Begini Seharusnya Manajemen Keuangan Generasi Sandwich Sebagian dari generasi milenial menjadi generasi sandwich. (Unsplash/m Lapian)

GENERASI milenial yang sudah berkeluarga menghadapi tantangan hidup yang tidak mudah. Sebagian dari mereka menjadi generasi sandwich, yaitu generasi yang menanggung biaya keluarganya sendiri dan orangtua atau mertuanya. Artinya, generasi sandwich memiliki beban finansial yang lebih besar.

Fenomena dominannya anak muda terjadi juga di Kota Bandung. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 70,52 persen penduduk Kota Bandung merupakan kelompok usia produktif (15 tahun ke atas).

Baca Juga:

Cara Pasangan Bahagia Menyelesaikan Masalah

duit
Generasi yang menanggung biaya keluarganya sendiri dan orangtua atau mertuanya. (Pexels-Ahsanjaya)

Sementara itu, Istiqlaliyah Muflikhati, dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (IKK Fema) IPB University mengatakan sebenarnya ada strategi yang bisa dijalankan generasi muda sandwich, terutama di bidang perencanaan dan pengelolaan keuangan.

Istiqlaliyah Muflikhati mengatakan, salah satu bentuk strateginya adalah dengan menabung. Namun sebelumnya, generasi muda harus mengganti paradigma dari “menabung itu kalau ada sisa” menjadi “pendapatan harus disisihkan dulu untuk tabungan baru untuk pengeluaran lainnya”.

“Jadi kuatkan tekad untuk menyisihkan sebagian (10 persen atau berapa saja) setiap memperoleh pendapatan untuk ditabung,” sarannya.

Istiqlaliyah menjelaskan prinsip alokasi pendapatan adalah 3 S, spending (pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari), yakni saving (menabung atau investasi), dan sharing (berbagi, atau sedekah, infaq dan lain-lain yang akan menjadi tabungan untuk akhirat).

"Jadi gemar menabung tidak harus menjadi pelit. Yakinlah bahwa berbagi itu pasti akan diganti oleh Allah dengan yang lebih baik,” paparnya.

Agar bisa menabung, pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan (tidak besar pasak daripada tiang). Mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Usahakan untuk mencatat pengeluaran dan pendapatan.

“Jangan tergoda dengan iming-iming pay later atau utang. Karena umumnya utang itu ada biaya atau bunganya,” terangnya.

Menurutnya, kita bisa menabung di tempat yang tidak mudah diambil, misal celengan dari kaleng atau membuka rekening tabungan di bank yang tidak ada Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Baca Juga:

Intuisi dan Cara Melatihnya

duit
Mulailah berinvestasi. (Pexels/Robert Lens)

Mulailah berinvestasi. Sekarang banyak tersedia aplikasi yang memungkinkan anak muda untuk menginvestasikan uangnya dengan jumlah yang terjangkau.

“Tapi perlu dipelajari dulu aplikasi yang sudah aman atau yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tegasnya.

Mengajarkan atau menyosialisasikan manajemen keuangan kepada anak sejak dini, sehingga akan menjadi kebiasaan yang baik.

“Strategi ini dapat dilakukan oleh siapapun, artinya tidak hanya untuk seluruh generasi sandwich. Sebab menabung, bukanlah sebagai suatu tren namun juga kebutuhan untuk mempersiapkan hari tua agar nantinya tidak membebani anak atau orang lain,” tandasnya.

Istiqlaliyah juga mengingatkan bahwa menjadi generasi sandwich bisa dianggap beban atau tidak tergantung dari mindset. “Jika dianggap beban akan menjadi beban, sebaliknya jika dianggap sebagai ibadah, maka akan terasa ringan atau biasa saja," ungkapnya, Istiqlaliyah.

“Kalau memberi nafkah kepada anak dan istri merupakan suatu kewajiban dan nafkah yang paling utama menurut agama, maka memberi nafkah kepada orang tua, juga tidak kalah utamanya karena merupakan salah satu perwujudan bakti kepada orang tua,” tambahnya.

Istiqlaliyah melanjutkan bahwa memberi nafkah kepada orang tua akan memperlancar rizki. Kuncinya adalah memiliki perencanaan keuangan yang baik sejak muda.

Di samping generasi sandwich (daging di antara dua roti), sekarang juga masih banyak generasi muda yang masih menggantungkan hidupnya kepada orang tuanya (daging di atas dua roti).

Hal tersebut seharusnya tidak terjadi jika sejak muda mereka sudah melakukan manajemen keuangannya dengan baik, salah satunya dengan rutin menabung. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Keseringan Merenung dan Cara Mengatasinya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Diduga Sopir Mengantuk, Begini Kronologi dan Kondisi Mobil Vanessa Angel
ShowBiz
Diduga Sopir Mengantuk, Begini Kronologi dan Kondisi Mobil Vanessa Angel

Vanessa Angel alami kecelakaan di jalan tol Nganjuk.

Charlie Cox akan kembali Perankan Daredevil
ShowBiz
Charlie Cox akan kembali Perankan Daredevil

Serial baru Daredevil sedang dalam proses pengerjaan.

Mengenal Perbedaan Loose Powder, Pressed Powder, dan Two Way Cake
Fun
Mengenal Perbedaan Loose Powder, Pressed Powder, dan Two Way Cake

Tiga macam bedak yang perlu kamu ketahui.

Musik dan Makanan Lezat di GB&R Little Tokyo
Kuliner
Musik dan Makanan Lezat di GB&R Little Tokyo

Gen's Bar and Resto di Little Tokyo Blok M memiliki berbagai menu signature nan menarik

Livery 125 Tahun Mercedes di Dunia Balap
Fun
Livery 125 Tahun Mercedes di Dunia Balap

W10 menampilkan livery khusus di GP Jerman sebagai penghormatan pada desain klasik mobil balap Mercedes Benz di masa lalu.

PB ESI dan IMI Siap Gelar MotoGP eSport Indonesian Series 2022
Fun
Beyond Good & Evil 2 Hadirkan Lead Writer dari World of Warcraft
Fun
Beyond Good & Evil 2 Hadirkan Lead Writer dari World of Warcraft

Menjadi sebuah titik terang kelanjutan gim tersebut.

Perlunya Pelatihan dan Kompetensi Profesional untuk Industri Periklanan Gim Ponsel
Fun
Jangan Tunda Menemukan Pekerjaan Impian
Fun
Jangan Tunda Menemukan Pekerjaan Impian

Menemukan pekerjaan impian dalam sekejap

Japanese Breakfast Rilis 'Be Sweet' Versi Bahasa Korea
ShowBiz
Japanese Breakfast Rilis 'Be Sweet' Versi Bahasa Korea

Diiringi lantunan vokal oleh So!YoOn!.