Begini Kondisi Novel Baswedan Saat Tiba di Indonesia Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Kamis (22/2) besok. Novel kembali ke Indonesia usai menjalani perawatan mata sekitar 10 bulan di Singapura dalam keadaan mata kiri yang belum bisa melihat.

"Mata kanan sudah bisa melihat tapi tentu saja masih membutuhkan bantuan. Mata kiri tidak bisa melihat karena masih menunggu operasi tahap kedua," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/2).

Meski begitu, ada perkembangan signifikan yang disampaikan oleh dokter. Dimana, selaput tipis mata kiri Novel sudah tumbuh secara merata.

"Apalagi setelah operasi tambahan kemarin ketika selaput tipis itu digeser dari pinggir mata ke bagian tengah," jelas Febri.

Febri menuturkan, saat kembali ke Indonesia mantan Kasatgas kasus e-KTP itu masih harus menjalani perawatan lebih lanjut untuk menunggu operasi tahap kedua yang rencananya akan dilakukan pada April 2018.

Menurut Febri, dalam operasi tahap kedua akan dilakukan proses pemasangan kornea yang artifisial agar bisa berfungsi lebih lanjut. Namun, belum dapat dipastikan dapat berfungsi secara normal.

"Tapi kita berharap perbaikan-perbaikan akan terjadi dan kondisi disini juga cukup kondusif untuk membanu proses penyembuhan dan recovery dari Novel," pungkasnya.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 usai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Namun hingga saat 10 bulan 9 hari sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Sejumlah pihak termasuk Novel juga mengusulkan untuk dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus itu, tapi pembentukan TGPF belum juga dilakukan.

Pihak Polri sudah memeriksa Novel sebagai saksi korban pada 14 Agustus 2017 di KBRI Singapura. Saat itu Novel didampingi oleh tim KPK termasuk Ketua KPK Agus Rahardjo dan tim penasihat hukumnya.

Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti.

Polda Metro Jaya sudah merilis tiga sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH