Bekas Anggota BPK Rizal Djalil Segera Duduk di Kursi Pesakitan Mantan Anggota BPK RI Rizal Djalil. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan bekas Anggota BPK Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo.

Dengan demikian, dua tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2017-2018 itu akan segera menjalani sidang perdana.

Baca Juga

Ditahan KPK, Bekas Anggota BPK Rizal Djalil Siap Buka-bukaan

"Tim Penyidik KPK melaksanakan Tahap II penyerahan Tersangka dan barang bukti tersangka RIZ( Rizal Djalil) dan LJP (Leonardo Jusminarta Prasetyo) kepada Tim JPU KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/12).

Ali mengatakan, penahan kedua tersangka selanjutnya menjadi kewenangan JPU selama 20 hari ke depan terhitung sejak 10 Desember 2020 hingga 29 Desember 2020.

"Untuk Terdakwa Rizal Djalil di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih dan Leonardo Jusminarta Prasetyo di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," ujarnya.

Mantan anggota BPK RI Rizal Djalil (peci hitam). ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Mantan anggota BPK RI Rizal Djalil (peci hitam). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Tim JPU KPK memiliki waktu selama 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan dilanjutkan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Persidangan diagendakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," ungkap Ali.

Dalam proses penyidikan ini, kata Ali, tim penyidik telah memeriksa sedikitnya 61 saksi yang berasal dari berbagai unsur.

Rizal diduga menerima suap dari Leonardo sebesar 100.000 dolar Singapura. Uang suap diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

‎Penyuapan diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta kepada petinggi SPAM Kementerian PUPR agar proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan Leonardo. (Pon)

Baca Juga

KPK Tahan Bekas Anggota BPK Rizal Djalil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia, Badan POM akan Cek Ulang
Indonesia
Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia, Badan POM akan Cek Ulang

BPOM juga akan mengawal mutu vaksin selama proses pendistribusian. Pengawalan mutu penting karena vaksin merupakan produk biologi, butuh stabilitas yang baik.

Mahfud Sebut Mer-C Tidak Berwenang Tes Swab COVID-19
Indonesia
Mahfud Sebut Mer-C Tidak Berwenang Tes Swab COVID-19

Mahfud MD menyatakan Mer-C tidak mempunyai laboratorium dan kewenangan untuk melakukan tes swab COVID-19.

Habib Luthfi Sebut Takut Beraktivitas Saat Pandemi Sebabkan Was-Was dan Mudah Dikompori
Indonesia
Habib Luthfi Sebut Takut Beraktivitas Saat Pandemi Sebabkan Was-Was dan Mudah Dikompori

Usaha ini juga mesti dibarengi dengan sikap menautkan hati hanya kepada Allah SWT

Refleksi 1 Tahun COVID-19, Pemprov DKI: Disiplin Obat Paling Manjur
Indonesia
Refleksi 1 Tahun COVID-19, Pemprov DKI: Disiplin Obat Paling Manjur

Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya dalam menekan angka kasus COVID-19 di ibu kota, yang sudah menghantui warga selama satu tahun.

Bawaslu Temukan Ratusan Akun Medsos Langgar Aturan Kampanye
Indonesia
Bawaslu Temukan Ratusan Akun Medsos Langgar Aturan Kampanye

Pada hari pertama masa tenang atau 6 Desember 2020, terdapat 76 akun resmi yang masih aktif di Pustaka Iklan Facebook

Sejarawan Kritisi Guru Sejarah Masih Ajarkan Narasi Kudatuli Versi Penguasa Orba
Indonesia
Sejarawan Kritisi Guru Sejarah Masih Ajarkan Narasi Kudatuli Versi Penguasa Orba

Asvi mengatakan dirinya sangat khawatir dengan narasi sejarah di buku pelajaran resmi yang menjadi pegangan bagi para guru dalam mengajar murid-murid di sekolah.

Awak KRI Nanggala 402 Sempat Janji Video Call Ucapan Ulang Tahun untuk Anaknya
Indonesia
Awak KRI Nanggala 402 Sempat Janji Video Call Ucapan Ulang Tahun untuk Anaknya

Di antara crew kapal selam KRI Nanggala 402, Suheri (51) adalah satu-satunya ABK yang bukan prajurit TNI AL.

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Jauh dari Target
Indonesia
Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Masih Jauh dari Target

Jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19 bertambah 236.297 orang dari hari sebelumnya. Jumlah 4.705.248 ini berarti baru 11,66 persen dari target yakni 40.349.051.

Petugas Kesehatan Pastikan Screening Sebelum Vaksinasi
Indonesia
Petugas Kesehatan Pastikan Screening Sebelum Vaksinasi

“Nanti dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas pasti akan melakukan pemeriksaan (screening) sebelum diberikan vaksin," kata dr Dirga Sakti Rambe

Seks Sesama Jenis Perawat-Nakes, Doni Monardo: Tidak Mencerminkan Budaya Kita
Indonesia
Seks Sesama Jenis Perawat-Nakes, Doni Monardo: Tidak Mencerminkan Budaya Kita

Dua pelaku yang merupakan pasien dan oknum tenaga medis itu sudah dilakukan penegakan hukum