Bekraf Gelar Pelatihan Manajemen Komisi Film di Yogyakarta Bekraf sangat mendukung perkembangan industri Film Indonesia (Foto: Bekraf)

BADAN Ekonomi Kreatif (Bekraf) semakin mendukung industri film Indonesia. Beberapa waktu lalu, Bekraf menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Komisi Film. Pelatihan tersebut dilakukan di Hotel Tentrem, Yogyakarta.

Dalam penyelenggaraan itu. Bekraf juga bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Institut Francais Indonesia (IFI). Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan 24 peserta. Demikian menurut rilis yang diterima merahputih.com dari Bekraf.

"Kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen komisi film serta sharing ilmu dari perwakilan CNC dan Ile de France Film Commission ke pengurus KFD di Indonesia," ungkap Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri Bekraf, K. Candra Negara.

Para peserta yang hadir berasal dari perwakilan Komisi Film Daerah (KFD). Yang berdomisili di Bandung, Bojonegoro, Banyuwangi, Yogyakarta, Siak, Banda Aceh, Singkawang, dan Jayapura. Ditambah, alumni Komunitas Film Bergerak (Konfig) 2018 juga menjadi peserta pada pelatihan itu.

Prioritas Bekraf di industri film juga dikarenakan adanya penambahan layar bioskop di Indonesia (Foto: Pexels/Pixabay)

Narasumber yang hadir di antaranya ialah Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi), Fauzan Zidni; Kepala Pusbang Film Kemdikbud, Maman Wijaya; Wakil Direktur Komisi Film Ile De France Paris, Stephane Martinet; dan Direktur Jenderal Ile De France Tingkok, Xing You.

Selama masa pelatihan. Peserta mendapatkan materi capacity building mengenai standar operating procedure (SOP). Dalam mengelola komisi film termasuk manajemen, komunikasi, pemasaran, promosi, dan pengembangan bisnis.

Baca juga: Berantas Tuntas Pembajakan Film

Alasan film menjadi program prioritas Bekraf. Karena subsektor film, animasi, dan video memiliki pertumbuhan tertinggi kedua. Dengan persentase 10,09% pada tahun 2016.

Jumlah penonton film nasional juga meningkat (Foto: Pexels/Pixabay)

Terlebih saat ini jumlah penonton film nasional juga terus meningkat. Jumlahnya menjadi lebih dari 50 juta orang pada tahun 2018. Pertumbuhan tersebut juga didukung dengan adanya penambahan jumlah layar bioskop. Dari 900 layar pada 2015 menjadi 1800 layar pada 2018.

Selain itu, Prancis memang sengaja dipilih menjadi rekan dalam upaya pengembangan film Tanah Air. Sebab Prancis terkenal sebagai negara yang memproduksi film dengan karya seni tinggi. Prancis juga sangat bagus dalam mengelola komisi film lokal. Film-film populer juga sering mengambil latar tempat di negara pendiri Uni Eropa itu.

"Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mengoptimalkan kinerja seluruh peserta sehingga dapat berkontribusi di bidang ekonomi kreatif subsektor perfilman," tukas Candra. (ikh)

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH