiskan Rp75 M, Intip Hasilnya

 Anggota Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Habiburokhman (tengah) (MP/Ponco Sulaksono)
Anggota Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Habiburokhman (tengah) (MP/Ponco Sulaksono)

"Sudah 12 tahun gua ngantor di Cikini Raya, baru Gubernur Anies kepikiran lebarin trotoar, kebayang dua minggu lagi bisa jogging sore di pinggir jalan kayak di negara-negara maju. Bang @FerdinandHaean2 mau ikutan?," tulis Habiburokhman.

Menurutnya, pelebaran trotoar tidak selalu menyebabkan macet parah. Ia mencontohkan pekerjaan jalan di kawasan dekat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Dukung Anies soal Revitalisasi Trotoar

"Dulu waktu trotoar Jl Diponegoro dekat RSCM diperlebar, gua juga sempat kesal jalan macet jadi tambah sempit, tapi dasar Gub kita keren kayak gua, dengan pengaturan yg bagus, skrg jalan itu malah hampir gak pernah macet," sambungnya.

Sebelumnya, Ferdinand mengkritik proses pelebaran trotoar itu. Menurutnya, lebar jalur khusus pejalan kaki cukup 1,5 meter saja sehingga tidak perlu dilebarkan dua kali lipat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalu Dinas Bina Marga DKI tengah melakukan pengerjaan revitalisasi trotoar di Jalan Cikini dan Jalan Kramat, Jakarta Pusat. Foto: MP/Asropih
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga DKI tengah melakukan pengerjaan revitalisasi trotoar di Jalan Cikini dan Jalan Kramat, Jakarta Pusat. Foto: MP/Asropih

Baca Juga: Revitalisasi Trotoar, Pemprov DKI Diminta Pikirkan Hak Warga

"Jakarta itu jalanannya macet, ruas jalan tak lg ideal dgn jumlah kendaraan. Tp koq bs Pemda DKI merampas badan jalan untuk meperlebar trotoar hingga 3 mtr lebih. Cikini yg slm ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 mtr utk pejakan kaki. @DKIJakarta," tulis Ferdinand pada Jumat (19/7). (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH