Begini Tanggapan DPRD DKI Soal Perpanjangan PPKM Darurat Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak. Foto: DPRD DKI Jakarta

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta menilai keputusan Presiden Jokowi memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli karena kasus COVID-19 di Indonesia masih belum melandai.

Menurut anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak, menambah 5 hari PPKM Darurat merupakan kebijakan yang baik dan butuh kehati-hatian dari pemerintah pusat. Dalam waktu yang tersisa ini pempus harus dapat mengevaluasi kebijakan tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga

PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Dituntut Lindungi dan Sejahterakan Rakyat

"Tidak mungkin mencabut PPKM Darurat saat ini karena tren penurunan baru beberapa hari dan itu bisa saja fenomena yang tiba-tiba naik lagi (rebound)," ujar Gilbert di Jakarta, Rabu (21/7).

Gilbert bilang, adanya kebijakan PPKM Darurat akibat warga masih tak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna memotong penyebaran virus COVID-19 pada musim Lebaran kemarin.

Hal itu membuat kasus COVID-19 meledak dan tren penambahan kasus corona meningkat tajam. Terlebih masuk virus COVID-19 varian baru Delta.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI, Gilbert Simanjuntak

"Karena ketidak-patuhan masyarakat seperti belanja berjubel di Pasar Tanah Abang hampir seminggu, kerumunan di Ancol dan Ragunan, dan penyebaran ke seluruh daerah saat mudik," urainya.

Lebih lanjut, kata dia, kunci keberhasilan penanganan pandemi ini ada pada masyarakat dan pemerintah daerah. Apabila dalam 5 hari ke depan masyarakat mampu mendisiplinkan diri, tidak keluar rumah bila tidak perlu maka pelonggaran akan lebih mudah dilakukan.

"Ini saatnya kita membangun peradaban yang lebih baik, seperti masyarakat di Vietnam, Taiwan, Jepang dan Italia yang mampu disiplin," ucapnya.

Dalam kondisi sekarang ini, kata Gilbert, masyarakat sebaiknya mampu saling mengingatkan terkait prokes dan tidak mengorbankan tenaga kesehatan (nakes).

"Musuh bersama saat ini adalah COVID-19 yang membuat segalanya berubah. Seharusnya semua tokoh masyarakat memdewasakan warganya," tuturnya.

Mantan Wakil Rektor Akademik UKI ini mengatakan, kasus wabah corona bisa melonjak kembali jika warga lalai dalam melaksanakan prokes. Maka dari itu juga aparat masih diperlukan dalam mengawasi prokes.

"Pun seandainya terjadi tren naik lagi suatu saat, maka harus dipertimbangkan untuk kembali memperketat," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

PPKM Darurat Ganti Istilah, Kini Jadi PPKM Level 1-4

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kabareskrim Janji Sikat Kartel Kremasi Jenazah COVID-19
Indonesia
Kabareskrim Janji Sikat Kartel Kremasi Jenazah COVID-19

"Sedang kita lidik ya, kalau memang ada korbannya, monggo silakan (melaporkan)," ujar Agus

Besok UGM Selenggarakan Vaksinasi Massal untuk Warga Yogyakarta
Indonesia
Polres Bangkalan Tidak Tutup Akses Jembatan Suramadu
Indonesia
Polres Bangkalan Tidak Tutup Akses Jembatan Suramadu

Polres Bangkalan tidak akan menutup akses menuju jembatan Suramadu pada malam Tahun Baru 2021. Hal ini, berseberangan dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Polisi Berani Buktikan Baku Tembak dengan Pengawal FPI Bukan Rekayasa
Indonesia
Polisi Berani Buktikan Baku Tembak dengan Pengawal FPI Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya mengklaim penyerangan oleh pengawal Rizieq Shihab ke polisi di Tol Jakarta-Cikampek tidak direkayasa.

Ini Kunci Pemulihan Pariwisata Indonesia Kata Menparekraf Sandiaga Uno
Indonesia
Ini Kunci Pemulihan Pariwisata Indonesia Kata Menparekraf Sandiaga Uno

Protokol kesehatan menjadi kunci memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19.

Pecinta Vespa di Tangerang Berbagi Makanan dan Sembako Saat PPKM
Foto
Pecinta Vespa di Tangerang Berbagi Makanan dan Sembako Saat PPKM

Komunitas pecinta vespa membagikan makanan dan sembako kepada warga yang membutuhkan di jalan A. Damyati, Sukasari, Kota Tangerang, Banten

Kafe Tempat Anggota TNI AD Ditembak Segera Ditutup 3x24 Jam
Indonesia
Kafe Tempat Anggota TNI AD Ditembak Segera Ditutup 3x24 Jam

Atas kejadian itu, Satpol PP DKI langsung memberikan sanksi berupa penutupan 3x24 jam

Modus Begal Payudara Nekat Beraksi Tiga Kali di Jakpus dan Jakbar
Indonesia
Modus Begal Payudara Nekat Beraksi Tiga Kali di Jakpus dan Jakbar

“Memang mengambil posisi korban yang lemah dan lengah yaitu posisi untuk orang yang saat itu sedang berolahraga atau pun yang sedang berjalan,” jelasnya.

Imbas Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Beri Bantuan ke Pengusaha Transportasi
Indonesia
Imbas Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Beri Bantuan ke Pengusaha Transportasi

Pemerintah Pusat harus memberikan bantuan kepada pengusaha transportasi umum baik darat, laut dan udara yang nantinya akan terimbas kebijakan larangan mudik lebaran 2021.

Ratusan Prajurit Yonif 144 Diterjunkan ke Perbatasan RI-Malaysia
Indonesia
Ratusan Prajurit Yonif 144 Diterjunkan ke Perbatasan RI-Malaysia

Sebanyak 450 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 144/Jaya Yudha Curup, Bengkulu, diberangkatkan ke Kalimantan Barat (Kalbar) dalam tugas menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia.