Bekraf Dorong Para Peracik Kopi Indonesia Tingkatkan Kualitasnya Direktur Edukasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Poppy Savitri (Foto: bekrafindonesia.go.id)

MerahPutih.Com - Kemampuan meracik tidak serta merta ada dalam diri seorang peracik kopi. Butuh pelatihan dan kompetisi guna meningkatkan kualitas peracik kopi di Indonesia.

Terpanggil untuk meningkatkan kualitas peracik kopi, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong perlunya pelatihan atau workshop untuk membangun kompetensi sehingga mreka memiliki pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang memenuhi standar.

"Kami sudah tujuh kali menggelar pelatihan untuk para peracik kopi di seluruh Indonesia. Yogyakarta merupakan kota ketujuh," kata Direktur Edukasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Poppy Savitri pada "Workshop Racik Kopi" di Yogyakarta, Kamis (6/9).

Menurut dia, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 peracik kopi dari Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka selama ini bergerak dalam bisnis yang berkaitan dengan kopi seperti kafe.

"Mereka merupakan hasil seleksi dari 200 pendaftar. Melalui pelatihan itu mereka diharapkan dapat meracik kopi sesuai dengan standarisasi, dan selanjutnya akan direkomendasikan untuk sertifikasi," kata Poppy.

Poppy Savitri Bekraf
Poppy Savitri (kiri) bersama sejumlah pekerja kreatif Indonesia (ANTARA FOTO)

Poppy Savitri mengatakan, selain meningkatkan kualitas peracik kopi, Bekraf juga mendorong kopi lokal diberi indikasi geografis dan cerita menarik terkait dengan keberadaan kopi di daerah tersebut. Indikasi geografis dan cerita tersebut dicantumkan dalam kemasan kopi.

"Dengan pencantuman indikasi geografis dan cerita menarik dalam kemasan itu diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi. Selain itu, juga dapat menambah wawasan atau pengetahuan para penikmat kopi," kata Poppy.

Ketua Pembina Masyarakat Kopi Indonesia Edy Panggabean sebagaimana dilansir Antara mengatakan melalui pelatihan yang diadakan Bekraf itu diharapkan Yogyakarta dapat menjadi etalase kopi nusantara. Para penikmat kopi dapat menikmati kopi Gayo atau Sidikalang tanpa harus pergi ke Aceh atau Sumatera Utara.

Menurut dia, hal itu dapat terwujud karena Yogyakarta terkenal sebagai ikon pariwisata dan kota pelajar di mana ada ribuan mahasiswa dapat belajar menjadi peracik atau berusaha dalam bisnis yang berkaitan dengan kopi.

"Kami mengapresiasi Bekraf yang menggelar kegiatan tersebut dan berupaya memperkenalkan kopi nusantara. Saat ini ada 350 jenis kopi dari seluruh Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan demi kesejahteraan para petani dan pelaku usaha kopi," kata Edy.

"Workshop Meracik Kopi" itu dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Aris Riyanta. Kegiatan itu akan berlangsung hingga 9 September 2018.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Sepi Penumpang, Garuda Indonesia Tutup Penerbangan Rute Jakarta-London



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH