Begini Kronologi Pencurian Uang Basarnas Sebesar Rp 268 Juta Polisi menunjukkan empat buronan tersangka kasus pencurian (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

MerahPutih.Com - Kasus pencurian uang Basarnas Ambon memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Ambon. Kepada majelis hakim terdakwa mengungkapkan kronologis bagaimana dirinya membawa uang tersebut dari Ambon ke Makassar lewat Bandara Pattimura.

Muhamad Daeng Nai, terdakwa pencurian uang Basarnas Ambon senilai Rp268 juta yang baru dicairkan dari salah satu bank mengaku bisa lolos pemeriksaan sinar X-Ray di Bandara Pattimura Ambon sehingga yang bersangkutan bisa melanjutkan perjalanannya pulang ke Makassar (Sulsel).

"Uang Rp110 juta hasil curian diselipkan dalam tas pakaian dan masuk Bandara Pattimura," kata terdakwa di Ambon, Rabu (16/8).

Pengakuan Daeng Nai disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim S. Pujiono didampingi Hamzah Khailul dan Leo Sukarno selaku hakim anggota dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Majelis hakim menilai adanya keganjilan karena setiap bandara akan memeriksa calon penumpang yang kedapatan membawa uang tunai di atas Rp100 juta.

Daeng Nai juga mengaku sudah dua kali datang dari Makassar ke Kota Ambon hanya untuk mencuri, dan terakhir dia mengajak rekannya terdakwa Ahmad alias Itos untuk melakukan perbuatan serupa.

Terdakwa Daeng menuturkan kalau dirinya biasa bertugas mengawasi para nasabah di beberapa bank yang melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar, kemudian bersama Itos mengejar korban dengan sepeda motor.

"Untuk pencurian uang Basarnas ini, saya memantau aktivitas transaksi di dalam bank kemudian menggunakan sepeda motor bersama Itos mengikuti calon korban," jelas terdakwa.

Setelah uangnya diambil dari dalam mobil yang parkir di depan Toko Aneka Motor, kedua terdakwa langsung kabur menuju tempat kos untuk melakukan pembagian, dimana Daeng Nai mendapatkan Rp110 juta dan Itos Rp110 juta. Sedangkan Darma alias Sisil yang masih berstatus DPO selaku penghuni tempat kos dan juga pemilik sepeda motor yang dipakai kedua terdakwa mendapat jatah Rp28 juta.

Daeng Nai mengaku telah menghabiskan uang hasil curian tersebut untuk membayar hutang, sedangkan terdakwa Itos mengaku menyerahkan Rp90 juta kepada isterinya terdakwa Maryam untuk membayar hutang, membeli emas 16,5 gram, DCD, serta uang Rp1,4 jta telah disita polisi.

Majellis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pemmbacaan tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon, Lilia Heluth.(*)

Sumber : https://antaranews.com

Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH