BEKRAF dan 88Rising Garap 4 Musisi Muda di Amerika Keempat finalis ICINC yang dikontrak 88rising x BEKRAF) (Foto instagram@RickyPesik)

BELAKANGAN ini, nama Rich Brian adalah salah satu rapper kebanggaan tanah air. Dia berhasil meniti karier di industri musik internasional bersama label musiknya, 88rising.

Tidak hanya Rich Brian, beberapa nama yang sedang naik daun seperti Joji, Keith Ape dan juga NIKI, yang juga berada di label musik yang sama. Label asal Amerika Serikat ini dikenal fokus membantu musisi Asia untuk bisa menembus pasar Amerika Serikat.


Baca Juga:

27 Tahun Berkarier, Ari Lasso Gelar Konser di Tiga Kota Besar


Seperti kali ini 88rising bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyediakan kesempatan bagi musisi Indonesia yang ingin membangun karier di negeri Paman Sam. Ajang pencarian bakat yang dinamakan Indonesia Creative Incorporated (ICINC) itu mengirimkan para finalis ke Amerika. Tentunya mereka akan bertemu produser, persiapan single, pembuatan video klip, dan kesempatan tampil di festival musik bergengsi Head In The Clouds Music & Arts Festival di Los Angeles.

musisi
Cellosux, mahasiswa tingkat master di University of Glasgow. (Foto Instagram@cellosux)

Dari keenam finalis ICINC, hanya empat yang diberangkatkan ke Amerika Serikat. Keempat anak muda berbakat ini berusia antara 20-22 tahun, Amantha Arthadhia Siregar (Arta) asal Jakarta, Devinta Trista Agustina (Devinta) asal Sidoarjo, Monica Eva Sancti (Moneva) asal Tangerang, dan Marcello Laksono (Cellosux) asal Jakarta. Berikut merupakan wawancara eksklusif merahputih.com dengan mereka.

Gimana sih awal mula bisa sampai bekerjasama dengan BEKRAFx88rising?

Cellosux: Pertama kita submit video ke website, boleh lagu sendiri ataupun cover. Kemudian setelah udah masuk top 20, disuruh kirim satu video nyanyi lagi tanpa edit, raw video. Lalu baru diseleksi lagi sampai top 5. Jadi dari 500 orang yang kirim video, diseleksi jadi 30, lalu jadi 6.

musisi
Devinta ketika manggung di Head In The Clouds Music &Arts Festival di Los Angeles. (Foto instagram@Devintatrista)

Kegiatan apa yang kalian lakukan di LA selama satu bulan?

Moneva: Kami di LA selama sebulan. Kami berempat ini diassign ke produser yang berbeda-beda, dan masing-masing dikasih lagu. Jumat (19/7) sampai di Amerika, Sabtu (20/7) dan Minggu (21/7) adjusting waktu dan dikasih tahu lagu yang akan dirilis bersama 88rising, Senin (22/7) ketemu produser, Selasa (23/7) langsung melakukan rekaman secara bergiliran. Lalu selama seminggu penuh berikutnya kita melakukan preparation buat music video masing-masing. Kita discover sendiri mulai dari konsep, tempat dan harus disesuaikan dengan bujet yang dikasih. Seminggu selanjutnya mulai rekaman untuk music video, seminggu lagi kemudian baru mempersiapkan untuk manggung perdana di Head In The Clouds Music & Arts Festival di Los Angeles. Bahkan, latihan cuman sekali dan hanya berdurasi 45 menit.

Mereka Manggung di Head In The Clouds Music &Arts Festival di Los Angeles


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH