Begini Cara Tepat Menyimpan Makanan Berlebih saat Ramadan Makanan berlebih saat bulan puasa sebaiknya disimpan di kulkas. (foto: whirlpoolindia)

TAK hanya pola waktu makan yang berubah saat Ramadan, kuantitas dan frekuensi makan pun berbeda. Jika di hari biasa jadwal makan besar 3 kali sehari, saat berpuasa Ramadan makan besar hanya dilakukan 2 kali, yaitu saat sahur dan setelah berbuka puasa.

Frekuensi makan yang berkurang itu sayangnya enggak diikuti dengan perubahan pola memasak dan volume masakan. Akibatnya, tak jarang banyak masakan berlebih yang tak sempat disantap. Tentu amat mubazir jika makanan lebih dibuang begitu saja. Pasalnya, sesederhana apa pun masakan itu, tetap saja ada sumber daya yang digunakan. Itu tentunya bernilai uang.

Pastinya kamu enggak mau kan menghamburkan uang. Jika iya, seharusnya memubazirkan makanan pun pantang dilakukan. Namun, bukan berarti kamu harus memaksakan diri menghabiskan semua masakan meskipun perut telah penuh. Ada baiknya kamu menyimpan makanan berlebih yang ada.

Menyimpan makanan berlebih ada untungnya lo. Selain menghindarkan dari perilaku mubazir, makanan yang disimpan dengan baik bisa dinikmati di lain waktu saat kamu lagi malas masak atau sahur di waktu yang mepet. Praktis kan. Agar makanan yang disimpan aman dan tahan lama, berikut cara tepat menyimpan makanan berlebih.

1. Lakukan 2 jam setelah dimasak

food
Simpan makanan dalam jangka waktu 2 jam setelah dimasak. (foto: pixabay/gerladobici)

Saat selesai masak dan kamu merasa sajian yang kamu buat terlalu banyak jumlahnya, jangan ragu untuk menyisihkannya. Kamu bisa menyimpan kelebihannya paling lambat 2 jam setelah dimasak. Pasalnya, bakteri dan virus berpotensi mengontaminasi makanan yang sudah lebih dari 2 jam berada dalam suhu ruang.

Namun, jika lupa menyisihkan di awal, kamu tetap bisa menyimpan makanan yang sudah di suhu ruang lebih dari 2 jam. Caranya, panaskan terlebih dahulu hingga suhu 70 derajat celsius sebelum disimpan.


2. Wadah menyimpan yang tepat

kotak makan
Pilih kotak penyimpanan yang kedap udara. (foto: pixabay/yujun)

Tempat penyimpanan juga harus diperhatikan. Makanan sebaiknya disimpan di wadah kedap udara. Hal itu bertujuan supaya tidak ada kuman yang mengontaminasi makanan selama penyimpanan. Bila tidak ada wadah kedap udara, letakkan di piring atau mangkok, lalu tutup dengan plastic wrap.


3. Ukuran yang pas

Simpan makanan dalam porsi kecil. (foto: fitmencook)

Makanan sisa akan lebih tahan lama dan higienis bila didinginkan secepatnya. Karena itu, sebaiknya hindari menyimpan sejumlah besar makanan dalam satu wadah. Karena perlu waktu yang lama untuk mendinginkan makanan yang disimpan dalam jumlah besar, ada baiknya kamu membagi makanan yang akan disimpan dalam wadah kecil. Cara terbaik ialah menyimpannya dalam porsi sekali makan. Hal itu akan memudahkan kamu saat ingin memanaskannya kembali.

Sebagai contoh, kamu ingin menyimpan 20 potong ayam ungkep. Alih-alih menempatkan dalam 1 wadah besar, kamu bisa membaginya dalam 2-3 wadah berbeda. Setiap wadah berisikan 1 kali porsi makan.


4. Tempat menyimpan

Agar makanan lebih tahan lama, manfaatkan freezer. (foto: realsimple)

Adanya teknologi lemari es amat membantu dalam penyimpanan makanan. Ada freezer atau lemari pendingin biasa yang bisa kamu andalkan sebagai tempat menyimpan makanan sisa. Tak semua makanan sisa harus masuk freezer. Penyimpanan makanan sisa ditentukan berdasarkan kapan kamu akan mengonsumsi makanan tersebut.

Bila kamu berencana memakannya dalam dua hari mendatang, makanan cukup disimpan di kulkas. Namun, bila kamu ingin menyimpannya lebih lama, sebaiknya kamu simpan makanan di freezer.


5. Panaskan dahulu

Panaskan makanan sesaat sebelum dimakan. (foto: pixabay/stocksnap)

Saat akan mengonsumsi makanan yang sudah disimpan di kulkas, sebaiknya panaskan dulu dalam suhu 70 derajat celsius. Panaskan selama 2 menit ya. Hal itu penting untuk mematikan kuman yang mungkin saja mengontaminasi makanan selama berada salam lemari pendingin.

Jika makanan berasa dari freezer, pastikan kamu cairkan dulu ya sebelum dipanaskan. Caranya, rendam makanan yang masih dalam wadahnya di dalam air panas hingga mencair. Selain itu, kamu bisa menggunakan microwave untuk mencairkan makanan yang sudah beku.

Sekarang sudah tahhu kan cara terbaik untuk menyimpan makanan berlebih. Jadi jangan malas ya untuk merapikan dan menyimpan makanan sisa agar tak mubazir.(dwi)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH