Begini Syarat dan Ketentuan Vaksinasi COVID-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas Masyarakat tengah mengantre mendapatkan vaksinasi di salah satu sentra vaksin Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (11/6/2021). ANTARA Anisyah Rahmawati

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menjelaskan syarat dan ketentuan program vaksinasi COVID-19 untuk 18 tahun ke atas bagi warga warga ber KTP ibu kota dan warga non KTP Jakarta.

Kegiatan vaksinasi COVID-19 18 tahun ke atas atau lebih untuk berKTP/domisili/bekerja di Jakarta sudah berlangsung sejak 9 Juni 2021.

Baca Juga

Warga Tak Ber-KTP DKI Bisa Vaksin di Jakarta, yang Penting 18 Tahun ke Atas

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bagi warga berKTP Jakarta tinggal menunjukan KTP tersebut kepada pertugas sentra Vaksin.

Bagi warga non KTP Jakarta jika ingin vaksin hanya membawa surat keterangan bekerj di ibu kota. Sedangkan masyarakar yang berdomisili di Jakarta dan bukan berKTP DKI dengan menunjukan surat keterangan domisili dari RT.

"Datang langsung ke Puskesmas, RSUD dan sentra layanan vaksin terdekat sesuai domisili/sesuai lokasi tempat bekerja masing-masing," ujar Anies melalui instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Minggu (13/6).

Anies meminta kepada warga yang ingin mendapatkan atau mendaftar vaksin wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

Anies juga mengatakan, dalam waktu dekat ini masyarakar bisa mendaftarkan vaksinasi melalui aplikasi JAKI atau website corona.jakarta.go.id.

"Cara menuju lokasi vaksin buka google maps. Ketik vaksin COVID-19 daftar lokasi vaksinasi bakal langsung muncul," terangnya.

Pada Sabtu (12/6), 2,87 juta warga Jakarta telah divaksin dosis pertama dan lebih dari 1.86 juta orang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua.

DKI Jakarta pun menduduki peringkat kedua sebagai provinsi dengan cakupan vaksinasi terbanyak setelah Bali. (Asp)

Baca Juga

Puluhan RPTRA di Jakpus Disulap Jadi Lokasi Vaksinasi Usia 18 Tahun ke Atas

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bangun Tugu Sepeda Seharga Rp800Juta, Pemprov DKI Dapat Dana dari Pihak Ketiga
Indonesia
Bangun Tugu Sepeda Seharga Rp800Juta, Pemprov DKI Dapat Dana dari Pihak Ketiga

Pembangunan tugu sepeda menunjujan keberpihakan Pemerintah DKI terhadap pesepeda

Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini
Indonesia
Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini

Pedagang juga tidak dibolehkan menyediakan tempat duduk lesehan

Kosan sampai Hotel Bintang Satu Jadi Tempat Pengungsi Banjir Jakarta
Indonesia
Kosan sampai Hotel Bintang Satu Jadi Tempat Pengungsi Banjir Jakarta

Per 8 November 2020, untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,6%,

Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK
Indonesia
Reaksi Prabowo Ketika Tahu Anak Emasnya Dicokok KPK

"Arahan dari Ketua Umum untuk menunggu perkembangan lebih lanjut informasi dari KPK," kata Dasco

Anies dan Riza Rutin Swab Test COVID-19
Indonesia
Anies dan Riza Rutin Swab Test COVID-19

"Beliau pasti melakukan swab setiap waktu," ujar Chaidir

Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi
Indonesia
Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi

Pemeriksaan dua orang saksi dilakukan setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Surakarta.

Polisi Pastikan Proses Hukum Abu Janda Tetap Dilanjutkan
Indonesia
Polisi Pastikan Proses Hukum Abu Janda Tetap Dilanjutkan

"Mereka seperti itu (bertemu) penyidik kan terus berjalan juga. Proses berjalan," kata Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono

Argentina Selidiki Kematian Diego Maradona
Indonesia
Argentina Selidiki Kematian Diego Maradona

Otoritas hukum Argentina pada Minggu (20/11) menyita data rekam jejak medis dari dokter yang menangani Diego Maradona.

Polda Metro Kembali Gelar Tes COVID-19 Massal di Petamburan
Indonesia
Polda Metro Kembali Gelar Tes COVID-19 Massal di Petamburan

"Ini kami lakukan untuk mencari kontak erat COVID-19," kata Heru

Unpad Larang Dosen Mudik
Indonesia
Unpad Larang Dosen Mudik

larangan mudik Idul Fitri tahun 1442 H bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad dalam periode H-14 (tanggal 22 April 2021) sampai dengan periode H +7 (tanggal 24 Mei 2021).