Begini Jawaban Polisi Dicecar Tentang Penangkapan Aktivis Ravio Patra Salah satu tweet Ravio sebelum dinyatakan tak ada kabar (@raviopatra)

Merahputih.com - Polisi mengaku masih melakukan pengecekan atas penangkapan peneliti dan pegiat demokrasi, Ravio Patra yang dikabarkan ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

"Masih dicek (informasi penangkapan Ravio)," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (24/4).

Kabar penangkapan Ravio pun menggema di media sosial. Tagar #bebaskanravio jadi trending di Twitter. Pantauan merahputih.com, tagar #bebaskanravio ditweet lebih dari 13 ribu kali.

Baca Juga

Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi Setelah Akun WhatsAppnya Diduga Diretas

Bahkan, muncul sebuah petisi di chance.org agar Ravio segera dibebaskan. Ryan Febrianto, sang pembuat petisi mendesak Presiden Jokowi dan Kapolri Idham Azis mengungkap siapa pelaku peretasan HP milik Ravio.

Direktur Eksekutif Safenet, Damar Juniarto mengatakan penangkapan diduga berkaitan dengan pesan berantai dalam aplikasi WhatsApp yang dikirim dari nomor milik Ravio.

Dirinya menjelaskan, Rabu 22 April 2020 kemarin Ravio sempat cerita kalau akun WhatsApp miliknya diretas.

Hal itu diketahui, saat Ravio coba menghidupkan WhatsAppnya, kemudian muncul tulisan 'You've registered your number on another phone'. Setelah dicek di kotak masuk pesan, ternyata ada permintaan pengiriman OTP (one time password).

"Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke WhatsApp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan," kata dia.

Damar menambahkan, dua jam kemudian, akhirnya WhatsApp milik Ravio kembali pulih.

Tapi, selama WhatsApp itu dikuasi peretas, pelaku menyebarkan pesan bernada provokasi. Dimana bunyinya adalah 'Krisis sudah saatnya membakar! Ayo kumpul dan ramaikan 30 April aski penjarahan nasional serentak semua toko yang ada di dekat kita bebas dijarah'.

Baca Juga

Anies Ajak Kemenperin Evaluasi Izin Ratusan Perusahaan 'Kebal' Larangan PSBB

Damar meminta Ravio mengumpulkan semua bukti terkait peretas guna diperiksa lebih lanjut. Sekitar pukul 19.14 WIB, Ravio kembali menghubunginya. Dalam kesempatan itu, Ravio menyebut bahwa ada yang datang mencarinya.

"Saya instruksikan Ravio untuk matikan handphone dan cabut baterai, lalu pergi ke rumah aman. Sudah lebih dari 12 jam tidak ada kabar, baru saya dapat informasi Ravio ditangkap semalam oleh intel polisi di depan rumah aman," katanya lagi. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Polisi Terpaksa Tambah Pos Penyekatan Mudik, Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Terpaksa Tambah Pos Penyekatan Mudik, Ini Alasannya

Kemungkinan kita akan tambah dua untuk di tol yang masuk Jakarta, yaitu untuk yang masuk Jakarta baik dari arah Cikampek maupun dari arah Banten atau Merak

Polisi Selidiki Pemotongan Kabel Pintu Air Dukuh Atas, Disebut Netizen Sabotase
Indonesia
Polisi Selidiki Pemotongan Kabel Pintu Air Dukuh Atas, Disebut Netizen Sabotase

Media sosial tengah dihebohkan dengan adanya dugaan pemutusan kabel di pintu air Dukuh Atas, Tanah Abang.

Lagi, WNI Dideportasi dari Korsel akibat Langgar Aturan Karantina
Dunia
Lagi, WNI Dideportasi dari Korsel akibat Langgar Aturan Karantina

Judha mengimbau para WNI di luar negeri untuk mematuhi aturan dan hukum yang berlaku di negara setempat.

Update COVID-19 Jumat (5/6): 29.521 Positif, 9.443 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (5/6): 29.521 Positif, 9.443 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 703 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

 Fraksi PDIP Tak Setuju Usulan Komisi A Bansos Sembako Diganti Uang Tunai
Indonesia
Fraksi PDIP Tak Setuju Usulan Komisi A Bansos Sembako Diganti Uang Tunai

Pendistribusian paket sembako oleh pemerintah itu, menurut Gembong, untuk menjaga ketahanan pangan agar mereka memiliki persediaan makanan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Pemerintah: Indonesia Lebih Baik dari Negara Berpendapatan Menengah Lain
Indonesia
Pemerintah: Indonesia Lebih Baik dari Negara Berpendapatan Menengah Lain

Pemerintah Indonesia terus mendorong lebih banyak lagi investasi masuk ke Indonesia.

Jadi Korban Penusukan, Plt Kadis Parekraf DKI Alami Luka di Bagian Paha
Indonesia
Jadi Korban Penusukan, Plt Kadis Parekraf DKI Alami Luka di Bagian Paha

"Sekitar jam 12-an ditusuklah pak Gumilar. Kalau gak salah kena di bagian paha," ujar Kepala Bidang (Kabid) Parekraf DKI, Bambang Ismadi

PPD Luncurkan Bus JRC dengan Tiga Trayek Bantu Urai Penumpang KRL
Indonesia
PPD Luncurkan Bus JRC dengan Tiga Trayek Bantu Urai Penumpang KRL

Tiga trayek baru tersebut di berawal dari Grand Central Bogor di dekat Stasiun Bogor menuju Stasiun Juanda

 Periksa Wahyu Setiawan, KPK Dalami Sumber Dana Suap Harun Masiku
Indonesia
Periksa Wahyu Setiawan, KPK Dalami Sumber Dana Suap Harun Masiku

Penyidik juga melanjutkan pemeriksaan kepada tersangka WS dan tersangka ATF terkait dengan rangkaian perbuatan penerimaan uang yang diterima dari Saiful Bahri dan tersangka HM (Harun Masiku)

Anies Diminta Beri Sanksi Tetangga Rizieq yang Tolak Tes COVID-19
Indonesia
Anies Diminta Beri Sanksi Tetangga Rizieq yang Tolak Tes COVID-19

Apalagi Perda COVID-19 mempunyai payung hukum yang kuat