Begini Cara Pengajuan STRP untuk Pekerja Keluar Masuk DKI Jakarta Sejumlah karyawan berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membelakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bagi pekerja yang akan masuk ke Ibu Kota.

Surat ini dikeluarkan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Aturan ini diberlakukan sejak Senin (5/7). Berikut cara pengajuannya.

Baca Juga

Syarat Naik Kereta Api di KAI Daop 3 Saat PPKM Darurat

"Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) selama PPKM Darurat, 5-20 Juli 2021," tulis akun Instagram milik Pemprov DKI, @dkijakarta, Minggu (4/7).

Persyaratan pengajuan STRP dijelaskan oleh Pemprov DKI. Surat ini berlaku bagi pekerja sektor esensial, sektor kritikal serta perorangan dengan kebutuhan mendesak wajib menyertakan hal berikut:

1. KTP Pemohon

2. Surat tugas dari perusahaan (rombongan dapat melampirkan nama, nomor KTP, foto, alamat tempat tinggal, dan alamat yang dituju)

3. Sertifikat vaksin (masa transisi 1 minggu dari diumumkan/surat pernyataan vaksin dalam waktu dekat)

4. Foto 4x6 berwarna (rombongan wajib melampirkan di lampiran surat tugas)

Sedangkan, persyaratan perorangan dengan kebutuhan yaitu menyiapkan KTP pemohon, sertifikat vaksin dan foto 4x6 berwarna.

Pemprov DKI memberikan pengecualian tidak mengajukan STRP terhadap kementerian/lembaga dan institusi pemerintahan baik pusat maupun daerah, TNI, Polri, Bak Indonesia serta OJK.

Berikut mekanisme pengajuan STRP DKI:

1. pemohon STRP mengakses https://jakevo.jakarta.go.id

2. Isi form pendaftaran, upload persyaratan dan submit

3. Verifikasi berkas oleh UP PMPTSP

4. Penerbitan oleh DPMPTSP

5. STRP diunduh di https://jakevo.jakarta.go.id

Pemprov DKI memastikan penerbitan STRP maksimal 5 jam sejak persyaratan dinyatakan lengkap. Setelah itu, pemohon hanya perlu menunjukkan STRP kepada petugas di lapangan melalui QR code yang ada di handphone. (Asp)

Baca Juga

Pemerintah Diminta Perluas Cakupan Target dan Penerima Bansos Saat PPKM Darurat

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Menag Yaqut Bagian dari Kelompok Kristen Radikal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menag Yaqut Bagian dari Kelompok Kristen Radikal

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merupakan bagian dari kelompok Kristen radikal dan berkedok mualaf agar diterima NU Jawa Timur.

Pengelola Mal di Depok Sepakat Pembatasan Jam Operasional
Indonesia
Pengelola Mal di Depok Sepakat Pembatasan Jam Operasional

Para seluruh pengelola mal atau pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat, sepakat mengikuti kebijakan pembatasan jam operasional yang berakhir pukul 19.00 WIB.

RS Darurat COVID-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo
Indonesia
RS Darurat COVID-19 TNI AD Mulai Dibangun di Benteng Vastenburg Solo

Dengan keberadaan rumah sakit lapangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menekan angka kasus COVID-19 di Solo

Disebut Restui Moeldoko Rebut Demokrat, Mahfud MD: Isu Aneh
Indonesia
Disebut Restui Moeldoko Rebut Demokrat, Mahfud MD: Isu Aneh

Mahfud kaget dikaitkan dengan isu kudeta Partai Demokrat. Dia meyakinkan publik bahwa tak pernah membicarakan kudeta PD dengan Moeldoko, apalagi merestuinya.

Permen Nadiem Batasi Pertemuan Mahasiswa dan Pendidik di Luar Jam Kampus
Indonesia
Permen Nadiem Batasi Pertemuan Mahasiswa dan Pendidik di Luar Jam Kampus

Dampak kerugian fisik dan mental bagi korban kekerasan seksual menjadikan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak optimal dan menurunkan kualitas pendidikan tinggi.

Bibit Siklon 94w Berpotensi Jadi Siklon Tropis Sangat Tinggi
Indonesia
Bibit Siklon 94w Berpotensi Jadi Siklon Tropis Sangat Tinggi

Selain itu, ada pula wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir bandang

Penanggulangan Sampah Masih Jadi PR Pemkot Bandung
Indonesia
Penanggulangan Sampah Masih Jadi PR Pemkot Bandung

Kota Bandung masih menyisakan sejumlah persoalan yang harus dibereskan terlebih dahulu.

Pandemi COVID-19 Dorong Industri Inovatif Melatih SDM
Indonesia
Pandemi COVID-19 Dorong Industri Inovatif Melatih SDM

Pandemi, memberikan pembelajaran begitu besar kepada kita dalam merumuskan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035.

Dukung Uji Coba Belajar Tatap Muka, PAN Minta Anies Fokus Mitigasi di Sekolah
Indonesia
Dukung Uji Coba Belajar Tatap Muka, PAN Minta Anies Fokus Mitigasi di Sekolah

Anggota Komisi E ini melanjutkan, sekolah juga wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat terkait dengan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.