Headline
 Begini Strategi PDIP Cetak Kepala Daerah Terbaik Hingga Rebut Kursi Presiden Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Keberhasilan PDI Perjuangan memenangkan Pemilu 2014-2019 ternyata dimulai dengan langkah organisatoris melibatkan para kadernya yang duduk sebagai kepala daerah. Langkah itu kemudian terinstitusionalisasi menjadi sekolah kepala daerah yang dipelopori partai dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengungkapkan ketika PDIP berada di luar pemerintahan sejak 2004, pihaknya melakukan upaya di tahun 2005 yakni memfungsikan platform pemerintahan daerahnya. Saat itu, beberapa kepala daerah berprestasi dikumpulkan.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Sebut Jokowi Antitesis Prabowo

"Termasuk Pak Jokowi. Hasilnya Hasta Prasetya yang pada 2010 menjadi Dasa Prasetya partai," ujar Hasto saat acara diskusi di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (5/8).

Dari situ, PDIP lalu melaksanakan sekolah untuk para calon kepala daerah. Para kepala daerah yang dinilai berhasil dalam kerjanya, diundang untuk mengajar di sekolah itu.

Sekolah calon kepala daerah oleh PDI Perjuangan
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (MP/Rizki Fitrianto)

Bukan hanya bersumber dari internal, para kepala daerah berhasil dari eksternal seperti Ridwan Kamil, juga diminta membagi pengalamannya.

"Inilah upaya kami menampilkan wajah politik yang membangun peradaban lewat mencetak kader partai yang baik," ujar Hasto.

"Dan kepala daerah kami itu dididik, bukan kepala daerah yang dibajak dari parpol lain. Ini akhirnya menghasilkan kerja yang baik juga. Kami memperoleh hasil baik di pilkada yang senapas dengan pemilu legislatif dan Pilpres," beber Hasto.

Sementara, Ketua DPP PDIP Bambang DH mengatakan pihaknya memang terus memperbaiki pola-pola rekrutmen calon kepala daerah sekaligus pila kaderisasi. Berbagai disiplin ilmu diterapkan seperti psikotest, fit and proper test, hingga pelatihan-pelatihan.

"Kita cek semuanya. Dari ideologinya, pemahaman atas wilayah yang dipimpin, dan komitmen terhadap Konstitusi negara kita," kata Bambang DH.

Hasilnya, PDIP memenangkan 50,37 persen pilkada serentak, dan hasilnya menjadi modal memenangkan pertarungan Pilpres lalu. Kata Bambang, di kongres V di Bali pada 8-10 Agustus mendatang, partainya akan membahas kembali cara mengoreksi sehingga sistem yang ada semakin sempurna.

"Itu nanti akan kita tentukan di kongres," jelas Bambang.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha
Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha (Foto: antaranews)

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha mengakui bahwa di Pemilu 2019, PDI Perjuangan adalah partai yang paling solid mendukung pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin sekaligus berhasil mencatat rekor sebagai partai politik (Parpol) pemenang pemilu dua kali berturut-turut.

"Data survei kami, pemilih paling solid dari Pak Jokowi, yang angkatnya di atas 95 persen adalah PDI Perjuangan. Begitupun di pasangan 02, paling solid adalah Gerindra. Nah kalau Nasdem, dan Golkar relatif terbelah, tak terlalu kuat soliditasnya," kata Hanta Yudha.

Baca Juga: Makna Hari Lahir Pancasila di Mata Hasto Kristiyanto

Hanta menilai tingkat pelembagaan (institusionalisasi) parpol terkuat di Indonesia memang dipegang oleh PDIP. Dan sangat solid karena nyaris tanpa ada pertumbukan antarfaksi. Selain itu, PDIP punya figur kuat dalam wujud Megawati sebagai jangkar utama soliditas. Selain itu adalah figur Jokowi sebagai pemberi credit poin, dan para kepala daerahnya.

"Dari data yang ada, daerah yang dipimpin oleh kader PDIP, berkorelasi positif juga dengan prestasi pemilu legislatifnya," kata Hanta.

Menurutnya, PDI Perjuangan sukses menyatukan kader dan partai dalam setiap strategi politiknya sehingga menarik masyarakat.

"Selama ini, PDIP berhasil memadukan partai dan figur sehingga strategi tersebut menarik masyarakat yang pilihannya dipengaruhi oleh parpol, dan yang pilihannya dipengaruhi figur," tutup Hanta Yudha.(Knu)

Baca Juga: Hasto Jelaskan Kenapa Prabowo Diundang ke Kongres PDI Perjuangan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkopolhukam Pastikan Tidak Ada Pencekalan terhadap Rizieq Shihab
Indonesia
Menkopolhukam Pastikan Tidak Ada Pencekalan terhadap Rizieq Shihab

Mahfud MD memastikan Imam Besar Front Pembela Islam ( FPI) Rizieq Shihab sama sekali tak dicekal.

Lucinta Luna Ngaku Depresi, Polisi: Enggak Bisa Berdasarkan Katanya
Indonesia
Lucinta Luna Ngaku Depresi, Polisi: Enggak Bisa Berdasarkan Katanya

Polisi juga meminta manajemen Lucinta Luna memberikan surat pemeriksaan tersebut agar menjadi bukti valid.

Kebakaran Hanguskan 25 Rumah di Belakang Mal Senayan City
Indonesia
Kebakaran Hanguskan 25 Rumah di Belakang Mal Senayan City

Sebanyak 18 unit mobil pemadam dan alat penunjang dikerahkan ke lokasi kejadian

Tempatkan KSAD dan Wakapolri di Penangan COVID-19, Istana Terinspirasi Negara Lain
Indonesia
Tempatkan KSAD dan Wakapolri di Penangan COVID-19, Istana Terinspirasi Negara Lain

Juru Bicara Presiden Bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, negara lain juga melibatkan aparat keamanan dalam penanganan COVID-19.

  KPK Perpanjang Lagi Masa Penahanan Imam Nahrawi
Indonesia
KPK Perpanjang Lagi Masa Penahanan Imam Nahrawi

"IMN (Imam Nahrawi) diperpanjang penahanannya selama 30 hari ke depan," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Data Pasien Meninggal Corona Pemprov DKI dan Pusat Beda, Kok Bisa?
Indonesia
Data Pasien Meninggal Corona Pemprov DKI dan Pusat Beda, Kok Bisa?

Pada Rabu (18/3) jumlah pasien yang meninggal sebanyak 19 orang.

Pesan Ketua MPR untuk Pimpinan KPK Baru
Indonesia
Pesan Ketua MPR untuk Pimpinan KPK Baru

Menurut Bamsoet, pimpinan KPK yang baru harus mencari cara baru untuk memberantas korupsi.

Pemilihan Wagub Pengganti Sandiaga Uno, Tertutup atau Terbuka?
Indonesia
Pemilihan Wagub Pengganti Sandiaga Uno, Tertutup atau Terbuka?

Sudah ada usulan untuk pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno tersebut secara terbuka.

Gempa Bumi di Pacitan Bangunkan Warga Wonogiri dan Sukoharjo, Sempat Dikira Erupsi Merapi
Indonesia
Gempa Bumi di Pacitan Bangunkan Warga Wonogiri dan Sukoharjo, Sempat Dikira Erupsi Merapi

"Saya tertidur tiba-tiba merasakan gempa yang kuat dan cukup lama. Kipas angin gantung yang dipasang di atas kasur terlihat bergerak-gerak," ujar warga Sukoharjo, Wijayanti

Idham Azis Gemetar Jadi Kapolri
Indonesia
Idham Azis Gemetar Jadi Kapolri

Idham pun mengulang kembali cerita bagaimana mulanya dia mengetahui dipilih menjadi calon Kapolri