Hati-Hati, Begini Prosedur Penilangan Pengguna Skuter Listrik! Pengguna jalan menggunakan otopet atau skuter listik di Jakarta, Rabu (16/10) Antara

Merahputih.com - Polisi bakal bertindak tegas dengan melakukan penilangan terhadap pengguna skuter listrik di jalan raya. Nantinya, yang akan ditilang dari pengguna skuter listrik bandel tersebut adalah Kartu Tanda Penduduk Elektroniknya.

Artinya, polisi akan mencatat identitas KTP elektronik mereka. Kemudian, mereka diminta membayar denda tilang melalui bank.

Baca Juga:

Keluarga Korban Kecelakaan Maut Skuter Listrik Minta Keadilan ke Jokowi

Mereka yang menggunakan skuter listrik pribadi maupun dari jasa penyedia seperti Grab akan ditindak jika masih menggunakannya di jalan raya dan trotoar Ibu Kota perhari ini.

"Teknisnya (penilangan) dengan mencatat ID (kartu identitas)-nya, kita e-tilang. Kalau memang enggak membawa ID, kan pada saat mendaftar memakai OVO, akan masuk ke dalam akun identitas si pengguna tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di kantornya, Senin (25/11).

Warga memanfaatkan pelayanan sewa skuter listrik di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (17/11). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww)

Namun, polisi tidak langsung ditilang. Pertama-tama, mereka akan ditegur terlebih dulu. Apabila mereka tetap tidak mengikuti aturan yang berlaku atau bahkan lari saat diberhentikan maka penilangan baru dilakukan.

Penindakan mengacu pada Pasal 282 Juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca Juga:

Skuter Dilarang Naik Trotoar, Polisi: Selain Pejalan Kaki Kami Tindak!

"Pada saat ditegur anggota dan dia (para pelanggar) menurut, itu enggak bisa ditilang. Saat ditegur anggota dan kembali ke jalurnya, itu juga enggak akan ditilang. Tetapi pada saat ada petugas memberhentikan dan dia melarikan diri itu bisa ditilang," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH