Harga Tiket Pesawat Meroket, Pengusaha Biro Perjalanan Gunakan Siasat Khusus Beberapa strategi dilakukan untuk meningkatkan wisatwan (Sumber: Pixabay/JESHOOTS-com)

TINGGINYA harga tiket pesawat berdampak buruk pada sektor pariwisata. Angga, founder OpenTrip.id, perusahaan marketplace untuk berlibur, mengaku wisatawan yang menunda liburannya naik lebih dari 50% setelah harga tiket pesawat mahal dan bagasi berbayar.

"Rata-rata hampir 60% penurunan minat dari wisatawan yang menunda liburan mereka untuk wisata yang menggunakan tiket pesawat," ucap Angga melalui pesan WhatsApp, Rabu (13/2).

Karena penurunan drastis tersebut, OpenTrip.id berusaha mencari jalan agar bisa menggaet kembali para wisatawan untuk bisa berlibur. Salah satunya memberikan diskon atau potongan harga ke destinasi tujuan.

Beberapa pandara terlihat kosong setelah tiket pesawat naik (Sumber: Pixabay/Free-Photos)
Beberapa pandara terlihat kosong setelah tiket pesawat naik (Sumber: Pixabay/Free-Photos)

Hanya saja, cara itu tidak begitu berpengaruh ketimbang melakukan promosi sebelum harga tiket pesawat naik. "Sedikit banyaknya bisa memengaruhi juga walaupun tidak seperti saat harga tiket pesawat normal seperti dulu," tuturnya.

Strategi lainnya, OpenTrip.id mencoba lebih memperkenalkan destinasi wisata yang dekat dengan Ibu Kota. Dengan begitu, wisatawan bisa memiliki pilihan untuk menggunakan transportasi selain pewasat.

"Kita juga push di destinasi dekat dengan Ibu Kota (yang tidak menggunakan pesawat), seperti area Banten, Lampung, Purwakarta, Dieng atau sekitar Jawa Tengah. Bromo masih stabil karena naik kereta mayoritasnya," lanjutnya.

Beberapa strategi dilakukan (Sumber: Pixabay/Free-Photos)
Beberapa strategi dilakukan (Sumber: Pixabay/Free-Photos)

Di sisi lain dengan perhitungan financial engineering, seharusnya pihak maskapai bisa menentukan margin untuk mengantisipasi dan menyerap perubahan harga dari avtur. Dengan begitu, kenaikan dari harga tiket pesawat tidak terlalu memberatkan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Ziva Narendra, Presiden Direktur Aviator Indonesia, kepada meraputih.com, Selasa (12/2).

"Tentunya hal ini membutuhkan perhitungan financial engineering yang berorientasi jangka panjang guna mencegah pricing spike dimana persentase perubahan harga dari satu periode ke periode berikutnya terlalu besar," kata Ziva. (yani)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH