Begini Persyaratan Pasien OTG Dapat Ruang Isolasi Terkendali Petugas memakaikan masker kepada warga yang melanggar protokol kesehatan di kawasan Jalan Menteng Atas. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc)

MerahPutih.com - Kasus positif COVID-19 di Jakarta masih terus meningkat. Dalam upaya menekan penyebaran virus tersebut, Pemprov DKI bersama Satgas COVID-19 menetapkan lokasi isolasi terkendali.

Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 979 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, isolasi terkendali adalah lokasi yang ditunjuk pemerintah diperuntukkan bagi orang terjangkit COVID-19 tanpa gejala dan atau bergejala ringan.

Baca Juga:

Solo Tampung OTG COVID-19 di RSUD Bung Karno

Di antaranya, fasilitas isolasi mandiri Kemayoran untuk pasien tanpa gejala, hotel, penginapan, atau wisma. Sedangkan gejala ringan-sedang akan dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Tiga lokasi baru lokasi isolasi kendali yaitu di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre), Jakarta Utara; Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur; dan Graha Wisata Ragunan, Komplek GOR Jaya Raya Ragunan, Jakarta Selatan.

Widyastuti menjabarkan kriteria penerima layanan isolasi terkendali yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. Pertama orang yang terpapar COVID-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan harus mendapat surat rujukan dari puskesmas, rumah sakit, atau dokter untuk menjalankan isolasi mandiri selama minimal 10 hari.

"Pasien tadi wajib menandatangani lembar kesediaan untuk menjalani isolasi diri di lokasi isolasi terkendali,” terang Widyastuti pada Kamis (1/10).

Petugas melintas di depan tower tujuh RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Petugas melintas di depan tower tujuh RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Kemudia dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 telah dijabarkan secara rinci mengenai prosedur pengelolaan lokasi isolasi terkendali. Terdapat pula prosedur rujukan bagi orang terkonfirmasi COVID-19 ke lokasi isolasi terkendali.

Di antaranya, persyaratan yang telah dilengkapi, terdiri dari Surat Rujukan Puskesmas dengan keterangan ‘Tidak Mampu Isolasi Mandiri di Rumah’, hasil tes laboratorium PCR positif, selain itu orang tersebut juga telah dinilai mampu melaksanakan aktivitas secara mandiri selama isolasi, dan mematuhi peraturan isolasi mandiri di lokasi isolasi terkendali.

“Petugas kesehatan akan melakukan konfirmasi kesediaan individu untuk dilakukan penjemputan. Jika bersedia, petugas kesehatan merujuk masyarakat terkonfirmasi COVID-19 ke lokasi isolasi terkendali yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Namun, lanjut Widyastuti, jika pasien OTG ingin menggunakan fasilitas lainnya, seperti ruma maka petugas kesehatan melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas setempat untuk dilakukan penilaian kelayakan sesuai dengan prosedur pelaksanaan isolasi terkendali.

“Bila kelayakan tempat isolasi tidak memadai, sedangkan untuk masyarakat tadi yang tidak bersedia dirujuk ke lokasi isolasi terkendali, maka petugas kesehatan menginformasikan kepada Gugus Tugas Setempat / Lurah / Camat untuk melakukan penjemputan paksa bersama satpol PP, kepolisian, TNI, dan unsur terkait,” tambahnya.

Baca Juga:

Tiga Hotel Siap Rawat Pasien OTG, Pegawai Wajib Tes COVID-19

Widyastuti menggarisbawahi, untuk pasien OTG yang ingin melakukan isolasi diri di fasilitas pribadi, hal tersebut dapat dilakukan jika telah memenuhi penilaian kelayakan oleh Gugus Tugas Setempat, Lurah, Camat setempat dan petugas kesehatan.

“Setelah ditetapkan, pasien harus menjalani isolasi mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan. Petugas kesehatan akan memantau secara berkala, jika kondisi memburuk, maka harus dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. (Asp)

Baca Juga:

Anies Siapkan 3 Tempat Isolasi Bagi Pasien OTG Corona

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Bisa Pulangkan Dua Pasien Virus Corona
Indonesia
Pemerintah Bisa Pulangkan Dua Pasien Virus Corona

Pasien kasus 1 dan kasus 2 dipulangkan jika hasil pemeriksaan laboratorium adalah negatif.

KSP Klaim UU Ciptaker Buka Peluang UMKM Kembangkan Usaha
Indonesia
KSP Klaim UU Ciptaker Buka Peluang UMKM Kembangkan Usaha

Di pasal yang sama juga diatur ketentuan tentang dukungan pemerintah kepada UMKM untuk mengakses sumber-sumber pembiayaan kemitraan, hibah dari pemerintah

Cerita Armuji Dapat Restu Megawati Dampingi Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya
Indonesia
Cerita Armuji Dapat Restu Megawati Dampingi Eri Cahyadi di Pilkada Surabaya

Saya sendiri tak menyangka kalau saya direkomendasi. Dan, nggak ada firasat atau bahkan bocoran dari manapun. Bahkan, waktu itu saya lagi nyantai berkebun di rumah," ujar Armuji

Muhamad-Saraswati Jadi Pasangan Pertama Lengkapi Perbaikan Persyaratan
Indonesia
Muhamad-Saraswati Jadi Pasangan Pertama Lengkapi Perbaikan Persyaratan

Pasangan H. Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjadi pasangan pertama yang melengkapi perbaikan dokumen persyaratan pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan ke KPU Tangerang Selatan.

Berikut Progres Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia
Indonesia
Berikut Progres Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia

TNI menyatakan proses pengusutan pelaku kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani masih panjang.

Dua Bulan Terakhir, Kasus COVID-19 Meningkat 130 Persen
Indonesia
Dua Bulan Terakhir, Kasus COVID-19 Meningkat 130 Persen

Komisi VIII meminta Satgas Penanganan COVID-19 memperkuat koordinasi

Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek Mulai Dibuka untuk Umum
Indonesia
Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek Mulai Dibuka untuk Umum

Pengoperasian kembali Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) dilakukan bertahap

Tito Setujui Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020
Indonesia
Tito Setujui Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

KPU mengusulkan tiga opsi jadwal penundaan Pilkada Serentak 2020

Tanpa Peran Masyarakat, Larangan Mudik Pemerintah Tak Berarti Apa-apa
Indonesia
Tanpa Peran Masyarakat, Larangan Mudik Pemerintah Tak Berarti Apa-apa

Masyarakat setempat perlu dilibatkan karena mereka mengetahui seluk-beluk jalan tikus di wilayahnya.

Belum Pikirkan Renovasi Gedung, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran
Indonesia
Belum Pikirkan Renovasi Gedung, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran

Pusat arsip sendiri terletak di lantai dasar gedung utama