Bekas Wali Kota Yogyakarta Segera Dihadapkan di Sidang Tipikor KPK.(Foto: Antara)

MerahPutih.com - MerahPutih.com- Kasus dugaan korupsi yang menjerat bekas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti segera bergulir di persidangan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyerahkan berkas perkara Haryadi Suyuti kepada jaksa penuntut umum (JPU).

Baca Juga:

KPK Duga Ada Pihak yang Minta Lukas Enembe Hindari Proses Hukum

"Tim jaksa segera melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi) dalam waktu 14 hari kerja,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Minggu (2/10).

Sidang bakal dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta.

Haryadi bakal di sidang bersama terdakwa lainnya yaitu sekretaris pribadi Haryadi sekaligus ajudan, Triyanto Budi Yuwono serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidihartana.

KPK menetapkan Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton.

Selain Haryadi Suyuti, KPK juga menjerat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono, serta Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono.

Dalam kasus ini, Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap USD 27.258 dari Oon untuk memuluskan IMB apartemen tersebut.

Haryadi ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Lalu, Triyanto Budi ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur, dan Nurwidihartana ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat. (Knu)

Baca Juga:

Jadi Pimpinan KPK, Berapa Harta Kekayaan Johanis Tanak?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nurhayati, Pelapor Korupsi APBDes Citemu Layak Diberi Penghargaan
Indonesia
Nurhayati, Pelapor Korupsi APBDes Citemu Layak Diberi Penghargaan

"Berdasarkan aturan ini Nurhayati seharusnya berpeluang dapat reward minimal apresiasi sebagai warga negara yang baik," ujar Khairul.

Usul Kepala BPIP Diganti, Cak Imin: Saya Siap Jadi Pengganti
Indonesia
Usul Kepala BPIP Diganti, Cak Imin: Saya Siap Jadi Pengganti

"Kalau tidak efektif, ya, diganti saja. Menurut saya biasa saja. Saya kira Abe (Abdullah Syukri, Ketua Umum PMII) juga siaplah jadi ketua BPIP, kalau engga Abe ya saya juga siap," kata Cak Imin dalam pidatonya di Harlah ke-62 PMII dikutip Channel Youtube PMII Official, Selasa (19/4).

Menko Airlangga Jawab Isu Kenaikan Harga Pertalite dan Elpiji 3 Kg
Indonesia
Menko Airlangga Jawab Isu Kenaikan Harga Pertalite dan Elpiji 3 Kg

Pemerintah saat ini tengah melakukan kajian soal kenaikan harga bensin Pertalite dan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Anggota DPR Pertanyakan Tindak Lanjut Perjanjian Ekstradisi Indonesia dan Singapura
Indonesia
Anggota DPR Pertanyakan Tindak Lanjut Perjanjian Ekstradisi Indonesia dan Singapura

Anggota DPR M Nurdin mempertanyakan tindak lanjut ratifikasi perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly.

Kasus Aktif di Jakarta Turun Sebanyak 3.551 Jiwa
Indonesia
Kasus Aktif di Jakarta Turun Sebanyak 3.551 Jiwa

Adapun hari ini sebanyak 8.189 orang terpapar COVID-19 dari 57.003 jiwa yang dilakukan dites PCR.

Cak Imin Klaim Pelaksanaan Haji Berjalan Lancar
Indonesia
Cak Imin Klaim Pelaksanaan Haji Berjalan Lancar

Muhaimin Iskandar mengapresiasi pelaksanaan haji tahun ini, saat mengikuti rapat koordinasi dengan Amirul Hajj dan tim pengawas haji di Makkah, Selasa (5/7).

Tidak Ada Penambahan Kasus Gangguan Ginjal Akut Per 7 November 2022
Indonesia
Tidak Ada Penambahan Kasus Gangguan Ginjal Akut Per 7 November 2022

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan belum ada kasus baru ganguan ginjal akut di Indonesia.

Desmond Minta Maaf ke PDIP atas Pernyataannya Terkait Sukarno
Indonesia
Desmond Minta Maaf ke PDIP atas Pernyataannya Terkait Sukarno

Kader PDIP menggeruduk Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa saat makan siang di sela kunjungan kerja di Purworejo.

Pengawasan Impor Bahan Baku Obat Dinilai Lemah
Indonesia
Pengawasan Impor Bahan Baku Obat Dinilai Lemah

RUU POM saat ini masih belum menjadi prioritas, terbukti masih belum masuk Prolegnas. Padahal, isu keamanan obat merupakan isu yang terkait langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Begini Kondisi 21 Pasien Hepatitis Akut Misterius di Jakarta
Indonesia
Begini Kondisi 21 Pasien Hepatitis Akut Misterius di Jakarta

Telah ditemukan 21 kasus penyakit hepatitis akut misterius di Jakarta. 14 kasus menyerang anak usia di bawah 16 tahun dan 7 lainnya terjadi pada orang dengan usia lebih dari 16 tahun.