Begini Spesifikasi Tim Pemeriksa Kesehatan Capres-Cawapres Tim Dokter yang ditunjuk KPU untuk memeriksa kesehatan capres-cawapres di RSPAD (Foto: MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Tahapan pemeriksaan kesehatan Capres-Cawapres di Pilpres 2019 akan berlangsung pada 12-13 Agustus 2018, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pasangan Calon Jokowi-KH Ma'ruf Amin mendapat giliran pertama pada tahapan ini, menyusul pasangan Prabowo-Sandi, Senin (13/8) besok.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan penilaian kesehatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Berdasarkan aturan itu, tim pemeriksa kesehatan hanya akan melakukan pemeriksaan dan menyampaikan hasilnya.

"Kewenangan menyampaikan hasil dan keputusan selanjutnya menjadi kewenangan KPU Rl," kata dia di Gedung RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8).

Pemeriksaan sendiri, kata Ilham, akan memakan waktu antara 9-12 jam dengan diselingi waktu istirahat. Oleh karenanya diperlukan kehati-hatian dan kesabaran dalam menjalankan pemeriksaan.

Jokowi dan Ma'ruf Amin
Bacapres Jokowi bersama bacawapres KH Ma'ruf Amin di RSPAD Gatot Subroto Jakarta (Foto: MP/Fadhli)

Sehingga, tim pemeriksa kesehatan pun harus didasari spesialisasi tertentu agar lebih detail dan lengkap.

"Untuk Tim pemeriksa kesehatan merupakan tim gabungan antara IDI dan RSPAD Gatot Subroto. Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi spesialis dan tenaga kesehatan lain," tambahnya.

Terdapat banyak persyaratan untuk dapat menjadi Tim pemeriksa, lanjut dia, salah satunya adalah memiliki masa kerja 15 tahun atau lebih sebagai dokter spesialis.

"Selanjutnya tim dokter bukan anggota partai, bukan sebagai dokter pribadi bakal calon atau sebagai anggota dokter kepresidenan, mendapat surat tugas dari perhimpunan dokter spesialisnya."

"Tak kalah penting, seluruh tim terikat kepada Sumpah dan Kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," tukas dia.

Sementara itu, sejumlah komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) meninjau pemeriksaan kesehatan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

"Kehadiran komisioner KPU ini kan karena bagian dari tahapan proses pencalonan. Jadi kami harus meninjau pelaksanannya," kata Ketua KPU Arief Budiman.

Menurut Arief, durasi proses pemeriksaan tergantung kepada pihak rumah sakit.

Ketua KPU menjelaskan, hasil dari pemeriksaan kesehatan akan diterbitkan oleh rumah sakit kepada KPU.

Arief menjelaskan jika pemeriksaan lanjutan terkait hasil status kesehatan diperlukan, maka KPU akan mendalaminya.

"Pemeriksaan kesehatannya kami percayakan sepenuhnya kepada tim dokter," kata Arief Budiman.

Pemeriksaan kesehatan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) rencananya dilakukan selama 7 jam.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Akademisi Sebut Partai Demokrat Selalu Kalah Dalam Daya Tawar Politik

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH